Wapres Gibran Minta Relokasi Korban Tanah Gerak Tegal Dipercepat

Wapres Gibran Minta Relokasi Korban Tanah Gerak Tegal Dipercepat

Imam Suripto - detikJateng
Jumat, 06 Feb 2026 16:38 WIB
Wapres Gibran Rakabuming Raka kunjungi korban tanah gerak di Kabupaten Tegal, Jumat (6/2/2026).
Wapres Gibran Rakabuming Raka kunjungi korban tanah gerak di Kabupaten Tegal, Jumat (6/2/2026). Foto: Imam Suripto/detikJateng
Tegal -

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi tanah gerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Wapres dalam kunjungan ini memerintahkan percepatan relokasi rumah warga ke tempat aman.

Gibran berangkat naik helikopter dan mendarat di lapangan Talok, Pangkah, Kabupaten Tegal. Dari helipad, perjalanan diteruskan menggunakan jalur darat menuju lokasi bencana.

Sekitar pukul 09.45 WIB, wapres didampingi Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, Kapolda, Kasdam IV, Bupati Tegal, Ischak MR tiba di Desa Padasari. Rombongan lalu menuju lokasi bencana dan menemui para pengungsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di hadapan Wapres, Kepala Desa Padasari, Mashuri memberikan laporan terkait perkembangan tanah gerak. Menurutnya, pergerakan tanah masih terus berlangsung dan jumlah kerusakan makin bertambah.

ADVERTISEMENT

Data terbaru di lapangan menunjukkan, bangunan rusak berat hingga ringan mencapai sekitar 500 unit, dengan jumlah pengungsi yang terus bertambah dan kini diperkirakan mencapai 2.400 orang.

Sebagian warga telah mengungsi, namun relawan masih berjibaku memindahkan barang-barang berharga yang tertinggal ke tempat lebih aman.

"Perlu diketahui, pergerakan tanah masih berlangsung. Kerusakan rumah mencapai 500 unit dan pengungsi 2.400 jiwa," jelas Mashuri, Jumat (6/2).

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, saat mendampingi Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, meninjau lokasi tanah bergerak di Desa Padasari, Tegal, Jumat (6/2/2026).Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, saat mendampingi Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, meninjau lokasi tanah bergerak di Desa Padasari, Tegal, Jumat (6/2/2026). Foto: Dok Pemprov Jateng

Kades Padasari menambahkan, warga menginginkan adanya relokasi. Mashuri menyebut, ada lahan milik Perhutani yang berjarak 2 km dari lokasi bencana yang bisa dijadikan tempat relokasi.

"Tadi di hadapan Pak Wapres, warga menyatakan siap direlokasi. Rencananya di lahan Perhutani, masih di wilayah Padasari, jaraknya sekitar dua kilometer dari lokasi bencana. Kebutuhan lahannya kurang lebih lima hektare," tutur Mashuri.

Menanggapi laporan tersebut, Kades mengungkap, Wapres Gibran secara tegas memerintahkan percepatan langkah penanganan, termasuk koordinasi lintas lembaga untuk relokasi. Selain itu, juga meminta agar dilakukan penanganan darurat terhadap warga terdampak bencana.

"Perintah Wapres tegas, relokasi prosesnya dipercepat. Sementara penanganan darurat yang perlu dilakukan adalah mengamankan warga dan menyiapkan kantong-kantong pengungsian," ujarnya.

Bupati Ischak MR mengatakan, Pemkab Tegal telah mengajukan permohonan arahan dan izin kepada Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, untuk memanfaatkan lahan milik Perhutani seluas sekitar lima hektare di Desa Capar dan Lebakwangi sebagai lokasi hunian sementara (huntara).

Menurut Ischak, penggunaan lahan tersebut menjadi solusi darurat mengingat kondisi Desa Padasari yang masih rawan pergerakan tanah.

"Kami berencana meminjam lahan tersebut untuk pembangunan huntara secepatnya. Nanti Sekda bersama Satgas akan berkoordinasi dengan pihak Perhutani," jelasnya.

Saat ini pengungsian tersebar di empat titik, termasuk di rumah-rumah warga yang dinilai aman. Pemerintah juga telah menyiapkan dapur umum yang menyeeediakan sekitar 3.500 bungkus nasi untuk para pengungsi.




(afn/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads