8 Tanaman Hias Indoor yang Mudah Dirawat, Low Maintenance tapi Kaya Manfaat

8 Tanaman Hias Indoor yang Mudah Dirawat, Low Maintenance tapi Kaya Manfaat

Nur Umar Akashi - detikJateng
Selasa, 03 Feb 2026 10:26 WIB
8 Tanaman Hias Indoor yang Mudah Dirawat, Low Maintenance tapi Kaya Manfaat
Tanaman sri rejeki. (Foto: Unsplash/feey)
Solo -

Kehadiran tanaman hias di dalam ruangan membuat suasana terasa lebih segar dan 'hidup'. Meski begitu, kekhawatiran akan perawatan yang merepotkan sering kali menghalangi langkah kaki untuk memboyong hijau-hijauan hias ini.

Kekhawatiran tersebut memang beralasan. Beberapa tanaman diketahui membutuhkan perawatan intensif agar tumbuh optimal. Contohnya, seperti dipaparkan laman Soltech, adalah calathea atau prayer plant dan anggrek.

Ada Yin dan Yang, ada pula tanaman sulit dan mudah dirawat. Sederet tanaman diketahui masuk kategori kedua, cocok bagi detikers yang sehari-hari menghabiskan sebagian besar waktu bekerja, tetapi berharap memperoleh kenyamanan kala kembali ke rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa saja? Yuk, simak deretan tanaman hias indoor yang mudah dirawat lagi bermanfaat!

Poin Utamanya:

ADVERTISEMENT
  • Setiap tanaman memiliki karakteristik berbeda. Ada yang mudah dirawat, ada pula yang membutuhkan perhatian khusus.
  • Di antara tanaman indoor mudah dirawat dan punya manfaat adalah lidah buaya, lidah mertua, dan bunga selayar putih.
  • Bagi yang menginginkan kesan unik, monstera dan sri rejeki adalah pilihan tepat untuk mengisi ruangan.

Rekomendasi Tanaman Hias Indoor yang Mudah Dirawat

Dirangkum dari The Guardian, The Spruce, dan Proven Winners, ini 8 tanaman hias indoor yang mudah dirawat:

1. Tanaman Laba-laba

Pertama, ada tanaman laba-laba alias spider plant. Nama uniknya merujuk pada bentuk dedaunan tanaman ini yang menyebar, lalu melengkung ke bawah, persis kaki laba-laba. Kombinasi warna hijau dan putih di daunnya terasa memanjakan mata.

Perawatannya terbilang mudah. detikers hanya perlu menyiram secara teratur saja. Namun, pastikan air yang digunakan tidak terlalu banyak agar kondisinya tetap lembap, bukan basah. Setiap beberapa tahun sekali, gantilah pot yang baru agar spider plant bertumbuh lebih besar.

2. Tanaman Ular

Bila sebelumnya ada tanaman laba-laba, maka ada pula tanaman ular/snake plant. Biasa dikenal dengan nama lidah mertua di Indonesia, tanaman satu ini berasal dari Afrika Barat. Ia mampu tumbuh hingga 1,2 meter, memberi nuansa hijau dan asri dalam ruangan.

Snake plant boleh dikatakan sebagai tanaman tahan banting. Bagaimana tidak, mereka mampu bertahan dalam rentang suhu ekstrem, dari 5 sampai 27 derajat Celcius. Tanaman ular juga bisa tumbuh dengan kondisi cahaya redup maupun rentang. Penyiraman jarang pun bukan masalah untuknya.

Selain mudah dirawat, snake plant diyakini mampu meningkatkan kualitas udara. Kemampuan ini disebabkan kinerja dedaunannya dalam menghilangkan alergen di udara. Sudah indah nan cantik, bermanfaat pula!

3. Bunga Selayar Putih

Tanaman ini, sesuai namanya, memiliki bunga berwarna putih bersih yang indah. Keelokan bunganya semakin dipercantik kehadiran spadiks atau kumpulan bunga-bunga kecil di bagian tengah. Warna kekuningannya tampak kontras dengan putih, membuatnya sedap dipandang.

Bunga selayar putih dikenal pula dengan nama peace lily. Ia merupakan simbol ketenangan. Keunggulannya terletak pada perawatan yang mudah dan adaptasi tinggi. detikers bahkan bisa meletakkan peace lily di kamar mandi untuk membantu memurnikan udara.

4. Lidah Buaya

Daftar tanaman hias tidak akan lengkap tanpa kehadiran lidah buaya alias Aloe vera. Tanaman ini dikenal luas karena khasiat gel daunnya untuk meredakan luka bakar maupun iritasi kulit. Penampilannya pun terbilang unik dengan duri menghiasi pinggir daun.

Daun tebal Aloe vera bukan hanya membuatnya tampak kokoh, tetapi juga berfungsi menyimpan air. Oleh karena itu, lidah buaya tidak memerlukan penyiraman intens. Mereka sangat cocok ditanam di pinggir ruangan, dekat jendela, agar mendapat sinar Matahari.

5. Tanaman Zebra

Apakah bentuknya seperti zebra yang berkeliaran di sabana-sabana Afrika? Tentu tidak! Namanya bersumber dari daun bermotif loreng putih yang tampak sejuk nan teduh. Tanaman zebra atau zebra plant berasal dari Afrika Selatan.

Kelebihan zebra plant adalah kemampuannya bertahan hidup di tempat-tempat sempit. detikers dapat menanamnya di pot kecil, lalu meletakkannya di atas meja kerja, meja makan, maupun bufet ruang tamu. Karena berjenis sukulen, tanaman zebra tidak butuh banyak penyiraman.

6. Monstera

Pilihan tanaman indoor lain yang mudah dirawat adalah monstera. Biasa dikenal sebagai swiss cheese plant, tanaman monster populer karena bentuk daunnya yang 'tidak lazim'.

Daun berwarna hijau tuanya memiliki bentuk hati. Tidak berhenti sampai di sana, seiring pertambahan usia, daun tersebut akan memunculkan lubang-lubang vertikal, membuatnya sekilas tampak seperti habis terkena serangan ulat.

Sebagai tanaman indoor, monstera cocok ditempatkan di dalam ruangan dengan pencahayaan terang tidak langsung. Tanaman ini dapat ditanam dalam pot yang dilengkapi penyangga atau ditempel di dinding agar pertumbuhannya lebih optimal. Perawatannya relatif mudah, cukup disiram secara teratur dan pastikan kelembapan ruangan terjaga agar daun tetap sehat dan segar.

7. Sirih Gading

Sirih gading atau nama luarnya pothos adalah tanaman yang bakal sering detikers temukan di dalam akuarium ikan. Ada juga yang meletakkannya di bagian atas, menempel ke boks filter. Daunnya berbentuk mirip hati dengan ujung meruncing dan pangkal membulat.

Kemampuan pothos bertahan di dalam ruangan membuatnya pilihan tepat untuk mendekorasi ruang keluarga. Mereka adaptif terhadap berbagai kondisi kelembapan dan pasokan cahaya. Namun, jangan coba-coba menempatkannya di bawah sinar langsung, ya. Daunnya bakal terbakar!

8. Sri Rejeki

Tanaman hias lain yang siap membantu memperindah bagian dalam ruangan sekaligus menyediakan tempat mata memandang sejenak untuk menghilangkan kekakuan adalah sri rejeki. Nama lainnya adalah chinese evergreen atau aglaonema.

Berbeda dengan adenium yang suka sinar langsung, sri rejeki justru lebih senang sinar tidak langsung atau bila pun langsung, intensitasnya rendah. Kondisi lain yang disenangi sri rejeki adalah tanah kering. Oleh karena itu, biarkan tanah mengering selama beberapa hari dahulu sebelum menyiramnya lagi.

Buat detikers yang menyusun rumah dengan pedoman fengsui, sri rejeki adalah pilihan tepat. Pasalnya, tanaman dengan daun bercorak ini dipercaya membawa keharmonisan, kedamaian, maupun keberuntungan, lho!

Nah, itulah 8 tanaman hias indoor yang mudah dirawat. Semoga membantu detikers dalam menjatuhkan pilihan, ya!

FAQ tentang Tanaman Hias Indoor

1. Tanaman apa yang cocok untuk pemula?

Di antara tanaman yang direkomendasikan untuk pemula adalah lidah mertua dan sirih gading karena mudah dirawat serta tidak rewel.

2. Apakah tanaman bisa hidup di ruangan ber-AC?

Beberapa tanaman bisa, utamanya yang menyenangi kondisi kering. Contohnya adalah tanaman-tanaman bertipe sukulen.

3. Tanaman apa yang cocok untuk kamar tidur?

Bunga selayar putih, sirih gading, tumbuhan laba-laba, dan pakis boston adalah beberapa tanaman yang tepat ditanam di dalam kamar.




(sto/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads