Ramadan 2026 Berapa Hijriah? Ini Awal Puasa Versi Pemerintah-Muhammadiyah

Ramadan 2026 Berapa Hijriah? Ini Awal Puasa Versi Pemerintah-Muhammadiyah

Nur Umar Akashi - detikJateng
Sabtu, 07 Feb 2026 15:54 WIB
Ornamental Arabic lantern with burning candle glowing at night. Festive greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem.
Ilustrasi ramadan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph
Solo -

Pertengahan Syaban alias Nisfu Syaban sudah berlalu. Artinya, kurang lebih 15 hari lagi, bulan mulia Ramadan yang identik dengan ibadah puasa sebulan penuh bakal tiba.

Sebagaimana detikers ketahui, Ramadan termasuk satu dari dua belas bulan kalender Hijriah. Tahun pertama kalender ini berbeda dengan kalender Masehi yang lazim dipedomani.

Sudah semestinya umat Islam mengetahui serba-serbi Ramadan 2026 sebagai bentuk persiapan. Jadi, Ramadan 2026 itu berapa Hijriah? Temukan jawaban dan tanggal awal puasa versi pemerintah-Muhammadiyah via uraian berikut!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin Utamanya:

  • Ramadan 2026 itu Ramadan 1447 H.
  • Pemerintah dan NU memprediksi awal puasa Ramadan bertepatan dengan Kamis, 19 Februari 2026. Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan awal puasa pada Rabu, 18 Februari 2026.
  • Di antara persiapan menyambut Ramadan adalah menyelesaikan utang puasa, mempelajari fikih ibadah-ibadah Ramadan, dan menyiapkan fisik-materiil.

ADVERTISEMENT

Ramadan 2026 Berapa Hijriah?

Dirujuk dari buku Seri Penemuan: Kalender tulisan S Armelia F, Khalifah Umar bin Khattab adalah orang yang berjasa menetapkan tahun 1 Hijriah. Ia memilih tahun hijrahnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai patokan tahun pertama Hijriah.

Penetapan Khalifah Umar itu diambil setelah berdiskusi dengan para sahabat. Ada yang mengusulkan tahun kelahiran sang Khatamul Anbiya sebagai patokan penanggalan. Ada juga yang mengajukan ide tahun wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Tahun ini, berdasar Kalender Hijriah Indonesia keluaran Kementerian Agama, sedang berlangsung 1447 Hijriah. Dengan demikian, Ramadan 2026 adalah Ramadan 1447 Hijriah.

Kapan Awal Puasa Ramadan 2026?

Berikut 3 versi awal Ramadan dari pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah:

Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Pemerintah

Pemerintah akan menetapkan tanggal pertama puasa Ramadan melalui sidang isbat yang digelar pada akhir Syaban mendatang. Untuk sementara, hanya prediksinya saja yang bisa diketahui.

Melalui kalender rilisan Kementerian Agama, pemerintah menulis 1 Ramadan 1447 H bertepatan dengan Kamis, 19 Februari 2026. Bulan kesembilan ini diprediksi berjalan genap 30 hari hingga Jumat, 20 Maret 2026.

Awal Puasa Ramadan 2026 Versi NU

Persis pemerintah, Lembaga Falakiyah (LF) NU bakal mengumumkan ketetapan awal Ramadan setelah melaksanakan rukyatul hilal akhir Syaban nanti. Namun, prediksinya bisa dicek di Almanak Tahun 2026 keluaran LF PCNU Kabupaten Bojonegoro.

Dalam almanak itu, 1 Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Senada dengan kalender Kemenag, almanak NU memperkirakan Ramadan berjalan 30 hari penuh.

"Posisi hilal belum memenuhi kriteria imkanurrukyah sehingga 1 Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026," bunyi keterangan di Almanak 2026 NU.

Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah di sisi lain sudah mengeluarkan penetapan awal Ramadan 2026. Dirujuk dari Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

"Di seluruh dunia tanggal 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M," bunyi keterangan di poin 4 maklumat PP Muhammadiyah yang disahkan pada 22 September 2025 itu.

Berdasar penetapan Muhammadiyah, Ramadan 2026 berjalan selama 30 hari. 1 Syawal 1447 H kemudian tiba pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.

3 Persiapan Menyambut Ramadan

Di samping mengetahui tanggal awal puasa, ada sederet persiapan lain yang perlu dilakukan sebelum masuk Ramadan. Di antaranya:

1. Menyelesaikan Utang Puasa Ramadan

Syaban adalah kesempatan terakhir bagi detikers yang masih menyisakan utang puasa Ramadan. Apabila Ramadan keburu tiba dan utang belum lunas, utang tersebut tetap harus dibayar. Dasarnya adalah firman Allah SWT:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: "(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS al-Baqarah: 184)

2. Mempelajari Fikih Ibadah Bulan Ramadan

Bulan suci Ramadan tidak hanya berisikan puasa saja, tetapi juga sederet ibadah lain, seperti sholat Tarawih dan i'tikaf. Agar dapat menjalankannya secara maksimal, detikers wajib mengetahui kaidah fikih tiap-tiap ibadah tersebut.

Ada banyak sumber yang bisa dipakai untuk belajar, mulai dari buku-buku gratis hingga ceramah para asatidz terpercaya. Jangan sampai, karena belum belajar, kita mengerjakan amalan yang tidak dituntunkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Diambil dari buku 10 Tips Sukses di Bulan Ramadan tulisan Yusuf Abu Ubaidah as-Sidawi, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدُّ

Artinya: "Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak sesuai dengan perintah kami, maka amalan itu tertolak." (HR Muslim no 1718)

3. Menyiapkan Fisik dan Materiil

Bagaimana mungkin kita dapat beribadah dengan maksimal jika kondisi jasmani tidak prima? Oleh karenanya, sebelum Ramadan tiba, detikers disarankan menguatkan fisik. Caranya ada banyak, seperti membiasakan makan menu sehat, mencoba puasa, dan berolahraga rutin.

Di samping fisik, detikers dapat coba menyisihkan sedikit-banyak kekayaan materiil untuk keperluan 'memanen' pahala pada bulan Ramadan. Kelak, harta tersebut dapat dibelanjakan untuk membagikan makanan buka puasa, bersedekah untuk mereka yang membutuhkan, dan seterusnya.

Dengan persiapan yang baik, Ramadan 2026 bakal berjalan optimal. Insya Allah, pahala deras pun mengucur, mengubah pribadi menjadi sosok lebih baik setelahnya.

Nah, itulah sekilas mengenai Ramadan 2026 lengkap dengan tanggal awal puasanya. Semoga bermanfaat, ya!




(par/par)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads