Apa Itu Kain Kiswah Ka'bah yang Dikaitkan dengan Kasus Jeffrey Epstein?

Apa Itu Kain Kiswah Ka'bah yang Dikaitkan dengan Kasus Jeffrey Epstein?

Ulvia Nur Azizah - detikJateng
Selasa, 03 Feb 2026 19:58 WIB
Pekerja menyulam kain Kiswah dengan benang emas di King Abdulaziz Complex, Kota Makkah, Arab Saudi, Selasa (3/6/2025). Pabrik yang telah memproduksi Kiswah untuk Kakbah berturut-turut selama 100 tahun tersebut juga memproduksi Kiswah yang dibuat untuk menutupi makam Nabi Muhammad SAW di Madinah. ANTARA FOTO/Ahmad Faisal
Ilustrasi kain kiswah Ka'bah. Foto: ANTARA FOTO/ahmad faisal
Solo -

Kain kiswah selama ini dikenal sakral dalam peradaban Islam karena menyelimuti bangunan Ka'bah di Makkah. Namun, belakangan ini publik dikejutkan dengan mencuatnya nama kain tersebut dalam dokumen pengadilan kasus hukum internasional. Tak ada yang menyangka bahwa kain ini bisa terseret dalam pusaran kasus sosok kontroversial Jeffrey Epstein.

Dokumen yang baru dirilis mengungkap adanya pengiriman tiga potongan kiswah ke kediaman Epstein di Florida melalui jalur pengiriman karya seni. Fakta ini memicu tanda tanya besar mengenai bagaimana kain yang dihormati jutaan umat Islam tersebut bisa berpindah tangan ke pihak luar. Terlebih, nilai spiritual yang melekat pada serat sutra emasnya kini bersinggungan dengan sejarah gelap sang terpidana kasus asusila.

Lantas, apa sebenarnya keistimewaan kain kiswah? Yuk, telusuri fakta di balik kain penutup Ka'bah dan kontroversi yang mengelilinginya dalam ulasan mendalam berikut ini, detikers.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin utamanya:

  • Kiswah adalah kain sutra murni bersulam emas dan perak yang diproduksi secara eksklusif oleh pemerintah Arab Saudi sebagai penutup Ka'bah.
  • Tradisi pemasangan kiswah sudah ada sejak sebelum Islam dan terus berkembang hingga memiliki pabrik khusus dengan teknologi modern di Makkah.
  • Dokumen hukum mengungkap adanya pengiriman tiga potongan kain kiswah sakral kepada Jeffrey Epstein pada tahun 2017 yang dikategorikan sebagai karya seni.

ADVERTISEMENT

Apa Itu Kain Kiswah Ka'bah?

Dirangkum dari NU Online, kiswah Ka'bah adalah kain penutup Ka'bah yang berwarna hitam dan dihiasi kaligrafi ayat Al-Quran dari benang emas dan perak. Kiswah sendiri adalah bahasa Arab yang berarti pakaian atau selubung. Kain kiswah Ka'bah ini terbuat dari sutra murni yang jumlahnya mencapai ratusan kilogram dan diproduksi secara khusus oleh pabrik resmi milik pemerintah Arab Saudi.

Setiap tahun, kiswah diganti pada tanggal 9 Dzulhijjah. Proses ini melibatkan puluhan teknisi dan membutuhkan biaya yang sangat besar karena materialnya premium dan pengerjaannya rumit. Dahulu, kiswah sempat diganti lebih dari sekali setahun di masa Dinasti Abbasiyah, tergantung warna dan jenis kain yang digunakan.

Seiring waktu, tradisi pembuatan kiswah mengalami banyak perubahan. Pada periode awal Islam, kain penutup Ka'bah berasal dari Mesir, Yaman, hingga produksi lokal Makkah. Kain lama bahkan pernah dibiarkan menumpuk sebelum akhirnya dihentikan karena membebani struktur bangunan.

Pada era modern, produksi kiswah dilakukan di pabrik khusus yang dibangun Arab Saudi sejak 1977. Pabrik ini mempekerjakan ratusan pengrajin dan dilengkapi teknologi modern untuk memastikan kualitas kiswah tetap terjaga. Hingga kini, di tempat itulah kiswah dan tirai bagian dalam Ka'bah dibuat setiap tahunnya.

Sejarah Kiswah Ka'bah Sejak Masa Sebelum Islam

Kiswah Ka'bah memiliki perjalanan panjang yang tak terpisahkan dari sejarah Ka'bah itu sendiri. Setiap generasi memberi perhatian besar pada kain penutup suci ini. Seperti apa sejarahnya dari masa ke masa? Mari simak penjelasan yang dirangkum dari buku Sejarah Mekkah Al Mukarramah tulisan Syaikh Shafiyur Rahman Al Mubarak Furi dkk berikut.

1. Kiswah Ka'bah Sebelum Islam

Tradisi pemasangan kiswah dimulai jauh sebelum datangnya Islam. Riwayat menyebut Tubba' As'ad al-Himyari sebagai orang pertama yang menutupi Ka'bah. Ia memasang kain antha, lalu menggantinya dengan washa'il atau kain bergaris buatan Yaman setelah mendapat mimpi yang dianggap sebagai petunjuk.

Di masa jahiliyah, berbagai jenis kain pernah digunakan sebagai kiswah, seperti al-kashf, al-maafir, al-mala', hingga kain Yaman yang ditenun dengan bambu. Kain-kain tersebut sering dipasang berlapis, lalu dilepas ketika berat atau mulai rusak.

Quraisy memegang tanggung jawab pembiayaan kiswah dengan membaginya kepada setiap kabilah. Tradisi tersebut bertahan hingga muncul Abu Rabi'ah bin Al-Mughirah, saudagar kaya yang menawarkan diri membiayai kiswah seorang diri. Karena kontribusinya sebanding dengan seluruh Quraisy, ia digelari al-'Adl. Pada masa yang sama, Nutailah binti Janab menjadi orang pertama yang menghadiahkan kiswah sutra.

2. Kiswah Ka'bah pada Masa Islam

Setelah penaklukan Makkah, Rasulullah SAW mengganti kiswah yang terbakar dengan kain buatan Yaman. Para khalifah Abu Bakar, Umar, dan Utsman, menggunakan kain Qubathi dari Mesir sebagai kiswah tahunan.

Pada masa Mu'awiyah, kiswah diganti dua kali setahun menggunakan sutra dan Qubathi. Tradisi ini berlanjut di era Yazid, Ibnu Zubair, hingga Abdul Malik bin Marwan. Di masa Khalifah Al-Ma'mun, penggantian bahkan dilakukan tiga kali setahun dengan warna dan jenis kain berbeda.

Perubahan penting terjadi ketika An-Nashir Al-Abbasi memperkenalkan kiswah berwarna hijau lalu hitam. Sejak saat itu, kiswah hitam menjadi standar yang dipertahankan hingga kini.

3. Kiswah di Era Pasca-Abbasiyah

Setelah keruntuhan dinasti Abbasiyah, tanggung jawab kiswah berpindah ke raja-raja Yaman dan Mesir. Raja Baybars dari Mesir menjadi penguasa pertama yang melanjutkan tradisi pemberian kiswah pada 661 H. Pada 751 H, Raja Shalih Isma'il menetapkan wakaf khusus untuk kiswah luar berwarna hitam dan kiswah hijau untuk kamar makam Nabi.

Pada abad berikutnya, pembuatan kiswah dilakukan dengan dana negara. Turki Utsmani kemudian bertanggung jawab atas kiswah bagian dalam Ka'bah. Pada 810 H, diperkenalkan pula penutup bermotif ukiran bernama al-burqu, yang terus dipertahankan hingga sekarang.

4. Kiswah Ka'bah pada Masa Pemerintahan Saudi

Perhatian besar terhadap kiswah kembali menguat di era kerajaan Saudi. Raja Saud memerintahkan pembangunan pabrik khusus kiswah di Makkah. Pada masa Raja Faisal, pabrik itu diperbarui dan dipindahkan ke gedung baru di Umm al-Juud pada 1397 H dengan peralatan modern namun tetap mempertahankan teknik kerajinan tangan tradisional.

Hingga kini, pabrik tersebut terus berkembang dan menghasilkan kiswah Ka'bah dengan kualitas terbaik, memadukan seni warisan para pengrajin dengan teknologi modern untuk menjaga kemuliaan penutup Ka'bah di setiap generasi.

Kain Kiswah Ka'bah dalam Kasus Jeffrey Epstein

Dokumen baru yang dirilis ke publik mengungkap keterlibatan kain kiswah Ka'bah dalam salah satu rangkaian korespondensi antara Jeffrey Epstein dan dua individu yang berbasis di Uni Emirat Arab pada 2017. Dilaporkan Middle East Eye, informasi ini memperlihatkan bagaimana tiga potongan kiswah, yang biasanya diperlakukan dengan sakral, dikirim ke rumah Epstein di Florida melalui jalur pengiriman internasional.

Pengaturan pengiriman tersebut dikoordinasikan oleh Aziza al-Ahmadi bersama Abdullah al-Maari. Berdasarkan email yang tertanggal Februari-Maret 2017, mereka mengurus invois, dokumen bea cukai, hingga pengemasan tiga jenis kain. Paket itu berisi satu potongan dari bagian dalam Ka'bah, satu potongan dari kiswah luar yang sudah digunakan, dan satu potongan kain sejenis yang belum pernah dipasang pada Ka'bah.

Kain yang tidak digunakan itu disebut sebagai cara untuk mengklasifikasikan kiriman sebagai 'karya seni' sehingga lebih mudah melewati proses administrasi. Epstein menerima kiriman tersebut pada Maret 2017, setelah ia telah menjalani hukuman dan berstatus sebagai pelaku kejahatan seksual terdaftar.

Ahmadi menekankan nilai religius kiswah ketika menulis kepada Epstein. "Kain hitam itu disentuh oleh sedikitnya sepuluh juta Muslim dari berbagai mazhab," tulis Ahmadi dalam salah satu korespondensinya kepada Jeffrey Epstein pada tahun 2017.

"Menyimpan doa, harapan, dan air mata mereka pada kain itu," tambah Ahmadi dalam email yang sama guna menggambarkan kedalaman makna spiritual di balik kain penutup Ka'bah tersebut. Pesan ini dikirimkan Ahmadi untuk memberikan pemahaman kepada Epstein mengenai betapa sakralnya artefak yang sedang mereka bahas.

Email lain menunjukkan hubungan komunikasi yang tetap berlanjut setelah pengiriman kiswah. Ahmadi beberapa kali menghubungi sekretaris Epstein saat Badai Irma menghantam Karibia pada September 2017, menanyakan kondisi Epstein dan keadaan pulaunya, Little Saint James. Sekretarisnya menjawab bahwa semua orang selamat meski banyak bangunan rusak. Ahmadi kemudian membalas dengan candaan halus bahwa ia akan mengirim tenda baru.

Korespondensi itu tidak menjelaskan alasan pengiriman kiswah kepada Epstein maupun bagaimana Ahmadi mengenalnya. Beberapa pesan bahkan menunjukkan Ahmadi berinteraksi lebih sering dengan staf Epstein dibanding dengan Epstein sendiri. Dalam satu kesempatan, ia bertanya apakah ia bisa mampir 15 menit ke rumah Epstein sebelum meninggalkan New York.

Rilis dokumen tersebut juga dibarengi memo FBI lainnnya. Memo ini menyebut Epstein memiliki hubungan dengan intelijen Amerika Serikat dan Israel serta kedekatan dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak.

Sampai di akhir pembahasan ini, apakah kamu sudah memahami apa itu kain kiswah, detikers? Semoga bermanfaat!

FAQ tentang Kain Kiswah

1. Kain kiswah terbuat dari apa?

Kain kiswah Ka'bah terbuat dari bahan sutra murni berkualitas tinggi yang diimpor secara khusus dan diwarnai hitam. Material ini dipilih karena kekuatannya menahan cuaca ekstrem serta memberikan kesan megah dan elegan pada struktur Ka'bah.

2. Apa yang dimaksud dengan kiswah?

Kiswah secara bahasa berarti 'pakaian' atau 'selubung', yang dalam istilah teknis merujuk pada kain penutup luar bangunan Ka'bah di Makkah. Kain ini bukan sekadar dekorasi, melainkan simbol kehormatan dan pemeliharaan rumah ibadah paling suci dalam agama Islam.

3. Apakah kiswah terbuat dari emas?

Kiswah memang menggunakan emas, namun bukan pada keseluruhan kainnya, melainkan pada sulaman kaligrafi ayat-ayat Al-Quran. Benang yang digunakan adalah benang perak yang dilapisi dengan emas murni, memberikan efek kilau yang tahan lama dan sangat berharga.



(par/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads