- Kalender Hijriah Hari Ini 20 Januari 2026 Kalender Hijriah 20 Januari 2026 Menurut Pemerintah Kalender Hijriah 20 Januari 2026 Menurut NU Kalender Hijriah 20 Januari 2026 Menurut Muhammadiyah
- Amalan Spesial Bulan Syaban: Puasa Sunnah
- Berapa Hari Puasa Syaban Dikerjakan?
- FAQ tentang Kalender Hijriah Hari Ini 1. Apa patokan kalender Hijriah? 2. Bagaimana metode penentuan awal bulan Hijriah? 3. Apakah puasa Syaban wajib?
Perbedaan patokan kalender Masehi dan Hijriah dalam menentukan awal bulan menyebabkan tanggal yang berlainan pula. Kalender Masehi menggunakan dasar pergerakan Matahari, sedangkan kalender Hijriah mengacu pada Bulan.
Masyarakat Indonesia biasa menjadikan tanggalan Masehi sebagai panduan hidup sehari-hari. Padanya, tanggal-tanggal peringatan besar, baik nasional maupun internasional, ditetapkan. Begitu pula libur nasional dan cuti bersama.
Namun, tanggalan Hijriah tetap diperlukan. Mengingat, mayoritas orang Indonesia menganut agama Islam dan syariat-syariatnya dikerjakan berdasar kalender Hijriah. Di antaranya adalah sholat Idul Fitri, puasa sunnah Ayyamul Bidh, dan penyembelihan hewan kurban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah yang tepat setiap hari. Bagaimana dengan hari ini? Simak konversi Selasa, 20 Januari 2026, ke dalam tanggalan Hijriah menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah via uraian berikut.
Kalender Hijriah Hari Ini 20 Januari 2026
Kalender Hijriah 20 Januari 2026 Menurut Pemerintah
Tanggal resmi pemerintah dapat disimak via Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dirilis oleh Kementerian Agama. Dalam kalender itu, Januari 2026 tampak beririsan dengan dua bulan hijriah, yakni Rajab dan Syaban.
Rajab atau Rejeb dalam bahasa Jawa ditulis berakhir per Senin, 19 Januari 2026. Adapun Syaban, tanggal pertama bulan ini bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026. Namun, berhubung waktu pergantian hari kalender Hijriah terjadi saat Matahari terbenam, sejatinya, Syaban sudah dimulai sejak Senin malam, 19 Januari 2026.
Singkat kata, menurut versi pemerintah, 20 Januari 2026 dikonversi menjadi 1 Syaban 1447 H.
Kalender Hijriah 20 Januari 2026 Menurut NU
Dilihat dari akun Instagram resminya, @falakiyahnu, Lembaga Falakiyah NU telah mengeluarkan keputusan berkaitan dengan awal Syaban 1447 H. Keputusan itu tercantum dalam Pengumuman Nomor: 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026 tentang Awal Bulan Sya'ban 1447 H.
"Sebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Sya'ban 1447 H bertepatan dengan Selasa Pahing 20 Januari 2026 M (mulai malam Selasa) atas dasar rukyah," bunyi poin II dalam pengumuman itu.
Informasi serupa juga tertera dalam Almanak 2026 yang dikeluarkan Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro. Kalender yang dibuat dengan mempertimbangkan kriteria imkanur rukyat NU itu menyebut 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026.
Dengan demikian, menurut NU, 20 Januari 2026 bertepatan dengan 1 Syaban 1447 H.
Kalender Hijriah 20 Januari 2026 Menurut Muhammadiyah
Muhammadiyah dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)-nya menginformasikan bahwa Januari 2026 berbarengan dengan 2 bulan Hijriah. Keduanya adalah Rajab dan Syaban.
Rajab versi Muhammadiyah diawali pada 21 Desember 2025 lalu dan berakhir per Senin, 19 Januari 2026. Setelahnya, Syaban dimulai dan berjalan 29 hari hingga 17 Februari 2026 mendatang. Berakhirnya Syaban menandakan kedatangan Ramadhan.
Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan 20 Januari 2026 sebagai 1 Syaban 1447 H.
Untuk tambahan informasi, dilihat dari laman Suara Muhammadiyah, KHGT mulai dipakai pada awal 1447 H. Kalender ini bertujuan untuk menyatukan tanggalan umat Islam seluruh dunia sehingga tidak ada lagi perbedaan waktu.
Amalan Spesial Bulan Syaban: Puasa Sunnah
Rajab yang mulia telah berakhir. Kaum muslim tidak perlu bersedih karena sebagai gantinya, Syaban telah tiba. Pada bulan ini, ada amalan spesial yang dulu kerap dikerjakan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.
Amalan apa itu? Jawabannya adalah puasa. Tidak tanggung-tanggung, sang Khatamul Anbiya' sangat sering berpuasa pada bulan ini. Sampai-sampai, para sahabat mengira beliau tidak akan berhenti mengerjakannya.
Diambil dari buku Catatan Fikih Puasa Sunnah tulisan Hari Ahadi, Aisyah radhiyallahu anha berkisah:
ΩΩΨ§ΩΩ Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ο·Ί ΩΩΨ΅ΩΩΩ Ω ΨΩΨͺΩΩΩ ΩΩΩΩΩΩΩ : ΩΨ§ ΩΩΩΩΨ·ΩΨ±ΩΨ ΩΩΩΩΩΩΨ·ΩΨ±Ω ΨΩΨͺΩΩΩ ΩΩΩΩΩΩΩ: ΩΨ§ ΩΩΨ΅ΩΩΩ Ω Ψ ΩΩΩ ΩΨ§ Ψ±ΩΨ£ΩΩΩΨͺΩ Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ Ψ΅ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ³ΩΩΩΩΩ Ω Ψ§Ψ³ΩΨͺΩΩΩΩ ΩΩΩ Ψ΅ΩΩΩΨ§Ω Ω Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω Ψ₯ΩΩΩΩΨ§ Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩΨ ΩΩΩ ΩΨ§ Ψ±ΩΨ£ΩΩΩΨͺΩΩΩ Ψ£ΩΩΩΨ«ΩΨ±Ω Ψ΅ΩΩΩΨ§Ω ΩΨ§ Ω ΩΩΩΩΩ ΩΩΩ Ψ΄ΩΨΉΩΨ¨ΩΨ§ΩΩ
Artinya: "Terkadang jika Nabi berpuasa sunnah kami sampai mengatakan, 'Beliau selalu berpuasa.' Dan terkadang saat beliau tidak berpuasa, kami sampai mengatakan, 'Beliau sama sekali tidak melakukan puasa sunnah (di bulan tersebut). Dan saya tidak pernah melihat Nabi berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa sunnah yang lebih sering melebihi ketika di bulan Syaban." (HR Bukhari no 1969 dan Muslim no 1156)
Menurut Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau senang mengerjakan puasa ini karena Syaban adalah bulan di mana amal manusia dinaikkan. Hal ini disampaikannya kepada Usamah bin Zaid sebagaimana tertera dalam hadits:
Ψ°ΩΩΩΩΩ Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω Ψ ΩΩΨΊΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΨ§Ψ³Ω ΨΉΩΩΩΩΩΨ Ψ¨ΩΩΩΩΩ Ψ±ΩΨ¬ΩΨ¨Ω ΩΩΨ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩΨ ΩΩΩΩΩΩ Ψ΄ΩΩΩΨ±ΩΨ ΨͺΩΨ±ΩΩΩΨΉΩ ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΨ£ΩΨΉΩΩ ΩΨ§ΩΩΨ Ψ₯ΩΩΩΩ Ψ±ΩΨ¨ΩΩ Ψ§ΩΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ ΩΩΩΩΨ ΩΩΨ£ΩΨΩΨ¨ΩΩ Ψ£ΩΩΩ ΩΩΨ±ΩΩΩΨΉΩ ΨΉΩΩ ΩΩΩΩΨ ΩΩΨ£ΩΩΩΨ§ Ψ΅ΩΨ§Ψ¨ΩΩ Ω
Artinya: "Bulan Syaban adalah bulan di mana manusia banyak lalai darinya, yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku menyukai untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan." (HR An-Nasa'i no 2357 dengan derajat hasan)
Puasa yang dikerjakan pada bulan Syaban dibebaskan jenisnya. detikers boleh mengerjakan puasa Ayyamul Bidh, Senin Kamis, Daud, maupun Mutlak.
Berapa Hari Puasa Syaban Dikerjakan?
Usai mengetahui landasan kesunnahan puasa Syaban, timbul pertanyaan, 'berapa hari puasa Syaban ini dikerjakan?'
Berdasar penjelasan di buku Amalan-Amalan Bulan Sya'ban tulisan Dr Ahmad bin Utsman al-Mazyad yang diambil dari Mukhtashar Latha'if al-Ma'arif-nya Imam Ibnu Rajab, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai jumlah hari puasa Syaban. Sebagian menyebut satu bulan penuh, yang lain menyatakan mayoritasnya saja.
Ulama yang memilih pendapat mayoritas hari Syaban berdalih dengan hadits Aisyah RA di atas. Dalam hadits itu, memang disebut bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam hanya puasa satu bulan penuh pada Ramadhan saja. Ada juga hadits lain dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu:
Ω ΩΨ§ Ψ΅ΩΨ§Ω Ω Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ ο·Ί Ψ΄ΩΩΩΨ±ΩΨ§ ΩΩΨ§Ω ΩΩΩΨ§ ΩΩΨ·ΩΩ ΨΊΩΩΩΨ±Ω Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ.
Artinya: "Rasulullah SAW tidak pernah sama sekali berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan." (HR Bukhari no 1971 dan Muslim no 1157)
Selain tidak berpuasa sebulan penuh, pada hari-hari syak Syaban, berpuasa juga dilarang. Kapan hari syak itu? Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid dalam bukunya, 32 Faedah Terkait Bulan Syakban, menulis bahwasanya hari syak (keraguan) adalah hari ke-30 di bulan Syaban.
"Diharamkan berpuasa pada hari ini, kecuali bagi mereka yang memiliki kebiasaan berpuasa, seperti halnya orang yang berpuasa di hari itu dan bertepatan dengan hari Senin dan Kamis, dan berpuasa pada kedua hari tersebut merupakan kebiasannya," tulis sang syaikh.
Demikian kalender Hijriah hari ini, Senin, 20 Januari 2026 dan amalan spesial bulan Syaban. Semoga informasinya bermanfaat, ya, detikers!
FAQ tentang Kalender Hijriah Hari Ini
1. Apa patokan kalender Hijriah?
Kalender Hijriah mendasarkan tanggalannya kepada pergerakan bulan. Lain halnya dengan kalender Masehi yang memanfaatkan Matahari.
2. Bagaimana metode penentuan awal bulan Hijriah?
Secara garis besar, ada 3 metode, yakni hilal, istikmal, dan hisab. Hilal adalah pemantauan langsung bulan baru di langit malam. Istikmal merupakan metode penyempurnaan bulan berjalan menjadi 30 hari bila hilal (bulan baru) tidak nampak. Sementara itu, hisab adalah menentukan awal bulan dengan penghitungan astronomi.
3. Apakah puasa Syaban wajib?
Tidak. Puasa Syaban hukumnya adalah sunnah. Namun, sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya puasa ini dikerjakan sesuai kemampuan.
