Viral Tower PLN di Bumiayu Brebes Diterjang Banjir, Begini Kondisinya

Viral Tower PLN di Bumiayu Brebes Diterjang Banjir, Begini Kondisinya

Imam Suripto - detikJateng
Kamis, 05 Feb 2026 18:10 WIB
Menara SUTT di Adisana yang terdampak banjir.
Menara SUTT di Adisana yang terdampak banjir. (Foto: Imam Suripto/detikJateng)
Brebes -

Luapan Kali Keruh di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tidak hanya merusak rumah warga. Aliran sungai ini juga mengalir ke bangunan menara listrik tegangan tinggi yang ada di Desa Adisana.

Luapan sungai yang menerjang bangunan tower listrik itu viral di media sosial. Dalam unggahanya, akun Instagram Insta Bumiayu Official menampilkan video tower yang berdiri di tengah derasnya arus. Terlihat beberapa orang berjalan di sekitar tower tersebut.

Koordinator Satgas BPBD Brebes Posko Bumiayu, Budi Sujatmiko mengatakan, tower itu sebelumnya berada di luar aliran sungai, tepatnya di sebelah selatan Kali Keruh. Saat banjir bandang terjadi penumpukan material batu pasir di bangunan bendung yang ada di utara sungai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penumpukan material itu menyebabkan aliran sungai bergeser dan menerabas pondasi menara listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) itu.

"Aliran cukup deras sehingga membahayakan pondasi tower. Tower jaringan itu menyuplai wilayah Bumiayu Brebes dan Balapulang, Tegal," kata Budi Sujatmiko, Kamis (5/2/2026).

ADVERTISEMENT

Dijelaskan, perlu segera dilakukan normalisasi aliran sungai. Aliran yang menuju rumah dan menara SUTT dikembalikan ke jalur semula agar tidak membahayakan.

"Perlu dilakukan normalisasi aliran sungai agar pondasi tower tidak tergerus aliran sungai," tambahnya.

Asisten Manajer Perencanaan UPT PLN Purwokerto, Adi menegaskan, sejauh ini kondisi tower masih aman dan pasokan listrik tetap terjaga. Tower transmisi nomor 101 tersebut mendistribusikan listrik dari wilayah selatan ke utara.

"Tower tersebut berfungsi menyalurkan energi listrik dari wilayah selatan ke utara, Brebes, Tegal dan sekitarnya," ungkap Adi.

Dijelaskan, meski masih dalam kondisi aman, pihak PLN telah melakukan langkah antisipasi. PLN telah melakukan sejumlah upaya penguatan struktur tanah di sekitar lokasi tower.

Upaya tersebut di antaranya pemasangan trucuk bambu serta penempatan sandbag atau kantong pasir. Alat ini untuk menahan laju erosi, terutama jika terjadi banjir susulan yang berpotensi membawa material kayu maupun benda keras lainnya.

"Luapan Sungai Kali Keruh menyebabkan banjir dan longsor di sekitar area tapak tower. Saat ini konstruksi tower masih dinyatakan aman, namun kondisi tanah di sekitarnya mengalami erosi cukup signifikan," ujar Adi.

Selain penanganan darurat, PLN juga melakukan koordinasi lintas sektoral untuk penanganan jangka panjang, khususnya normalisasi aliran Kali Keruh.

PLN juga memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi gangguan pasokan listrik. Sistem kelistrikan PLN telah terhubung melalui jaringan interkoneksi, sehingga apabila terjadi gangguan pada tower tersebut, beban listrik dapat dialihkan melalui jalur transmisi lainnya.

"Keandalan pasokan listrik tetap menjadi prioritas kami. Sistem interkoneksi memungkinkan suplai listrik tetap stabil meskipun terjadi gangguan di salah satu titik," jelas Adi.

Saat ini, lanjut Adi, pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi tower secara intensif serta menyiagakan personel untuk memastikan keamanan infrastruktur kelistrikan di wilayah terdampak bencana.




(alg/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads