5 Amalan Malam Nisfu Syaban 2026 yang Sebaiknya Dilakukan Umat Islam

5 Amalan Malam Nisfu Syaban 2026 yang Sebaiknya Dilakukan Umat Islam

Nur Umar Akashi - detikJateng
Senin, 02 Feb 2026 12:37 WIB
Ilustrasi mengerjakan amal kebaikan
Ilustrasi berdzikir, salah satu amalan malam Nisfu Syaban. Foto: Fuad Hasim/detikcom
Solo -

Malam ini merupakan malam mulia bagi umat Islam karena telah memasuki malam 15 Syaban 1447 H yang bertepatan dengan malam Nisfu Syaban. Terdapat sejumlah amalan mulia yang sebaiknya dikerjakan seorang muslim.

Dilihat dari Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 rilisan Kementerian Agama, tanggal 15 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026. Berdasar acuan itu, malam Nisfu Syaban 2026 dimulai pada Senin, 2 Februari 2026 malam hari.

Apa keistimewaan malam Nisfu Syaban? Menurut penjelasan dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Lampung, terdapat hadits dari Mu'adz bin Jabar bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

يَطَّلِعُ اللهُ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ اِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Artinya: "Allah SWT melihat kepada semua makhluk-Nya pada malam pertengahan bulan Syaban, maka Dia memberi ampunan pada semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan (dengan saudaranya)."

ADVERTISEMENT

Dengan landasan hadits di atas, sejumlah ulama menganjurkan umat Islam untuk mengisi malam Nisfu Syaban dengan beramal. Apa saja amalannya? Berikut penjelasan dan dalilnya.

Poin Utamanya:

  • Malam Nisfu Syaban 2026 bertepatan dengan Senin malam, 2 Februari 2026.
  • Pada malam ini, Allah SWT akan mengampuni dosa makhluk-makhluk-Nya.
  • Di antara amalan untuk mengisi malam Nisfu Syaban adalah mengerjakan sholat sunnah, membaca Al-Quran, dan berdzikir.

Amalan Malam Nisfu Syaban 2026

1. Memanjatkan Doa

Diambil dari buku Malam Nishfu Sya'ban oleh Hanif Luthfi Lc MA, Ibnu Umar radhiyallahu anhu pernah berkata:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: خَمْسُ لَيالٍ لا يُرَدُّ فِيهِنَّ الدُّعَاءُ: لَيْلَةُ الْجُمُعَةِ، وَأَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبَ، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، وَلَيْلَةُ الْعِيدِ وَلَيْلَةُ النَّحْرِ

Artinya: "Dari Ibnu Umar berkata, '5 malam yang mana doa tidak akan ditolak; malam Jumat, malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Syaban, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha."

Lantas, doa apa yang sebaiknya dibaca? detikers boleh-boleh saja berdoa sesuai hajat masing-masing. Bisa pula membaca lafal-lafal doa dari para nabi yang diabadikan Allah SWT dalam Al-Quran.

2. Mengerjakan Sholat Sunnah

Sholat sunnah yang dimaksud di sini bersifat umum. Artinya, detikers boleh menunaikan sholat Istikharah, sholat Hajat, sholat Tobat, hingga sholat Tahajud, sebagaimana juga hari-hari lain. Tentu saja, tanpa pengkhususan.

Bukankah ada amalan sholat Nisfu Syaban? Para ulama berbeda pandangan mengenai sholat ini. Imam al-Ghazali dan Syaikh Abdul Qadir al-Jilani menganjurkannya. Di sisi lain, Imam an-Nawawi menentang keras.

Diambil dari buku Ensiklopedi Amalan Sunnah di Bulan Hijriyah tulisan Abu Ubaidah Yusuf dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa, Imam an-Nawawi berkata:

"Sholat yang dikenal dengan sholat Raghaib 12 rakaat antara Maghrib dan Isya awal malam Jumat bulan Rajab serta sholat malam Nisfu Syaban seratus rakaat, termasuk bidah mungkar dan jelek. Janganlah tertipu dengan disebutnya kedua sholat tersebut dalam kitab Qutul Qulub dan Ihya' Ulumuddin. Jangan tertipu pula oleh hadits yang termaktub pada kedua kitab tersebut. Sebab, seluruhnya merupakan kebatilan." (Al-Majmu' Syarh Muhadzdzab 3/549)

3. Membaca Sholawat

Bersholawat atas Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam membuat seseorang mendapat banyak manfaat. Oleh karena itu, malam Nisfu Syaban dapat diisi amal ini. Sekali lagi, tanpa meyakini adanya keutamaan khusus.

Dikutip dari laman resmi Muhammadiyah Kota Semarang, begini bacaan Arab, Latin, dan arti sholawat:

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَالِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ. إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Arab Latin: Allahumma shalli 'alā Muḥammadin wa 'alā āli Muḥammad kamā shallaita 'alā Ibrāhīma wa 'alā āli Ibrāhīm, wa bārik 'alā Muḥammadin wa 'alā āli Muḥammad kamā bārakta 'alā Ibrāhīma wa 'alā āli Ibrāhīm. Innaka ḥamīdun majīd.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah kemurahan-Mu kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Kau telah limpahkan kepada Ibrahim dan keluarganya. Berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Kau telah berkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau yang Maha Terpuji dan Maha Mulia."

4. Membaca Al-Quran

Sama seperti amal-amal sebelumnya, membaca Al-Quran sejatinya tidak dikhususkan untuk malam Nisfu Syaban saja, tetapi juga waktu-waktu lain. Membacanya pada malam Nisfu Syaban pun tidak mengapa. Insya Allah, akan diberi pahala berlimpah.

Amalan membaca Al-Quran diketahui banyak dilakukan kaum salaf pada bulan Syaban secara umum. Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid dalam bukunya, 32 Faedah Terkait Bulan Syakban, menulis:

"Kaum Salaf memfokuskan waktu dan diri mereka untuk membaca al-Qur'an di bulan Syakban," dikutip pada Jumat (23/1/2026).

5. Membasahi Lisan dengan Dzikir

Umat Islam dapat memanfaatkan malam Nisfu Syaban untuk banyak berdzikir mengingat Allah SWT. Sesuai janji-Nya, Allah SWT tidak akan melupakan hambanya yang senantiasa berdzikir, baik dalam keadaan senang maupun susah.

Berkata Syaikh al-Mubarakfuri:

وَهَذِهِ الْأَحَادِيْثُ كُلُّهَا تَدُلُّ عَلَى عَظِيمٍ خَطَرٍ لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ وَجَلَالَةِ شَأْتِهَا وَقَدْرِهَا وَأَنَّهَا لَيْسَتْ كَاللَّيَالِي الأُخرِ فَلَا يَنْبَغِي أَنْ يُغْفَلَ عَنْهَا بَلْ يُسْتَحَبُّ إِحْيَاءُهَا بِالْعِبَادَةِ وَالدُّعَاءِ وَالذِّكْرِ وَالْفِكْر

Artinya: "Hadits-hadits ini secara keseluruhan menunjukkan keagungan malam Nisfu Syaban, dan malam tersebut tidak sama dengan malam-malam yang lain. Dan dianjurkan untuk tidak melupakannya, bahkan dianjurkan untuk menghidupinya dengan ibadah, doa, dzikir dan tafakkur." (Syarah Misykat al-Mashabih 4/341)

Nah, itulah 5 amalan malam Nisfu Syaban 2026 yang bisa detikers amalkan. Semoga bermanfaat!

FAQ tentang Malam Nisfu Syaban

1. Malam Nisfu Syaban 2026 hari apa?

Malam istimewa ini dimulai pada saat Matahari terbenam hari Senin, 2 Februari 2026.

2. Amalan apa saja untuk malam Nisfu Syaban?

Nabi Muhammad SAW tidak menyebut amalan khusus. Umat Islam bisa mengerjakan pelbagai amal ketaatan secara umum.

3. Apakah malam Nisfu Syaban valid memiliki keutamaan?

Para ulama memang berbeda pendapat. Di samping itu, banyak hadits lemah maupun palsu yang beredar. Namun, ada 1 hadits hasan yang bisa dijadikan patokan mengenai keutamaannya.




(par/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads