Kalender Hijriah Hari Ini 29 Januari 2026 dan 5 Cara Mendapat Istana di Surga

Kalender Hijriah Hari Ini 29 Januari 2026 dan 5 Cara Mendapat Istana di Surga

Nur Umar Akashi - detikJateng
Kamis, 29 Jan 2026 08:32 WIB
Long Staircase high way to heaven, Empty Stair steps along Cloud in Sky to Light of Hope or Sun. Concept Bright Future in Life. Stairs way lead up to heaven sky toward light, copy space
Ilustrasi surga. Foto: Getty Images/iStockphoto/JadeThaiCatwalk
Solo -

Perbedaan patokan kalender Masehi dan Hijriah dalam menentukan awal bulan menyebabkan tanggal yang berlainan pula. Kalender Masehi menggunakan dasar pergerakan Matahari, sedangkan kalender Hijriah mengacu pada Bulan.

Masyarakat Indonesia biasa menjadikan tanggalan Masehi sebagai patokan hidup sehari-hari. Padanya, tanggal-tanggal peringatan besar, baik nasional maupun internasional, ditetapkan. Begitu pula libur nasional dan cuti bersama.

Namun, tanggalan Hijriah tetap diperlukan. Mengingat, mayoritas orang Indonesia menganut agama Islam dan syariat-syariatnya dikerjakan berdasar kalender Hijriah. Di antaranya adalah sholat Idul Fitri, puasa sunnah Ayyamul Bidh, dan penyembelihan hewan kurban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah yang tepat setiap hari. Bagaimana dengan hari ini? Simak konversi Kamis, 29 Januari 2026, ke dalam tanggalan Hijriah menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah via uraian berikut.

ADVERTISEMENT

Kalender Hijriah Hari Ini 29 Januari 2026

Kalender Hijriah 29 Januari 2026 Menurut Pemerintah

Tanggal resmi pemerintah dapat disimak via Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dirilis oleh Kementerian Agama. Dalam kalender itu, Januari 2026 tampak beririsan dengan dua bulan hijriah, yakni Rajab dan Syaban.

Rajab atau Rejeb dalam bahasa Jawa berakhir per Senin, 19 Januari 2026. Adapun Syaban, tanggal pertama bulan ini bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026. Namun, berhubung waktu pergantian hari kalender Hijriah terjadi saat Matahari terbenam, sejatinya, Syaban sudah dimulai sejak Senin malam, 19 Januari 2026.

Singkat kata, menurut versi pemerintah, 29 Januari 2026 dikonversi menjadi 10 Syaban 1447 H.

Kalender Hijriah 29 Januari 2026 Menurut NU

Dilihat dari akun Instagram resminya, @falakiyahnu, Lembaga Falakiyah NU telah mengeluarkan keputusan berkaitan dengan awal Syaban 1447 H. Keputusan itu tercantum dalam Pengumuman Nomor: 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026 tentang Awal Bulan Sya'ban 1447 H.

"Sebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Sya'ban 1447 H bertepatan dengan Selasa Pahing 20 Januari 2026 M (mulai malam Selasa) atas dasar rukyah," bunyi poin II dalam pengumuman itu.

Informasi serupa juga tertera dalam Almanak 2026 yang dikeluarkan Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro. Kalender yang dibuat dengan mempertimbangkan kriteria imkanur rukyat NU itu menyebut 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026.

Dengan demikian, menurut NU, 29 Januari 2026 bertepatan dengan 10 Syaban 1447 H.

Kalender Hijriah 29 Januari 2026 Menurut Muhammadiyah

Muhammadiyah dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)-nya menginformasikan bahwa Januari 2026 berbarengan dengan 2 bulan Hijriah. Keduanya adalah Rajab dan Syaban.

Rajab versi Muhammadiyah diawali pada 21 Desember 2025 lalu dan berakhir per Senin, 19 Januari 2026. Setelahnya, yakni Selasa, 20 Januari 2026, Syaban dimulai dan berjalan 29 hari hingga 17 Februari 2026 mendatang. Berakhirnya Syaban menandakan kedatangan Ramadhan.

Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan 29 Januari 2026 sebagai 10 Syaban 1447 H.

Untuk tambahan informasi, dilihat dari laman Suara Muhammadiyah, KHGT mulai dipakai pada awal 1447 H. Kalender ini bertujuan untuk menyatukan tanggalan umat Islam seluruh dunia sehingga tidak ada lagi perbedaan waktu.

Cara Mendapat Istana di Surga

Sudah jadi impian setiap muslim untuk masuk surga Allah SWT yang dipenuhi kenikmatan. Ada sejumlah cara atau amalan yang dapat dikerjakan untuk menjadi kaum muslim yang berhak mendapat istana di surga.

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan petunjuk terkait sejumlah cara agar kita mendapat istana di surga. Belum tahu? Ini lima caranya, dikutip dari buku 28 Cara Membangun Istana di Surga tulisan Nor Kandir:

1. Mengisi Shaf Sholat yang Kosong

Terkesan sederhana dan remeh, mengisi shaf kosong ternyata menyimpan keutamaan agung. Jadi, semisal detikers tengah mengikuti sholat berjamaah di masjid, dan kebetulan shaf di depan kosong, jangan malas untuk mengisinya. Insya Allah, perbuatan tersebut akan diganjar istana di surga.

Dari Aisyah radhiyallahu anha, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَدَّ فُرْجَةً فِي صَفٌ، رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً، وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

Artinya: "Siapa yang mengisi kekosongan celah pada shaf sholat, maka Allah akan mengangkat derajatnya dan membangunkan untuknya sebuah istana di surga." (HR at-Thabarani no 5797. Sanadnya shahih)

2. Mendirikan Sholat Sunnah Rawatib 12 Rakaat

Terdapat dua jenis sholat sunnah Rawatib, yakni Qabliyah (sebelum) dan Ba'diyah (sesudah). Maksudnya, sholat Rawatib dikerjakan sebelum atau sesudah sholat Fardhu. Dalam sehari, total rakaat sholat Rawatib ada 12.

Ummu Habibah radhiyallahu anha berkata mengenai keutamaan sholat Rawatib:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا، غَيْرَ فَرِيضَةٍ، إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

Artinya: "Siapapun dari Muslim yang sholat karena Allah setiap hari 12 rakaat sholat sunnah bukan Fardhu, Allah akan bangunkan untuknya sebuah istana di surga...." (HR Muslim no 728)

3. Membangun Masjid

Bukankah membangun masjid butuh dana besar? Memang betul, tetapi, hadits mengenai keutamaan mendirikan masjid tidak hanya merujuk pembangunan utuh, tetapi juga partisipasi. Artinya, dengan turut menyumbang saja, insya Allah, seorang muslim akan dibangunkan istana di surga.

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ، أَوْ أَصْغَرَ، بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

Artinya: "Siapa membangun masjid karena Allah meskipun sebesar tempat untuk telur burung atau lebih kecil lagi, Allah akan membangunkan sebuah istana untuknya di surga." (HR Ibnu Majah no 738 dengan sanad shahih)

4. Mengucap Istirja saat Mendapat Musibah

Tak jarang, manusia langsung mengeluh saat mendapat musibah. Padahal, seorang muslim tidak sepatutnya melakukan yang demikian. Alih-alih ucapkanlah kalimat istirja (innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun). Dengan begitu, kita diganjar istana surga oleh Allah SWT.

إِذَا مَاتَ وَلَدُ العَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ: قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي؟ فَيَقُولُونَ: نَعَمْ، فَيَقُولُ: قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ؟ فَيَقُولُونَ: نَعَمْ، فَيَقُولُ: مَاذَا قَالَ عَبْدِي؟ فَيَقُولُونَ: حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ، فَيَقُولُ اللَّهُ: ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ، وَسَمُّوهُ بَيْتَ الحَمْدِ

Artinya: "Jika anak seseorang meninggal, Allah berfirman kepada para Malaikat-Nya: 'Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?' Mereka menjawab: 'Benar.' Allah berfirman: 'Kalian mencabut buah hatinya?' Jawab mereka: 'Benar.' Allah berfirman: 'Apa yang diucapkan hamba-Ku?' Mereka menjawab: 'la memuji-Mu dan membaca istirja.' Allah berfirman: 'Bangunkan sebuah istana di Surga untuk hamba-Ku tersebut, dan berilah nama Istana Pujian.'" (HR Tirmidzi no 1021 dengan sanad hasan)

5. Menjauhi Perdebatan

Adanya media sosial memudahkan untuk saling berdebat. Namun, daripada berdebat, umat Islam lebih baik menjauhinya, biarpun tahu bahwa pendapatnya benar. Balasan atas menjauhi perdebatan adalah mendapat istana di surga.

Dari Abu Umamah, Rasulullah bersabda:

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًا، وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا، وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

Artinya: "Aku menjamin sebuah istana di tepi surga bagi yang meninggalkan debat meskipun pendapatnya benar. Aku menjamin sebuah istana di tengah surga bagi yang meninggalkan bohong meskipun candaan. Aku juga menjamin sebuah istana di Surga tertinggi bagi yang akhlaknya mulia." (HR Abu Dawud no 4800 dengan sanad hasan)

Demikian kalender Hijriah hari ini 29 Januari 2026 dan 5 cara mendapatkan istana di surga Allah SWT. Semoga memotivasi, ya, detikers!



(par/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads