- Kalender Hijriah Hari Ini 27 Januari 2026 Kalender Hijriah 27 Januari 2026 Menurut Pemerintah Kalender Hijriah 27 Januari 2026 Menurut NU Kalender Hijriah 27 Januari 2026 Menurut Muhammadiyah
- Waktu Terbaik Membaca Surat Al-Ikhlas 1. Pagi dan Sore Hari 2. Sebelum Tidur 3. Setelah Sholat Fardhu 4. Rakaat Ketiga Sholat Witir
- Bacaan Surat Al-Ikhlas, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Perbedaan patokan kalender Masehi dan Hijriah dalam menentukan awal bulan menyebabkan tanggal yang berlainan pula. Kalender Masehi menggunakan dasar pergerakan Matahari, sedangkan kalender Hijriah mengacu pada Bulan.
Masyarakat Indonesia biasa menjadikan tanggalan Masehi sebagai patokan hidup sehari-hari. Padanya, tanggal-tanggal peringatan besar, baik nasional maupun internasional, ditetapkan. Begitu pula libur nasional dan cuti bersama.
Namun, tanggalan Hijriah tetap diperlukan. Mengingat, mayoritas orang Indonesia menganut agama Islam dan syariat-syariatnya dikerjakan berdasar kalender Hijriah. Di antaranya adalah sholat Idul Fitri, puasa sunnah Ayyamul Bidh, dan penyembelihan hewan kurban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah yang tepat setiap hari. Bagaimana dengan hari ini? Simak konversi Selasa, 27 Januari 2026, ke dalam tanggalan Hijriah menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah via uraian berikut.
Kalender Hijriah Hari Ini 27 Januari 2026
Kalender Hijriah 27 Januari 2026 Menurut Pemerintah
Tanggal resmi pemerintah dapat disimak via Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dirilis oleh Kementerian Agama. Dalam kalender itu, Januari 2026 tampak beririsan dengan dua bulan hijriah, yakni Rajab dan Syaban.
Rajab atau Rejeb dalam bahasa Jawa berakhir per Senin, 19 Januari 2026. Adapun Syaban, tanggal pertama bulan ini bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026. Namun, berhubung waktu pergantian hari kalender Hijriah terjadi saat Matahari terbenam, sejatinya, Syaban sudah dimulai sejak Senin malam, 19 Januari 2026.
Singkat kata, menurut versi pemerintah, 27 Januari 2026 dikonversi menjadi 8 Syaban 1447 H.
Kalender Hijriah 27 Januari 2026 Menurut NU
Dilihat dari akun Instagram resminya, @falakiyahnu, Lembaga Falakiyah NU telah mengeluarkan keputusan berkaitan dengan awal Syaban 1447 H. Keputusan itu tercantum dalam Pengumuman Nomor: 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026 tentang Awal Bulan Sya'ban 1447 H.
"Sebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Sya'ban 1447 H bertepatan dengan Selasa Pahing 20 Januari 2026 M (mulai malam Selasa) atas dasar rukyah," bunyi poin II dalam pengumuman itu.
Informasi serupa juga tertera dalam Almanak 2026 yang dikeluarkan Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro. Kalender yang dibuat dengan mempertimbangkan kriteria imkanur rukyat NU itu menyebut 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026.
Dengan demikian, menurut NU, 27 Januari 2026 bertepatan dengan 8 Syaban 1447 H.
Kalender Hijriah 27 Januari 2026 Menurut Muhammadiyah
Muhammadiyah dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)-nya menginformasikan bahwa Januari 2026 berbarengan dengan 2 bulan Hijriah. Keduanya adalah Rajab dan Syaban.
Rajab versi Muhammadiyah diawali pada 21 Desember 2025 lalu dan berakhir per Senin, 19 Januari 2026. Setelahnya, yakni Selasa, 20 Januari 2026, Syaban dimulai dan berjalan 29 hari hingga 17 Februari 2026 mendatang. Berakhirnya Syaban menandakan kedatangan Ramadhan.
Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan 27 Januari 2026 sebagai 8 Syaban 1447 H.
Untuk tambahan informasi, dilihat dari laman Suara Muhammadiyah, KHGT mulai dipakai pada awal 1447 H. Kalender ini bertujuan untuk menyatukan tanggalan umat Islam seluruh dunia sehingga tidak ada lagi perbedaan waktu.
Waktu Terbaik Membaca Surat Al-Ikhlas
Dalam sehari, ada waktu-waktu terbaik untuk membaca surat al-Ikhlas sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagai seorang muslim yang mencoba meneladani ibadah sang Nabi, amalan ini sudah sepatutnya dikerjakan.
Jadi, kapan saja waktu terbaik baca surat al-Ikhlas? Ini daftar dan dalil landasannya:
1. Pagi dan Sore Hari
Diambil dari situs resmi Paud IT al-Hasanah, surat al-Ikhlas sunnah hukumnya dibaca pada pagi dan sore hari. Dasarnya adalah riwayat dari Muadz bin Abdullah bin Khubaib:
"Katakanlah (bacalah surah) qul huwallahu ahad (surah al-Ikhlas) dan al-mu'awwidzatain (surah al-Falaq dan an-Naas) ketika sore dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akan mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan." (HR Abu Daud dan An-Nasai)
2. Sebelum Tidur
Waktu terbaik kedua untuk membaca surat al-Ikhlas adalah sebelum tidur. Diambil dari buku Keutamaan Bacaan Sebagian Ayat Al-Qur'anul-Karim Sebelum Tidur tulisan Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid, dalilnya adalah hadits:
عن عائشة رضي الله عنها أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُل هُوَ اللهُ أَحَدٌ ) و ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الفَلَقِ ) و ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِن جَسَدِهِ ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجِهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِن جَسَدِهِ ، يَفْعَلُ ذَلكَ ثَلاثَ مَرَّاتٍ
Artinya: "Dari Aisyah RA, 'Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasanya ketika akan tidur setiap malam, menyatukan kedua telapak tangannya kemudian meniup keduanya dan membaca (Qul huwallahu 'ahad/al-Ikhlas) dan (Qul a'uzubi rabbil falaq/al-Falaq), dan (Qul a'udzubirabbin naas/an-Naas) kemudian mengusap tubuh dengan keduanya sedapat mungkin. Dimulai dari kepala dan wajahnya dan bagian depan tubuhnya. Hal itu dilakukan tiga kali.'" (HR Bukhari no 5017)
3. Setelah Sholat Fardhu
Pasca sholat, umat Islam sebaiknya tidak terburu-buru pergi untuk beraktivitas. Alih-alih, baca sederet dzikir yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dan surat al-Ikhlas, al-Falaq, serta an-Naas. Amalan ini sesuai dengan hadits dari Uqbah bin Amir:
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan padaku untuk membaca mu'awwidzaat di akhir sholat (sesudah salam)." (HR an-Nasa'i dan Abu Dawud)
4. Rakaat Ketiga Sholat Witir
Witir adalah sholat yang dikerjakan setelah sholat Malam. Jumlah rakaat sholat ini ganjil, bisa 1, 3, 5, dan seterusnya. Nah, bila mengerjakan Witir 3 rakaat, pada rakaat terakhirnya, Nabi SAW biasa membaca surat al-Ikhlas.
Diambil dari buku Fikih Ringkas Sholat Tarawih oleh Sofyan Chalid bin Idham Ruray, dalilnya adalah:
أَنَّ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُوتِرُ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، وَكَانَ إِذَا سَلَّمَ قَالَ: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُوسِ، ثَلَاثًا يَرْفَعُ صَوْتَهُ بِالْآخِرَةِ
Artinya: "Bahwa Nabi shallallahu'alaihi wa sallam sholat witir (tiga rakaat) dengan membaca 'Sabbihisma Robbikal A'la' (pada raka'at pertama), 'Qul yaa ayyuhal kaafiruun' (pada rakaat kedua) dan 'Qul Huwallaahu Ahad' (pada rakaat ketiga), dan setelah salam beliau membaca, 'Subhaanal Maalikil Qudduus'. Beliau membacanya tiga kali dan memanjangkannya pada bacaan yang ketiga." (HR Ahmad dan Abu Dawud)
Bacaan Surat Al-Ikhlas, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Diambil dari Quran NU, begini bacaan lengkap surat al-Ikhlas:
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١
Arab Latin: Qul huwallâhu aḫad.
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Dialah Allah Yang Maha Esa.'"
اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢
Arab Latin: Allâhush-shamad.
Artinya: "Allah tempat meminta segala sesuatu."
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣
Arab Latin: Lam yalid wa lam yûlad.
Artinya: "Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan"
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌࣖ ٤
Arab Latin: Wa lam yakul lahû kufuwan aḫad.
Artinya: "Serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."
Demikian kalender Hijriah hari ini 27 Januari 2026 dan waktu terbaik membaca surat al-Ikhlas. Semoga informasinya bermanfaat, ya, detikers!
(par/afn)
