Sholat Nisfu Syaban Berapa Rakaat? Ini Tata Cara dan Hukumnya

Sholat Nisfu Syaban Berapa Rakaat? Ini Tata Cara dan Hukumnya

Anindya Milagsita - detikJateng
Senin, 02 Feb 2026 12:15 WIB
Ilustrasi seorang laki-laki sedang sholat tahajud
Ilustrasi sholat Nisfu Syaban. (Foto: freepik/Freepik)
Solo -

Untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban, ada kaum muslim yang berlomba-lomba mengerjakan sholat sunnah di waktu tersebut. Pengerjaan sholat Nisfu Syaban bisa diniatkan untuk sholat sunnah Mutlak maupun Tasbih. Lantas, berapa rakaat sholat Nisfu Syaban?

Sebagian besar pengerjaan sholat Nisfu Syaban dikerjakan pada malam harinya. Menurut buku 'Ensiklopedia Islam: Mengenal Hujjatul Islam Hingga Mengenal Mukimin Jawi' tulisan Hafidz Muftisany, Nisfu Syaban adalah pertengahan bulan Syaban. Malam Nisfu Syaban adalah malam tanggal 15 Syaban.

Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai waktu yang penuh keutamaan bagi kaum muslim. Sebab, pada malam tersebut Allah SWT senantiasa memperhatikan setiap makhluk-Nya. Sebagaimana diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal r.a. yang berkata Rasulullah SAW pernah bersabda:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT memperhatikan seluruh makhluk-Nya, Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR. Thabrani, Daruquthni, Baihaqi, dan Ibnu Hibban)

Mengingat malam Nisfu Syaban menjadi waktu yang penuh keistimewaan, maka kaum muslim dapat mengisinya dengan mengerjakan amalan baik yang ditujukan kepada Allah SWT. Termasuk mengerjakan sholat Nisfu Syaban. Lantas, berapa rakaat sholat Nisfu Syaban? Berikut panduan mengerjakannya.

ADVERTISEMENT

Poin Utamanya:

  • Hukum sholat Nisfu Syaban masih diperselisihkan ulama, sebagian menganjurkan berdasarkan praktik tabi'in, sementara lainnya menilai tidak ada dalil kuat dari Rasulullah SAW sehingga dianggap bid'ah bila dikhususkan.
  • Tidak ada ketentuan baku jumlah rakaat sholat Nisfu Syaban, namun sebagian ulama menganjurkan mengisinya dengan sholat tasbih atau sholat sunnah mutlak yang dikerjakan dua rakaat satu salam.
  • Amalan yang paling aman adalah ibadah sunnah mutlak, seperti sholat yang tidak dikhususkan pada waktu maupun sebab tertentu.

Apa Hukum Mengerjakan Sholat Nisfu Syaban?

Mengenai hukum pengerjaan sholat Nisfu Syaban terdapat perbedaan pandangan di kalangan para ulama. Ada yang menganjurkannya berlandaskan kebiasaan di zaman tabi'in. Namun, ada juga yang tidak memperkenankannya karena dianggap bulan berasal dari contoh Rasulullah SAW.

Masih mengacu dari buku yang sama, ada sebuah riwayat yang menerangkan tentang anjuran mengerjakan sholat Nisfu Syaban. Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu yang berkata:

Ψ₯ِذَا ΩƒΩŽΨ§Ω†ΩŽΨͺΩ’ Ω„ΩŽΩŠΩ’Ω„ΩŽΨ©Ω Ψ§Ω„Ω†Ω‘ΩŽΨ΅Ω’ΩΩ مِنْ Ψ΄ΩŽΨΉΩ’Ψ¨ΩŽΨ§Ω†ΩŽ ΩΩŽΩ‚ΩΩˆΩ…ΩΩˆΨ§ Ω„ΩŽΩŠΩ’Ω„ΩŽΩ‡ΩŽΨ§ΨŒ ΩˆΩŽΨ΅ΩΩˆΩ…ΩΩˆΨ§ Ω†ΩŽΩ‡ΩŽΨ§Ψ±ΩŽΩ‡ΩŽΨ§ ، فَΨ₯ΩΩ†Ω‘ΩŽ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡ΩŽ ΩŠΩŽΩ†Ω’Ψ²ΩΩ„Ω ΩΩΩŠΩ‡ΩŽΨ§ Ω„ΩΨΊΩΨ±ΩΩˆΨ¨Ω Ψ§Ω„Ψ΄Ω‘ΩŽΩ…Ω’Ψ³Ω Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ‰ Ψ³ΩŽΩ…ΩŽΨ§Ψ‘Ω Ψ§Ω„Ψ―Ω‘ΩΩ†Ω’ΩŠΩŽΨ§ΨŒ ΩΩŽΩŠΩŽΩ‚ΩΩˆΩ„Ω : Ψ£ΩŽΩ„ΩŽΨ§ مِنْ مُسْΨͺΩŽΨΊΩ’ΩΩΨ±Ω Ω„ΩΩŠ ΩΩŽΨ£ΩŽΨΊΩ’ΩΩΨ±ΩŽ Ω„ΩŽΩ‡Ω ؟ Ψ£ΩŽΩ„ΩŽΨ§ مُسْΨͺΩŽΨ±Ω’Ψ²ΩΩ‚Ω ΩΩŽΨ£ΩŽΨ±Ω’Ψ²ΩΩ‚ΩŽΩ‡Ω ؟ Ψ£ΩŽΩ„ΩŽΨ§ مُبْΨͺΩŽΩ„Ω‹Ω‰ ΩΩŽΨ£ΩΨΉΩŽΨ§ΩΩΩŠΩŽΩ‡Ω ؟ Ψ£ΩŽΩ„ΩŽΨ§ ΩƒΩŽΨ°ΩŽΨ§ ؟ Ψ£ΩŽΩ„ΩŽΨ§ ΩƒΩŽΨ°ΩŽΨ§ ؟ حَΨͺΩ‘ΩŽΩ‰ ΩŠΩŽΨ·Ω’Ω„ΩΨΉΩŽ Ψ§Ω„Ω’ΩΩŽΨ¬Ω’Ψ±Ω

"Apabila sudah sampai pertengahan bulan Sya'ban maka berdirilah sholat. Pada malam harinya dan berpuasa pada siang harinya Sesungguhnya Allah turun pada pertengahan bulan tersebut saat tenggelam matahari ke langit dunia, lalu berfirman Adakah yang meminta ampun kepadaku niscaya Aku akan mengampuninya, Adakah yang meminta rezeki kepadaku, niscaya Aku akan memberinya, Adakah yang sakit niscaya Aku akan menyehatkannya dan sebagainya hingga terbit fajar." (HR. Ibnu Majah nomor 1388, hadis dhaif jiddan atau maudhu)

Sementara itu, menukil dari buku 'Mudah Belajar Aqidah Islam' tulisan Abu Hilyah, terdapat sejumlah ibadah yang dianggap bid'ah atau tidak sesuai contoh dari Rasulullah SAW. Beberapa ibadah yang dimaksud adalah mengkhususkan hari Nisfu Syaban dengan amalan tertentu. Entah itu berpuasa atau mengerjakan sholat.

Sejatinya, sholat dan berpuasa adalah ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Namun, saat dikhususkan di waktu-waktu tertentu, perlu dalil yang kuat untuk bisa menjadikannya sebagai amalan yang disyariatkan. Wallahu a'lam.

Berapa Rakaat Sholat Nisfu Syaban?

Menukil dari buku '71 Doa Harian: Disertai Doa-doa Ibadah Lengkap' oleh KHM Yusuf Chudlori, malam Nisfu Syaban bisa diisi dengan melakukan sholat tasbih. Sholat tasbih di malam Nisfu Syaban umumnya dilakukan dalam jumlah empat rakaat dengan cara dua rakaat satu kali salam sebanyak dua kali.

Adapun tata cara pengerjaannya serupa dengan sholat sunnah pada umumnya. Namun, ada bacaan surat pendek yang dianjurkan untuk dibaca saat mengerjakan sholat ini. Bacaan pendek yang dimaksud adalah Surat Al-Kafirun di rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlas di rakaat selanjutnya.

Sementara itu, mengingat ada sebagian jumhur ulama yang berpendapat sholat Nisfu Syaban termasuk ibadah bid'ah yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW secara langsung. Untuk itu, kaum muslim yang ingin mengisinya dengan amalan sunnah, maka bisa mengerjakan ibadah secara mutlak.

Sebab, ibadah mutlak biasanya bisa dikerjakan kapan saja tanpa dikhususkan pada waktu maupun sebab tertentu. Termasuk sholat sunnah Mutlak. Menukil dari buku 'Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW' karya Ustadz Arif Rahman, sholat Sunnah Mutlak bisa dikerjakan dalam jumlah rakaat yang tidak terbatas.

Kendati begitu, pengerjaannya juga perlu dilakukan dalam jumlah dua rakaat satu kali salam. Sama halnya dengan sholat Tasbih, pada pengerjaan sholat Mutlak dianjurkan membaca surat pendek berupa Al-Kafirun dan Al-Ikhlas.

Tata Cara Sholat Nisfu Syaban

Sejatinya, pengerjaan sholat sunnah Tasbih atau Mutlak di malam Nisfu Syaban memiliki gerakan maupun bacaan doa yang sama dengan sholat fardhu serta sunnah lainnya. Hal yang membedakannya adalah bacaan niat, jumlah rakaat, dan rakaat yang dianjurkan.

Kemudian, pada pengerjaan sholat sunnah Tasbih dianjurkan memperbanyak bacaan tasbih. Menurut buku 'Risalah Shalat Sunnah' tulisan Syamsul Rijal Hamid, bacaan tasbih diamalkan pada saat-saat tertentu selama gerakan sholat ini. Untuk memberikan gambaran, berikut tata cara sholat Tasbih yang bisa dikerjakan di malam Nisfu Syaban:

  1. Membaca niat terlebih dahulu.
  2. Setelah membaca surat pendek, sebelum rukuk bacalah tasbih sebanyak 15 kali.
  3. Saat rukuk dan membaca doanya, lanjutkan dengan bacaan tasbih sebanyak 10 kali.
  4. Ketika i'tidal dan membaca doanya, kembali membaca tasbih sebanyak 10 kali.
  5. Saat sujud dan membaca doanya, lanjutkan dengan bacaan tasbih sebanyak 10 kali.
  6. Selesai duduk di antara dua sujud dan membaca doanya, baca lagi tasbih 10 kali.
  7. Usai sujud kedua di rakaat pertama, duduk sebentar untuk membaca tasbih 10 kali.
  8. Setelah membaca doa di sujud kedua, lanjutkan dengan bacaan tasbih 10 kali.

Sementara itu, pengerjaan sholat Mutlak bisa dilakukan dengan cara dua rakaat satu kali salam. Menukil dari buku 'Pedoman Fikih Lengkap Untuk Persoalan Modern' karya Aminol Rosid Abdullah, MAG dan Thoriq Aziz Jayana, berikut tata cara sholat Mutlak:

  1. Mengucapkan niat sunnah Mutlak dalam hati.
  2. Mengucapkan takbir sambil mengangkat ke dua tangan ke atas sambil mengucap, "Allahu akbar".
  3. Membaca doa iftitah.
  4. Melanjutkannya dengan Surat Al-Fatihah dan surat pendek dalam Al-Quran.
  5. Melakukan gerakan rukuk, iktidal, sampai sujud sambil membaca bacaan sebagaimana sholat fardhu.
  6. Bangkit melakukan rakaat kedua.
  7. Membaca Surat Al-Fatihah dilanjutkan surat pendek dalam Al-Quran.
  8. Melakukan gerakan rukuk, iktidal, sampai sujud sambil membaca bacaan sebagaimana sholat fardhu.
  9. Akhiri sholat dengan salam.

Niat Sholat Nisfu Syaban

Mengingat sholat Nisfu Syaban bisa diniatkan dengan sholat Tasbih atau Mutlak, maka kaum muslim dapat membaca niatnya sebelum menunaikan ibadah sunnah tersebut. Ada bacaan niat sholat Tasbih dan Mutlak tersendiri.

Mengutip dari buku 'Risalah Tuntunan Shalat Lengkap' karya Drs Moh Rifa'i, berikut bacaan niat sholat sunnah Tasbih, yang salah satunya bisa dikerjakan di malam Nisfu Syaban:

Ψ£Ψ΅ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ‰ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©ΩŽ Ψ±ΩŽΩƒΩ’ΨΉΩŽΨͺΩŽΩŠΩ’Ω†Ω Ω„ΩΩ„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ψ£ΩŽΩƒΩ’Ψ¨ΩŽΨ±Ω

Ushalli sunnatan rak'ataini lillaahi ta'aalaa. Allahu akbar.

Artinya: "Aku niat sholat sunnah dua rakaat karena Allah. Allah Mahabesar."

Sementara itu, ada juga bacaan niat sholat Mutlak yang perlu dipahami oleh muslim. Menukil dari 'Buku Pintar Muslim dan Muslimah' karya Rina Ulfatul Hasanah, berikut bacaannya lengkapnya:

Ψ£Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω‹ Ψ±ΩŽΩƒΩ’ΨΉΩŽΨͺΩŽΩŠΩ’Ω†Ω Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Ushallii sunnatan rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat shalat sunah dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Demikianlah penjelasan mengenai rakaat sholat Nisfu Syaban yang diniatkan untuk sholat Tasbih dan sholat Mutlak beserta hukum mengerjakannya. Semoga informasi ini membantu.

FAQ

Apakah sholat Nisfu Syaban hukumnya sunnah atau bid'ah?

Hukum sholat Nisfu Syaban masih menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian ulama menganjurkan dengan dasar amalan yang berkembang di masa tabi'in. Namun, sebagian ulama lainnya menilai mengkhususkan sholat pada malam Nisfu Syaban sebagai bid'ah karena tidak ada dalil shahih yang secara tegas mencontohkannya dari Rasulullah SAW.

Berapa jumlah rakaat sholat Nisfu Syaban yang biasa diamalkan?

Tidak ada jumlah rakaat baku yang disepakati secara mutlak. Sebagian ulama membolehkan mengisi malam Nisfu Syaban dengan sholat sunnah seperti sholat Tasbih sebanyak empat rakaat (dua rakaat satu salam) atau sholat sunnah mutlak dengan jumlah rakaat bebas. Semua dikerjakan dua rakaat satu salam sebagaimana sholat sunnah pada umumnya.

Apakah ada dalil hadis tentang keutamaan sholat di malam Nisfu Syaban?

Terdapat hadis yang sering dijadikan rujukan tentang anjuran menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan sholat dan puasa. Namun, para ulama menilai kualitas hadis tersebut lemah, bahkan sebagian menyebutnya sebagai hadis dhaif jiddan atau maudhu. Karena itu, hadis tersebut tidak dapat dijadikan landasan kuat untuk menetapkan sholat khusus Nisfu Syaban sebagai ibadah yang disyariatkan, meskipun sholat dan ibadah lainnya tetap dianjurkan secara umum.



(anm/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads