Akses Jalan Raya Magelang-Boyolali tepatnya di Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, tertutup material longsor. Pembersihan akses dilakukan dengan alat berat.
Pantauan detikJateng, sekitar pukul 11.00 WIB, alat berat didatangkan dari Bina Marga Provinsi Jateng untuk membersihkan longsoran. Longsor yang menutup jalan itu dipicu akibat hujan deras yang terjadi kemarin.
"Terkait dengan tanah longsor di jalur Blabak-Boyolali. Di awal terjadi kemarin, Selasa (20/1) terjadi hujan deras intensitas tinggi," kata Kapolsek Sawangan AKP Glenter Pitoyo kepada detikJateng di lokasi, Rabu (21/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang di Wonolelo ini cukup lumayan karena akses jalan tertutup. Jadi untuk kendaraan tidak bisa lewat. Maka dari itu kami dari beberapa tim, baik dari Kepolisian, dari TNI, dari BPBD, kemudian TRC, relawan, dari anggota Polresta Magelang semuanya bahu-membahu untuk melaksanakan pembersihan awal," sambungnya.
Pembersihan dengan alat berat, katanya, dimulai kurang lebih pukul 10.00 WIB. Material longsor menutup jalan sepanjang 30 meter dengan ketebalan hingga 1,5 meter.
"Tingginya kurang lebih 25 meter. Kemudian kalau yang di Wonolelo ini menutup jalan kurang lebih 30 meter. Jadi ketebalan 1,5 meter," kata dia.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor terjadi di wilayah Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Dampak longsor tersebut menutup akses Jalan Raya Magelang-Boyolali maupun sebaliknya.
"Terjadi longsor di perbatasan Wonolelo-Ketep. Di wilayah Wonolelo ada, di wilayah Ketep juga ada terjadi tanah longsor," kata Kades Wonolelo Marpomo saat dihubungi detikJateng, Rabu (21/1).
"Longsor dini hari jam 01.00 WIB, kurang lebih. Menutup akses Jalan Blabak (Magelang)-Jrakah (Boyolali). Untuk saat ini, roda dua maupun roda empat belum bisa lewat," sambungnya.
Material longsor, katanya, saat ini masih dalam pengondisian. "Untuk sementara jalur yang mau ke Boyolali dialihkan melalui jalur Sengi, Tlogolele, Klakah, Jrakah maupun sebaliknya," imbuhnya.
