Menbud Fadli Zon Kunjungi Candi Plaosan, Dorong Pemugaran Manfaatkan AI

Menbud Fadli Zon Kunjungi Candi Plaosan, Dorong Pemugaran Manfaatkan AI

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Rabu, 21 Jan 2026 23:20 WIB
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat mengunjungi kompleks Candi Plaosan, Klaten, Rabu (21/1/2026).
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat mengunjungi kompleks Candi Plaosan, Klaten, Rabu (21/1/2026). Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengunjungi Candi Plaosan di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten. Fadli Zon mendorong pemugaran candi menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI)

"Kita sebenarnya membutuhkan tenaga-tenaga pemugar yang cepat karena kalau tidak bisa puluhan tahun. Saya katakan ini kalau bisa dua tahun selesai pemugaran, dengan teknologi, bukan hanya pakai susun coba, cobalah kita pakai teknologi dan kalau perlu pakai AI," ungkap Fadli Zon saat meresmikan Pengembangan Situs Candi Plaosan tahap I di Kompleks Candi Plaosan, Rabu (21/1/2026) malam.

Dijelaskan Fadli Zon, tahun ini ditargetkan 5 candi Perwara di kompleks Candi Plaosan dipugar dengan dukungan pihak swasta. Untuk mempercepat pemugaran bisa menggunakan AI dan melibatkan anak-anak muda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau perlu pakai AI, bagaimana batu-batu yang ada di situ disusun, kalau perlu anak-anak muda sekarang bisa dilibatkan, tenaga-tenaga muda untuk ikut pemugaran. Bahkan lebih dahsyat lagi, kalau perlu kita lombakan, biar cepat," jelas Fadli Zon.

ADVERTISEMENT

Menurut Fadli Zon, candi seperti Prambanan puluhan tahun candi Perwaranya tidak kunjung selesai. Jika menggunakan teknik yang saat ini dikhawatirkan 50 tahun belum selesai.

"Kalau pakai teknik yang sekarang mungkin kita masih nunggu 50 tahun lagi baru selesai, kalau cuma setahun bisa satu Perwara 11 bulan. Menurut saya ini bisa dua sebulan, jangan-jangan bisa satu Perwara jika dengan teknologi, untuk apa kita menemukan teknologi komputer, apalagi sekarang ada AI, tinggal menyusun puzzle batu-batu yang ada," kata Fadli Zon.

Tentu, sambung Fadli Zon, artefak yang lama tetap diidentifikasi dan jika kurang ditambah batu yang baru sesuai aturan yang ada. Tidak mungkin dalam pemugaran 100 persen artefak lama.

"Saya kira dalam pemugaran tidak bisa 100 persen lama dan tidak bisa ditransferkan yang baru. Begitu juga pemugaran candi Borobudur juga menggunakan batu-batu baru yang sesuai kaidah yang berlaku," papar Fadli Zon.

Fadli Zon menambahkan revitalisasi penataan Candi Plaosan tahun ini sudah dilakukan dengan menyelesaikan berbagai fasilitas. Mulai dari lapangan parkir, entrance sampai toilet.

"Yang telah kita selesaikan tahap I ini mulai dari lapangan parkir, entrance sampai toilet dan nanti kita aktivasi dengan berbagai kegiatan. Kita duduk bersama dengan TWC, dengan pemerintah kabupaten, dengan seniman dan budayawan apa yang bisa kita lakukan. Ini kesempatan yang baik untuk menimbulkan ekosistem baru, menjadi tujuan wisata budaya, wisata sejarah, wisata religi baru bahkan wisata kuliner," terang Fadli Zon.

Candi Plaosan, sebut Fadli Zon, dibangun abad 8-9 Masehi dan merupakan warisan budaya leluhur yang luar biasa. Kementerian hadir untuk menjaga sekaligus mengembangkan.

"Kementerian Kebudayaan hadir untuk melakukan perlindungan tapi sekaligus sesuai amanat konstitusi untuk pengembang. Sehingga cagar budaya yang ada bisa sustainable, bisa terus berkelanjutan, bisa memberi manfaat sekitar dan masyarakat Indonesia umumnya," imbuh Fadli Zon.

Kepala Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan, Indira Estianty N, mengatakan pengembangan situs Candi Plaosan Tahap I meliputi penataan area masuk, entrance gate, dan area parkir. Tujuannya meningkatkan kualitas layanan publik.

"Dengan tujuan meningkatkan kualitas layanan publik di lokasi cagar budaya, mendukung pemanfaatan terukur dan bertanggungjawab dan memperkuat tata kelola kawasan berbasis pelestarian. Tahun anggaran 2025 memperoleh anggaran tambahan untuk pengembang tahap I, pelaksana pekerjaan dua bulan," papar Indira Estianty.

Dalam kunjungannya, Fadli Zon didampingi beberapa staf, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala BPK Jateng dan lainnya. Selain meresmikan entrance gate, parkiran, juga mengecek beberapa candi Perwara yang dipugar.



(apu/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads