- Kalender Hijriah Hari Ini 5 Februari 2026 Kalender Hijriah 5 Februari 2026 Menurut Pemerintah Kalender Hijriah 5 Februari 2026 Menurut NU Kalender Hijriah 5 Februari 2026 Menurut Muhammadiyah
- 5 Tips Membuat Rumah Nyaman 1. Bacakan Surat Al-Baqarah 2. Hindari Memelihara Anjing 3. Jangan Mengoleksi Patung 4. Jauhi Gambar Makhluk Bernyawa 5. Jaga Rumah dari Bau Tidak Sedap
Perbedaan patokan kalender Masehi dan Hijriah dalam menentukan awal bulan menyebabkan tanggal yang berlainan pula. Kalender Masehi menggunakan dasar pergerakan Matahari, sedangkan kalender Hijriah mengacu pada Bulan.
Masyarakat Indonesia biasa menjadikan tanggalan Masehi sebagai patokan hidup sehari-hari. Padanya, tanggal-tanggal peringatan besar, baik nasional maupun internasional, ditetapkan. Begitu pula libur nasional dan cuti bersama.
Namun, tanggalan Hijriah tetap diperlukan. Mengingat, mayoritas orang Indonesia menganut agama Islam dan syariat-syariatnya dikerjakan berdasar kalender Hijriah. Di antaranya adalah sholat Idul Fitri, puasa sunnah Ayyamul Bidh, dan penyembelihan hewan kurban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah yang tepat setiap hari. Bagaimana dengan hari ini? Simak konversi Kamis, 5 Februari 2026, ke dalam tanggalan Hijriah menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah via uraian berikut.
Kalender Hijriah Hari Ini 5 Februari 2026
Kalender Hijriah 5 Februari 2026 Menurut Pemerintah
Tanggal resmi pemerintah dapat disimak via Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dirilis oleh Kementerian Agama. Dalam kalender itu, Januari 2026 tampak beririsan dengan dua bulan hijriah, yakni Rajab dan Syaban.
Rajab atau Rejeb dalam bahasa Jawa berakhir per Senin, 19 Januari 2026. Adapun Syaban, tanggal pertama bulan ini bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026. Namun, berhubung waktu pergantian hari kalender Hijriah terjadi saat Matahari terbenam, sejatinya, Syaban sudah dimulai sejak Senin malam, 19 Januari 2026.
Singkat kata, menurut versi pemerintah, 5 Februari 2026 dikonversi menjadi 17 Syaban 1447 H.
Kalender Hijriah 5 Februari 2026 Menurut NU
Dilihat dari akun Instagram resminya, @falakiyahnu, Lembaga Falakiyah NU telah mengeluarkan keputusan berkaitan dengan awal Syaban 1447 H. Keputusan itu tercantum dalam Pengumuman Nomor: 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026 tentang Awal Bulan Sya'ban 1447 H.
"Sebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Sya'ban 1447 H bertepatan dengan Selasa Pahing 20 Januari 2026 M (mulai malam Selasa) atas dasar rukyah," bunyi poin II dalam pengumuman itu.
Informasi serupa juga tertera dalam Almanak 2026 yang dikeluarkan Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro. Kalender yang dibuat dengan mempertimbangkan kriteria imkanur rukyat NU itu menyebut 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026.
Dengan demikian, menurut NU, 5 Februari 2026 bertepatan dengan 17 Syaban 1447 H.
Kalender Hijriah 5 Februari 2026 Menurut Muhammadiyah
Muhammadiyah dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)-nya menginformasikan bahwa Januari 2026 berbarengan dengan 2 bulan Hijriah. Keduanya adalah Rajab dan Syaban.
Rajab versi Muhammadiyah diawali pada 21 Desember 2025 lalu dan berakhir per Senin, 19 Januari 2026. Setelahnya, yakni Selasa, 20 Januari 2026, Syaban dimulai dan berjalan 29 hari hingga 17 Februari 2026 mendatang. Berakhirnya Syaban menandakan kedatangan Ramadhan.
Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan 5 Februari 2026 sebagai 17 Syaban 1447 H.
Untuk tambahan informasi, dilihat dari laman Suara Muhammadiyah, KHGT mulai dipakai pada awal 1447 H. Kalender ini bertujuan untuk menyatukan tanggalan umat Islam seluruh dunia sehingga tidak ada lagi perbedaan waktu.
5 Tips Membuat Rumah Nyaman
Rumah adalah tempat bernaung kala alam meraung-raung dengan kerasnya. Rumah juga menjadi tempat persinggahan dan pertemuan suami istri setelah melawan dunia yang keras. Karenanya, umat Islam mesti berusaha menjadikan rumah tempat yang nyaman.
Ada beberapa tips islami yang dapat diterapkan untuk menjadikan rumah berada dalam kondisi terbaik. Tentunya, yang dimaksud 'terbaik' bukan secara teknis pembangunan, tetapi aspek spiritual. Berikut poin-poinnya.
1. Bacakan Surat Al-Baqarah
Al-Baqarah yang memiliki 286 ayat adalah senjata ampuh untuk menjauhkan setan dari rumah. Apakah ada dasar haditsnya? Disadur dari majalah Asy-Syariah Edisi 111 keluaran Oase Media, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
Artinya: "Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan surat al-Baqarah di dalamnya." (HR Muslim)
2. Hindari Memelihara Anjing
Dalam syariat Islam, anjing adalah hewan yang terlarang dipelihara. Anjing juga menjadi salah satu alasan sebuah rumah tidak dimasuki malaikat. Jibril, pemimpin para malaikat pernah berkata kepada Nabi Muhammad SAW:
إِنَّا لَا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ وَلَا كَلْبٌ
Artinya: "Kami (para malaikat) tidak memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar makhluk bernyawa dan anjing." (HR Bukhari no 5960)
Meski begitu, terdapat pengecualian untuk anjing pemburu dan anjing penjaga. Kedua jenis anjing ini diperbolehkan. Namun, sudah sepatutnya seorang muslim tidak bermudah-mudah dalam melakukannya.
Dilansir NU Online, menurut Imam al-Ghazali, rumah dalam hadits di atas tidak selalu berarti ruang fisik, tetapi juga ruang batin. Sang imam berpendapat, anjing yang dimaksud juga bisa berarti sifat-sifat tercela manusia. Wallahu a'lam bish-shawab.
3. Jangan Mengoleksi Patung
Disadur dari buku Kupas Tuntas Hukum Gambar Makhluk Bernyawa tulisan Yulian Purnama, untuk menjadikan rumah nyaman secara Islam, jangan memajang patung. Bahkan, kendati pun patung tersebut tidak disembah.
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu pernah berkata:
أَلَا أَبْعَتُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم؟ أَنْ لَا تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ وَلَا قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ
Artinya: "Mau engkau kuberi tugas yang dahulu Rasulullah SAW memberikan tugas tersebut kepadaku? Yaitu beliau bersabda kepadaku, 'Hendaknya jangan engkau biarkan ada patung kecuali engkau hancurkan, dan jangan engkau biarkan ada kuburan yang ditinggikan, kecuali engkau ratakan." (HR Muslim no 969)
4. Jauhi Gambar Makhluk Bernyawa
Mirip patung, Nabi Muhammad SAW melarang rumah untuk diisi gambar-gambar makhluk bernyawa. Selain hadits Bukhari yang telah disinggung di atas, landasan lainnya adalah kisah Aisyah radhiyallahu anha:
قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ مِن سَفَرٍ ، وقَدْ سَتَرْتُ بَقِرَامِ لِي عَلَى سَهْوَةٍ لي فِيهَا تَمَاثِيلُ، فَلَمَّا رَآهُ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ هَتَكَهُ وقَالَ : أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ القِيَامَةِ الَّذِينَ يُضَاهُونَ بِخَلْقِ اللَّهِ قَالَتْ : فَجَعَلْنَاهُ وِسَادَةً أَوْ وِسَادَتَيْنِ
Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pulang dari safar. Ketika itu aku menutup jendela rumah dengan qaram (tirai) yang bergambar (makhluk bernyawa). Ketika melihatnya, wajah Rasulullah berubah. Beliau bersabda, 'Wahai Aisyah, orang yang paling keras adzabnya di hari kiamat adalah yang menandingi ciptaan Allah'. Lalu aku (Aisyah) memotong-motong tirai tersebut dan menjadikannya satu atau dua bantal." (HR Bukhari no 5954 dan Muslim no 2107)
5. Jaga Rumah dari Bau Tidak Sedap
Menurut keterangan di buku Mengundang Malaikat ke Rumah tulisan Mahmud asy-Syafrowi, makhluk Allah SWT yang terbuat dari cahaya ini tidak menyukai bau-bau tak sedap. Sebaliknya, mereka menyenangi wewangian.
Nabi SAW bersabda:
"Barang siapa yang memakan bawang putih, bawang merah, dan makanan tidak sedap lainnya, maka jangan sekali-kali ia mendekati (memasuki) masjid kami, oleh karena sesungguhnya para malaikat terganggu dari apa-apa yang mengganggu manusia." (HR Bukhari dan Muslim)
Alhasil, untuk menciptakan rumah yang islami, jaga aromanya agar harum semerbak. Selalu bersihkan sampah maupun sisa makanan yang berpotensi mengeluarkan bau busuk.
Demikian kalender Hijriah hari ini 5 Februari 2026 dan 5 tips membuat rumah nyaman secara islami. Semoga penjelasannya bermanfaat, ya, detikers!
