Viral Keluarga WNI Antar Putrinya Jadi Tentara AS, Begini Cerita Sang Ibunda

Nasional

Viral Keluarga WNI Antar Putrinya Jadi Tentara AS, Begini Cerita Sang Ibunda

Dwi Rahmawati - detikJateng
Jumat, 23 Jan 2026 14:39 WIB
Viral keluarga WNI antar putrinya jadi tentara di AS. (Dok. screenshot akun @bunda_kesidaa)
Viral keluarga WNI antar putrinya jadi tentara di AS. (Dok. screenshot akun @bunda_kesidaa)
Solo -

Video yang memperlihatkan orang tua asal Indonesia mengantarkan sang putri yang hendak bertugas sebagai tentara Amerika Serikat (AS) viral di media sosial. Sang ibunda pun menceritakan di balik video tersebut.

Dikutip dari detikNews, Jumat (23/1/2026) video itu ramai dibagikan oleh akun Instagram @bunda_kesidaa di Instagram. Dalam tayangan video tersebut, tampak momen keluarga yang melepas putrinya bernama Kezia Syifa di salah satu bandara Amerika Serikat.

Mengenakan hijab, Syifa terlihat berseragam militer Amerika Serikat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hati hati semangat ganbatte. Hati-hati Kak," ucap seorang perempuan di video tersebut.

Terkait dengan viralnya video tersebut, ibunda Kezia Syifa, Safitri, pun menceritakan momen keberangkatan sang anak bertugas di Army National Guard Maryland. Safitri menuturkan putrinya memang memiliki ketertarikan bergabung dengan militer AS untuk mengembangkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kariernya.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, Syifa merupakan putri dari diaspora yang sudah menetap di Amerika Serikat sejak pertengahan 2023.

"Ketertarikan Syifa berawal dari keinginannya untuk mengembangkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta pengalaman kepemimpinan," ungkap Safitri kepada detikcom, Jumat (23/1).

"Keputusan tersebut juga dilatarbelakangi oleh kesempatan untuk belajar dan berkembang secara profesional, serta menambah wawasan dan pengalaman hidup. Keputusan ini merupakan pilihan pribadi yang telah dipertimbangkan dengan matang," imbuhnya.

Safitri melanjutkan, Syifa sempat menempuh pendidikan tingkat SMA di Amerika Serikat. Di sana ia juga melanjutkan edukasi ke jenjang perguruan tinggi.

"Syifa pernah menempuh pendidikan tingkat SMA di Amerika Serikat dan saat ini sedang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi," kata Safitri.

Keluarga Syifa pun menghormati keputusan sang putri untuk bergabung ke militer AS. Ia menyebut keputusan itu sudah dipertimbangkan secara matang dan tanggung jawab.

"Sebagai keluarga, kami menghormati dan mendukung keputusan Syifa. Keputusan tersebut merupakan pilihan pribadi yang telah dipertimbangkan secara matang dan disertai tanggung jawab," katanya.

Terkait Kewarganegaraan

Safitri menjelaskan karier Syifa di Army National Guard Maryland bukan di posisi terjun langsung ke medan pertahanan. Melainkan di bagian administratif.

"Kita sekeluarga sudah tinggal di US sejak pertengahan tahun 2023. Sesuai State tempat tinggal, penempatan di office dan bukan untuk ke medan perang," ucapnya.

Safitri mengatakan status perpindahan kewarganegaraan Syifa tengah diproses di Amerika Serikat. Ia menyebut bergabungnya Syifa di militer AS sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di sana.

"Saat ini Syifa menjalani proses sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. (Kewarganegaraan) masih berproses sesuai hukum yang ada di negara US," pungkasnya.



(apl/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads