Datangi Rumah Penjual Es Kue Viral, Polisi Beri Motor-Modal Usaha

Jabodetabek

Datangi Rumah Penjual Es Kue Viral, Polisi Beri Motor-Modal Usaha

Devi Puspitasari - detikJateng
Selasa, 27 Jan 2026 20:11 WIB
Datangi Rumah Penjual Es Kue Viral, Polisi Beri Motor-Modal Usaha
Foto: Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras memberi bantuan motor kepada penjual es kue jadul yang viral. (Devi Puspitasari/detikcom)
Solo -

Kediaman Suderajat, penjual es kue jadul yang sempat viral, dikunjungi Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras. Dalam kunjungannya, Kapolres juga menyerahkan bantuan modal usaha dan satu unit sepeda motor.

Dilansir detikNews, Kombes Abdul Waras menjelaskan kedatangannya ke kediaman Suderajat di Bojonggede untuk bersilaturahmi, mengingat Bojonggede termasuk dalam wilayah hukum Polres Metro Depok meski secara administratif adalah bagian dari Kabupaten Bogor.

"Dan hari ini kami hadir di sini untuk bisa sedikit memberikan bantuan kepada beliau. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk usaha beliau," kata Kombes Abdul Waras di lokasi, Selasa (27/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Motor dengan sedikit modal usaha untuk beliau," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Suderajat pun bersyukur dan berterima kasih kepada Kombes Abdul Waras atas pemberian bantuan tersebut. Dia juga bilang ingin berjualan es kue lagi tapi mengaku masih takut. Sementara itu istri Suderajat juga mengucap syukur dan tampak meneteskan air mata.

Diketahui, Suderajat viral usai dicurigai menjual es hunkue berbahan spons di Kemayoran, Jakarta Pusat. Hasil labfor menyatakan bahwa es kue yang dijual oleh Suderajat aman dan layak dikonsumsi.

Aparat TNI dan Polri yang sempat mencurigai Suderajat sudah menyampaikan klarifikasi. Keduanya, Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Serda Heri Purnomo, juga menyampaikan permintaan maaf atas video viral itu.

"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," kata Aiptu Ikhwan dalam keterangannya yang diterima wartawan, Selasa (27/1).

Mereka meminta maaf lantaran telah menyimpulkan terlalu cepat tanpa menunggu hasil pemeriksaan dari Labfor. Ikhwan menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan tidak bermaksud mencemarkan nama baik pedagang itu.

"Kami turut merasakan bagaimana situasi ini dapat mempengaruhi usaha dan kehidupan beliau sebagai pedagang kecil yang mencari nafkah untuk keluarga. Kami juga memohon maaf kepada warga masyarakat seluruhnya apabila video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, ataupun sentimen negatif terhadap institusi kami," kata dia

Ikhwan juga memastikan akan mengedepankan prinsip kehati-hatian sebelum menyebarkan informasi kepada masyarakat.




(dil/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads