Semarang Zoo Setop Wahana Tunggang Gajah Mulai Tahun Ini

Semarang Zoo Setop Wahana Tunggang Gajah Mulai Tahun Ini

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 05 Feb 2026 16:36 WIB
Aktivitas feeding elephant, berfoto dengan gajah, dan animal education di Semarang Zoo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.
Aktivitas feeding elephant, berfoto dengan gajah, dan animal education di Semarang Zoo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. (Foto: Dok. Semarang Zoo)
Semarang -

Semarang Zoo memastikan telah menghentikan seluruh aktivitas peragaan gajah tunggang. Kebijakan ini dilakukan menyusul adanya Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor 6 Tahun 2025.

Direktur PT Taman Satwa Semarang (Semarang Zoo), Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso mengatakan, pihaknya telah menerima dan mengikuti sosialisasi resmi terkait penghentian peragaan gajah tunggang di lembaga konservasi.

"Lembaga konservasi kami telah melaksanakan sosialisasi serta mematuhi sepenuhnya Surat Edaran Dirjen KSDAE Nomor 6 Tahun 2025 tentang penghentian peragaan gajah tunggang," kata Bimo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bimo menjelaskan, penghentian aktivitas tunggang gajah tersebut telah diberlakukan sejak 1 Januari 2026. Langkah ini menjadi bentuk dukungan Semarang Zoo terhadap prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare).

"Larangan ini telah menjadi pedoman penting bagi semua lembaga konservasi yang mengelola gajah, khususnya dalam upaya menjunjung tinggi standar perlindungan satwa dilindungi yang kondisinya rentan dan perlu perhatian ekstra," jelasnya.

ADVERTISEMENT

"Sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip konservasi dan kesejahteraan satwa, kami secara formal telah menghentikan seluruh aktivitas tunggang gajah mulai tanggal 1 Januari 2026," sambungnya.

Meski tanpa atraksi tunggang gajah, Bimo menegaskan pengalaman interaksi pengunjung tetap dihadirkan melalui kegiatan lain yang lebih edukatif dan ramah satwa.

"Semarang Zoo menerapkan beberapa kegiatan non-tunggang yang dinilai lebih edukatif, seperti feeding elephant atau memberi makan gajah, foto, animal education meliputi daily activity, daily treatment, serta animal encounter," jelasnya.

Semarang Zoo, lanjut Bimo, juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan seluruh kebijakan konservasi dilaksanakan secara konsisten dan transparan.

"Kami juga berkomitmen untuk mengembangkan kegiatan konservasi yang inovatif, ramah satwa, dan informatif bagi masyarakat luas," tuturnya.



(alg/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads