Tata Cara Sholat Nisfu Syaban Lengkap Sendiri dan Berjamaah

Tata Cara Sholat Nisfu Syaban Lengkap Sendiri dan Berjamaah

Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy - detikJateng
Senin, 02 Feb 2026 17:43 WIB
Sholat Sunnah Malam
Sholat Nisfu Syaban. (Foto: Michael Burrows/Pexels)
Solo -

Sholat Nisfu Syaban merupakan sholat sunnah yang dianjurkan pada malam pertengahan bulan Syaban. Meskipun pelaksanaannya bersifat sunnah, sholat ini memiliki tata cara yang jelas baik bagi yang melakukannya secara sendiri maupun berjamaah. Dengan memahami langkah-langkahnya, ibadah ini dapat dilakukan dengan khusyuk dan tertib.

Bagi yang melaksanakan sendiri di rumah maupun masjid, niat sholat, bacaan surat, rukuk, sujud, dan salam diulang sebanyak dua rakaat. Sedangkan bagi yang berjamaah di masjid atau rumah, terdapat perbedaan niat antara imam dan makmum, tetapi secara umum urutan gerakan tetap sama. Hal ini memastikan semua jamaah mengikuti imam dengan tertib dan sesuai sunnah.

Berikut adalah tata cara sholat Nisfu Syaban secara lengkap, baik untuk yang melaksanakan sendiri maupun berjamaah, mulai dari niat, bacaan surat, gerakan sholat, hingga doa penutup malam Nisfu Syaban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hukum Mengerjakan Sholat Nisfu Syaban

Sholat Nisfu Syaban merupakan sholat sunnah yang dilakukan pada malam pertengahan bulan Syaban. Menurut laman NU Online, hukum pelaksanaannya masih diperselisihkan di kalangan ulama, sehingga ada perbedaan pandangan mengenai keutamaan dan pelaksanaannya. Sholat ini termasuk salah satu amalan yang dikaitkan dengan fadhailul amal, yakni amal-amal sunnah yang dianjurkan untuk menambah pahala.

ADVERTISEMENT

Dilansir dari laman NU Online, beberapa ulama berpendapat bahwa sholat Nisfu Syaban termasuk bidah dan tidak disyariatkan. Contohnya, Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu Syarh al-Muhazzab menyebut bahwa sholat seperti Nisfu Syaban dan Raghaib termasuk bidah yang dicela. Pendapat ini muncul karena dasar riwayat yang digunakan dianggap tidak kuat atau tidak sah sehingga tidak menjadi ibadah yang dianjurkan secara syari.

Di sisi lain, sebagian ulama membolehkan atau menganjurkan sholat ini karena ada riwayat yang menunjukkan bahwa para salaf melakukan amalan pada malam Nisfu Syaban, meskipun derajat haditsnya lemah. Misalnya, Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin menyebutkan bahwa sholat pada malam pertengahan bulan Syaban termasuk amalan salih yang dapat menambah keutamaan ibadah. Perbedaan ini muncul karena ulama menilai kualitas hadits secara berbeda; ada yang menganggap masih bisa diamalkan untuk keutamaan, sedangkan yang lain menilai tidak sah sehingga dianggap bidah.

Karena adanya perbedaan pendapat, umat Islam dianjurkan untuk tidak saling menyalahkan dan bersikap toleran terhadap praktik amalan ini. Bagi yang ragu, disarankan melakukan sholat sunnah malam secara umum tanpa mengkhususkan niat pada Nisfu Syaban. Dengan demikian, sholat Nisfu Syaban bisa diamalkan sebagai fadhailul amal bagi yang mengikuti pendapat yang membolehkan, sementara yang merasa ragu tetap berada dalam ketentuan syariat.

Niat Sholat Nisfu Syaban

Berikut adalah niat sholat Nisfu Syaban yang dilansir laman BAZNAS.

1. Niat sholat Nisfu Syaban sendiri

أصَلَّى سُنْةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

Usholli sunnatan nisfu syakbaana rakataini lillahi taala.

"Saya berniat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah Taala."

2. Niat sholat Nisfu Syaban berjamaah

Bagi yang menunaikan sholat Nisfu Syaban secara berjamaah, niat berbeda tergantung posisi, sebagai imam atau makmum:

a. Sebagai Imam

أَصَلَّى سُنْةَ بَصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

Ushalli sunnata Nishfi Syaban rakataini imaman lillahi taala.

"Aku berniat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat sebagai imam karena Allah Taala."

b. Sebagai Makmum

أَصَلَّى سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

Ushalli sunnata Nishfi Syaban rakataini mamuman lillahi taala.

"Aku berniat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat sebagai makmum karena Allah Taala."

Tata Cara Sholat Nisfu Syaban

Sholat Nisfu Syaban dilakukan dua rakaat dan satu salam, mirip dengan sholat sunnah lainnya seperti dhuha atau tahajud. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Membaca niat sholat Nisfu Syaban yang sesuai.
  2. Melakukan Takbiratul Ihram.
  3. Membaca doa Iftitah (disunahkan).
  4. Membaca surat Al-Fatihah.
  5. Membaca surat pendek, dianjurkan Al-Kafirun pada rakaat pertama.
  6. Rukuk sambil membaca doa rukuk.
  7. Bangkit ke Itidal, membaca doa Itidal.
  8. Sujud pertama, membaca doa sujud.
  9. Duduk di antara dua sujud, membaca doa duduk.
  10. Sujud kedua.
  11. Berdiri untuk rakaat kedua.
  12. Membaca Al-Fatihah.
  13. Membaca surat pendek, dianjurkan Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
  14. Rukuk dengan doa rukuk.
  15. Itidal dengan doa Itidal.
  16. Sujud pertama, membaca doa sujud.
  17. Duduk di antara dua sujud, membaca doa duduk.
  18. Sujud kedua.
  19. Duduk tahiyat akhir.
  20. Menutup dengan salam ke kanan dan kiri.

Setelah menunaikan sholat Nisfu Syaban, detikers bisa menutupnya dengan doa malam Nisfu Syaban berikut:

اللَّهُمَ يَاذَا الْمَنْ وَلَا يُمَنْ عَلَيْكَ يَاذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَاذَا الطَّوْلِ والإنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْت َ ظَهَرَ اللأَجِينَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيرِينَ وَآمَانَ الخَائِفِينَ

Allaahumma yaa dzal manni walaa yumannu alaika ya dzal jalaali wal ikraam, Yaa dzath thauli wal in aam laa ilaaha illaa anta, dhahrul laajiin, Wa jaarul Mustajiiriin, Wa amaanul khaa ifiin.

اَللّٰهُمَّ اِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِى عِنْدَكَ فِيْ اُمِّ اْلكِتَابِ شَقِيًّا اَوْ مَحْرُوْمًا اَوْ مَطْرُوْدًا اَوْ مُقْتَرًّا عَلَىَّ فِى الرِّزْقِ فَامْحُ

Allahumma in kunta katabta nii indaka fii ummil kitaabi syaqiyyan aw mahruuman aw mathruudan aw muqtarran alayya fir rizqi famhu.

اَللّٰهُمَّ بِفَضْلِكَ فِيْ اُمِّ اْلكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَاِقْتَارَ رِزْقِي وَاَثْبِتْنِىْ عِنْدَكَ فِي اُمِّ اْلكِتَابِ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ

Allaahumma bi fadllika syaqaawatii wa hirmaanii wa thardii waq titaari rizqii wa ats-bitnii indaka fii ummil kitaabi sa iidan marzuuqan muwaf faqal lil khairaat.

فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ اْلحَقُّ فِى كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُوْ اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ اُمُّ اْلكِتَابِ

Fa innaka qulta wa qaulta wa qaulukal haqqu fii kitaabikal munazzali alaa nabiyyikal mursali, yamhul laahumaa yasyaa u wa yutsbitu wa indahuu ummul kitaabi.

اِلٰهِيْ بِالتَّجَلِّى اْلاَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍ وَ يُبْرَمُ اِصْرِفْ عَنِّيْ مِنَ اْلبَلاَءِ مَا اَعْلَمُ وَمَا لاَ اَعْلَمُ وَاَنْتَ عَلاَّمُ اْلغُيُوْبِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Ilaahii bittajallil Aadhami fii lailatin nishfi min syahri syabaanil mukarramil latii yufraqu fiihaa kullu amrin hakiim wa yubram ishrif annii minal balaa i maa alamu wa maa laa alam wa anta allaamul ghuyuubi birahmatika yaa arhamar raahimiin.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Wa sallallaahu alaa sayyidinaa Muhammadiw wa alaa aalihii wa sahbihi wa sallama.

Artinya:

"Ya Allah Tuhanku, wahai Yang memiliki anugerah dan tiada yang memberi anugerah kepada-Mu, wahai Yang mempunyai keagungan dan kemuliaan, wahai yang mempunyai kekuasaan dan yang memberi nikmat, tiada Tuhan yang berhak di sembah kecuali Engkau, tempat bernaung bagi orang-orang yang mengungsi, tempat berlindung bagi orang-orang yang memohon perlindungan dan tempat yang aman bagi orang-orang yang ketakutan.

Ya Allah Tuhanku, jika Engkau telah menetapkan diriku di dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuz) yang berada di sisi-Mu sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir atau disempitkan rezekinya sudilah kiranya Engkau menghapuskan.

Ya Allah Tuhanku, berkat karunia-Mu apa yang ada dalam Ummul Kitab yaitu perihal diriku sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir dan sempit rezeki. Dan sudilah kiranya Engkau menetapkan di dalam Ummul Kitab yang ada di sisi-Mu agar aku menjadi orang yang berbahagia, mendapat rezeki yang banyak lagi beroleh kesuksesan dalam segala kebaikan. karena sesungguhnya Engkau telah berfirman di dalam kitab-Mu dan firman-Mu adalah benar yang diturunkan melalui lisan Nabi yang Engkau utus,

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan, dan di sisi-Nya ada Ummul Kitab.

Ya Tuhanku, Berkat penampilan yang maha besar (dari rahmat-Mu) pada malam pertengahan bulan syaban yang mulia ini diperincikanlah segala urusan yang ditetapkan dengan penuh kebijaksanaan. Sudilah kiranya Engkau menghindarkan diriku dari segala bencana yang aku ketahui dan yang tidak ku ketahui serta yang lebih Kau ketahui (dari diriku), dan Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib, berkat rahmat-Mu wahai yang maha penyayang di antara para penyayang.

Dan semoga Allah melimpahkan rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya, semoga Dia melimpahkan salam sejahtera (kepada mereka)."

Waktu Sholat Nisfu Syaban

detikers, berikut adalah waktu pengerjaan dari sholat Nisfu Syaban.

1. Setelah Sholat Isya

Sholat Nisfu Syaban bisa dilakukan mulai setelah sholat Isya pada malam tanggal 14 Syaban. Waktu ini merupakan awal malam dan banyak digunakan untuk memulai ibadah sunnah seperti tahajud dan lain-lain.

2. Tengah Malam

Waktu tengah malam (sekitar pukul 12 malam hingga sekitar pukul 2 dini hari) dianggap lebih utama untuk melaksanakan sholat Nisfu Syaban karena suasananya lebih hening dan tenang, sehingga membantu khusyuk dalam ibadah.

3. Sepertiga Malam Terakhir

Ini adalah waktu paling utama untuk melaksanakan sholat sunnah termasuk sholat Nisfu Syaban. Pada sepertiga malam terakhir (sekitar pukul 2 sampai menjelang Subuh), Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba‑Nya dengan penuh kasih sayang.

4. Menjelang Subuh

Waktu terakhir untuk mengerjakan sholat Nisfu Syaban adalah sebelum waktu Subuh. Bagi yang belum sempat beribadah sebelumnya, waktu ini tetap dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan sholat sunnah dan berdoa.

Demikianlah panduan lengkap mengenai sholat Nisfu Syaban, baik secara sendiri maupun berjamaah, beserta niat, tata cara, dan doa yang disunnahkan. Meskipun termasuk ibadah sunnah, melaksanakannya dengan tertib dan khusyuk pada malam pertengahan bulan Syaban dapat menjadi momen spiritual yang membawa keberkahan, pengampunan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga panduan ini memudahkan umat Islam dalam menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.

Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(sto/sto)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads