Trump Tanggapi Ancaman Khamenei soal Perang Regional jika AS Serang Iran

Internasional

Trump Tanggapi Ancaman Khamenei soal Perang Regional jika AS Serang Iran

Yulida Medistiara - detikJateng
Senin, 02 Feb 2026 10:46 WIB
US President Donald Trump reacts at the Board of Peace meeting during the World Economic Forum (WEF) annual meeting in Davos on January 22, 2026. US President Donald Trump will show off his new Board of Peace at Davos on January 22, 2026 burnishing his claim to be a peacemaker a day after backing off his own threats against Greenland. Originally meant to oversee the rebuilding of Gaza after the war between Hamas and Israel, the boards charter does not limit its role to the Strip, and has sparked concerns that Trump wants it to rival the United Nations. (AFP)
Presiden AS Donald Trump (Foto: AFP)
Solo -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menanggapi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang memperingatkan potensi perang regional jika Washington menyerang negaranya. Trump bilang dia berharap bisa mencapai kesepakatan dengan Iran.

"Tentu saja dia akan mengatakan itu," kata Trump saat ditanya wartawan terkait peringatan pemimpin Iran tersebut, dilansir AFP via detikNews, Senin (2/2/2026).

"Semoga kita bisa mencapai kesepakatan. Jika kita tidak mencapai kesepakatan, maka kita akan mengetahui apakah dia benar atau tidak," lanjut Trump.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mewanti-wanti Amerika Serikat (AS) jika memulai serangan terhadap negaranya. Khamenei menyamakan protes yang terjadi baru-baru ini dengan "kudeta", seraya memperingatkan potensi serangan AS akan memicu konflik yang luas.

ADVERTISEMENT

"Amerika harus tahu bahwa jika mereka memulai perang, kali ini akan menjadi perang regional," kata Khamenei, seraya mengatakan kepada warga Iran bahwa mereka "tidak perlu takut" dengan retorika Trump.

"Mereka (para perusuh) menyerang polisi, pusat pemerintahan, pusat IRGC, bank, dan masjid, dan membakar Al-Qur'an... Itu seperti kudeta," kata Khamenei, menambahkan bahwa "kudeta itu telah ditumpas".

Hal itu disampaikan Khamenei terhadap protes anti-pemerintah yang memuncak bulan lalu, Trump telah mengancam tindakan militer dan memerintahkan pengiriman kelompok kapal induk ke Timur Tengah.

Diketahui, demonstrasi besar-besaran di Iran dimulai sebagai ekspresi ketidakpuasan atas tingginya biaya hidup, tetapi berkembang menjadi gerakan anti-pemerintah massal yang oleh para pemimpin negara Iran digambarkan sebagai "kerusuhan" yang dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel.

Pejabat keamanan teratas Iran, Ali Larijani, sebelumnya menyebut negosiasi sedang berkembang. Diketahui, AS telah mengirim kapal induk USS Abraham Lincoln ke kawasan tersebut, dan akhir pekan lalu Komando Pusat AS menyebut kapal itu beroperasi di Laut Arab.

"(Trump) sering mengatakan bahwa dia mengirim kapal... Bangsa Iran tidak akan takut dengan hal-hal ini," tambah Khamenei.

Iran diperkirakan akan memulai latihan militer laut dengan tembakan langsung selama dua hari pada Minggu di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia dan rute kunci untuk pasokan energi. Namun, pada Minggu, dikutip dari Reuters seorang pejabat Iran yang mengatakan bahwa Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tidak memiliki rencana untuk mengadakan latihan semacam itu.




(apu/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads