Sholat Tasbih merupakan satu dari sekian banyak amalan yang dapat dikerjakan pada malam Nisfu Syaban. Ibadah ini dikerjakan sebanyak 4 rakaat 1 salam atau 4 rakaat 2 salam, tergantung waktunya.
Disadur dari buku Kitab Lengkap Panduan Shalat tulisan M Khalilurrahman Al-Mahfani Ma dan Abdurrahim Hamdi MA, para ulama berbeda pendapat mengenai hukum sholat Tasbih. Ibnu Mubarak dan sejumlah ulama Syafi'iyyah menyebut hukumnya sunnah.
Di sisi lain, ulama-ulama Hanabilah mengatakan hadits landasan sholat Tasbih tidak shahih. Kendati begitu, sholat ini dapat didirikan karena termasuk fadahilul a'mal. Hukumnya tidak sampai sunnah, melainkan sebatas boleh saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkata Syaikh al-Utsaimin: "Para ulama berselisih pendapat tentang sholat Tasbih dalam perkara keshahihan haditsnya dan perkara mengamalkannya. Ada sebagian mereka menshahihkan haditsnya, menghasankannya, melemahkannya, dan ada pula yang mengatakan hadits tersebut palsu." (Majmu Fatawa wa Rasailul Utsaimin 24/325)
Terlepas dari hukumnya, sebagian ulama menganjurkan umat Islam untuk mengerjakan sholat ini pada malam Nisfu Syaban. Berhubung malam istimewa itu telah dekat, pelajari niat beserta tata cara sholat Tasbih via uraian berikut, yuk!
Poin Utamanya:
- Hadits dasar sholat Tasbih diperselisihkan ulama derajatnya. Karena itu, ada yang menyunnahkan, membolehkan, atau bahkan melarang sholat ini.
- Sholat Tasbih bebas dikerjakan kapan saja, termasuk pada malam Nisfu Syaban.
- Sholat Tasbih memiliki total 4 rakaat. Bila dikerjakan malam hari, Imam an-Nawawi menyebut lebih baik 2 rakaat salam-2 rakaat salam. Tiap rakaatnya berisi 75 kali pembacaan tasbih.
Niat Sholat Tasbih
Sebagaimana telah disebut sebelumnya, sholat Tasbih dikerjakan dengan total 4 rakaat. Namun, metodenya berbeda. Pertama, 4 rakaat dengan 2 kali salam. Kedua, 4 rakaat dengan 1 kali salam.
Bagi detikers yang mengikuti pendapat sunnahnya melafalkan niat, bacaannya pun turut berbeda. Diambil dari Buku Praktis Ibadah tulisan Irwan dan Ahmad Jafar, begini lafalnya untuk sholat Tasbih 2 rakaat:
أَصَلَّى سُنَّةَ التَّسْبِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Ushallī sunnatat-tasbīḥ rak'ataini mustaqbilal-qiblati lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Saya niat sholat sunnah Tasbih 2 rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."
Adapun untuk sholat Tasbih yang langsung dikerjakan 4 rakaat, lafal niatnya:
أُصَلَّى سُنَّةَ التَّسْبِيحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Ushallī sunnatat-tasbīḥ arba'a raka'ātin mustaqbilal-qiblati lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Saya niat sholat sunnah Tasbih empat rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."
Sebagai catatan, mengucapkan niat bukan kewajiban. Sebab, letak asal niat adalah di hati. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat pun diketahui tidak melafalkannya.
Tata Cara Sholat Tasbih
Sesuai namanya, sholat Tasbih memiliki ciri khas berupa puluhan tasbih yang dibaca dalam 1 rakaat. Menurut hadits riwayat Ibnu Abbas, jumlah tasbih per rakaat sholat Tasbih adalah 75. Artinya, dalam 4 rakaat, terdapat total 300 tasbih.
Ini bunyi hadits yang menjadi landasan sholat Tasbih, diambil dari buku Panduan Sholat Rosulullah oleh Imam Abu Wafa:
يَا عَبَّاسُ، يَا عَمَّاهُ، أَلَا أُعْطِيكَ، أَلَا أَمْنَحُكَ، أَلَا أَحْبُوكَ ، أَلَا أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ : أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ، خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ، صَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ، سِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ ؟ عَشْرَ خِصَالٍ : أَنْ تُصَلِّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ، تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةٌ، فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ : سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً، ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعُ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ، فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةٌ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةٌ، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمُرِكَ مَرَّةٌ
Artinya: "Wahai Abbas, wahai paman maukah saya beritahu, berikan sesuatu, hadiahkan yang istimewa untukmu. saya ajari sepuluh kebaikan yang jika engkau amalkan maka Allah akan mengampuni dosamu yang pertama dan yang terakhir, dosa dahulu maupun yang sekarang. kesalahan dan dosa yang disengaja, dosa kecil dan dosa besar, dosa yang nampak atau yang tersembunyi, sepuluh kebaikan itu ialah engkau shalat empat rakaat, tiap satu rakaat kamu membaca alfatihah dan surat', Jika kamu selesai membaca pada rakaat pertama sedang dalam keadaan berdiri (sebelum ruku) maka bacalah subhanallah walhamdulillah wala ilaaha illallah, allahu akbar sebanyak 15 kali, saat kamu rukuk bacalah sebanyak 10 kali, ketika kamu itidal bacalah 10 kali, ketika kamu sujud bacalah 10 kali, ketika kamu duduk diantara dua sujud bacaan 10 kali, saat sujud kembali bacalah 10 kali, ketika kamu bangun bacalah 10 kali, semua itu berjumlah 75 kali, Jika kamu mampu shalat sekali dalam sehari maka lakukanlah, Jika kamu tidak mampu maka dalam setiap Jumat sekali, Jika kamu tidak mampu maka dalam satu bulan sekali, Jika kamu tidak mampu juga maka dalam setahun sekali, Jika kamu tidak mampu maka dalam seumur hidupmu sekali (HR Abu Dawud no 1297 dan Ibnu Majah no 1387)
Berdasarkan hadits di atas, maka tata cara sholat Tasbih adalah:
- Berniat.
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa Iftitah.
- Membaca surat al-Fatihah.
- Membaca surat pilihan.
- Membaca tasbih 'Subhaanallaah wal hamdulillaah wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar' sebanyak 15 kali.
- Rukuk. Sebelum bangun, baca lagi tasbih sebanyak 10 kali.
- Iktidal. Sebelum turun sujud, baca lagi tasbih sebanyak 10 kali.
- Sujud. Sebelum bangun, baca tasbih 10 kali.
- Duduk di antara dua sujud. Sebelum sujud kedua, baca lagi tasbih 10 kali.
- Sujud kedua. Sebelum bangun, baca tasbih 10 kali.
- Sebelum bangkit ke rakaat kedua, dalam posisi duduk, baca kembali tasbih 10 kali.
- Kerjakan rakaat kedua dan seterusnya dengan cara yang sama.
Sholat Tasbih 2 rakaat salam 2 rakaat salam dilakukan pada malam hari. Adapun untuk sholat Tasbih siang hari, dibebaskan langsung 4 rakaat salam atau 2 rakaat-2 rakaat. Ini adalah pendapat Imam an-Nawawi:
فإن صلى ليلاً فأحبّ إليّ أن يسلّم في ركعتين؛ وإن صلّى نهاراً، فإن شاء سلّم، وإن شاء لم يسلم
Artinya: "Bila sholat dilakukan di malam hari maka lebih kusukai bila bersalam dalam dua rakaat. Namun bila di siang hari maka bila mau bersalam (pada dua rakaat) dan bila mau maka tidak bersalam (di dua rakaat)." (Al-Adzkar)
Demikian pembahasan ringkas mengenai sholat Tasbih yang dianjurkan sejumlah ulama untuk malam Nisfu Syaban. Semoga bermanfaat!
FAQ tentang Sholat Tasbih Malam Nisfu Syaban
1. Apakah sholat Tasbih dikhususkan untuk malam Nisfu Syaban?
Tidak. Hadits Ibnu Abbas hanya memberikan anjuran untuk rutin mengerjakannya. Sebisa mungkin 1 kali sehari atau paling tidak seumur hidup sekali.
2. Kapan malam Nisfu Syaban?
Tahun ini, tanggal 15 Syaban bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026. Alhasil, malam Nisfu Syaban-nya dimulai pada Senin malam, 2 Februari 2026.
3. Sholat Tasbih malam Nisfu Syaban dilakukan setelah sholat apa?
Ada yang menyarankan sholat Tasbih dikerjakan setelah sholat Isya sebelum sholat Subuh. Namun, ada pula yang menyebut pelaksanaannya setelah sholat Maghrib.
