Buntut tiga pegawai di bawah kewenangannya kena Operasi Tangan Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Utara Wansepta Nirwanda diganti.
Dilansir detikFinance, jabatan tersebut kini diisi Untung Supardi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pergantian itu sebagai bentuk tanggung jawab pimpinan atas kasus yang terjadi di bawah kewenangannya.
"Diistirahatkan dulu sementara, dirumahkan, nanti kita cari jabatan yang pas untuk beliau. Walaupun dia nggak terlibat langsung, kan sebagai Kakanwil dia mesti bertanggung jawab dengan apa yang terjadi di bawahnya," kata Purbaya di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, Gambir, Kamis (22/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, sebelumnya tiga pegawai pajak Jakarta Utara kena OTT dan ditetapkan tersangka oleh KPK. Mereka adalah DWB selaku Kepala KPP Madya Jakarta Utara, AGS selaku Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi KPP Madya Jakarta Utara, serta ASB selaku Tim Penilai di KPP Madya Jakarta Utara.
Purbaya pun langsung melakukan pergantian posisi. Mereka yang dilantik adalah Kakanwil DJP Jakarta Utara Untung Supardi; Kepala KPP Madya Jakarta Utara Gorga Parlaungan; Kepala Seksi Pengawasan III KPP Madya Jakarta Utara Hadi Suprayitno; serta Pejabat Fungsional Penilai Pajak Ahli Muda, KPP Madya Jakarta Utara Andika Arisandi.
Purbaya mengingatkan pejabat pajak, jika anak buahnya bermasalah dan tidak ada deteksi apa-apa, bukan berarti mereka bisa lepas dari tanggung jawab.
"Jangan sampai terlibat, tetapi jangan juga sampai dikibulin. Bawahannya main-main, atasannya nggak tahu. Jadi saya ingin kita ambil langkah strategis sampai ke level-level Kakanwil kita mutasikan," tegasnya.
Purbaya menambahkan, satu orang yang menyimpang bisa merusak kepercayaan rakyat dan kerja ribuan orang. Maka ia tidak segan mengenakan sanksi keras bagi pegawai yang terbukti melakukan penyimpangan.
"Mulai dari mutasi ke wilayah terpencil, sampai penghentian sesuai tingkat pelanggarannya. Ini bukan karena saya emosi atau mau gaya-gaya, tetapi ini karena negara tidak boleh kalah oleh penyimpangan," ucap dia.
(dil/apu)
