- 1 Syaban 2026 Tanggal Berapa? Jadwal 1 Syaban 2026 Versi Muhammadiyah Konversi 1 Syaban 2026 Versi Pemerintah Ketetapan 1 Syaban 2026 Versi NU
- Kalender Lengkap Syaban 2026 M/1447 H
- Keutamaan Bulan Syaban 1. Bulan Puasa Terbanyak Nabi SAW Selain Ramadhan 2. Bulan Diangkatnya Amal Manusia 3. Bulan yang Memiliki Malam Nisfu Syaban
Syaban, bulan yang padanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam banyak berpuasa, sudah ada di depan mata. Umat Islam harus tahu tanggal tepatnya sehingga dapat mengikuti amalan Nabi Muhammad secara maksimal.
Sebagaimana detikers ketahui, kalender Hijriah memiliki total 12 bulan. Syaban terletak di urutan kedelapan, setelah Rajab, sebelum Ramadhan. Karena posisinya yang sedemikian rupa, banyak manusia lalai dan membiarkan bulan ini berlalu sia-sia saja.
Hal demikian tidak disukai Rasulullah SAW. Terlebih, pada Syaban, amal manusia dibawa naik ke hadapan Allah SWT. Diambil dari buku Ramadhan dan Pembangkit Esensi Insan: Pengajian 30 Malam Ramadhan tulisan Shabri Shaleh Anwar, beliau bersabda:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bulan Syaban adalah bulan di mana manusia mulai lalai, yaitu di antara Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan." (HR an-Nasa'i)
Jadi, kapan 1 Syaban 2026 M atau 1447 H tiba? Ini tanggalan lengkapnya!
Poin Utamanya:
- Muhammadiyah dan pemerintah menetapkan 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Prediksi NU juga mengeluarkan tanggal yang sama.
- Akhir Syaban 2026 menurut penetapan Muhammadiyah jatuh pada 17 Februari 2026. Sementara itu, pemerintah dan NU kompak memprediksi 18 Februari 2026 sebagai hari terakhirnya.
- Tiga keutamaan Syaban adalah bulan yang paling sering dipakai puasa Nabi SAW, kecuali Ramadhan; bulan dinaikkannya amal manusia; dan bulan yang memiliki malam Nisfu Syaban.
1 Syaban 2026 Tanggal Berapa?
Di bawah ini tanggal 1 Syaban 2026 menurut Muhammadiyah, pemerintah, dan Nahdlatul Ulama (NU).
Jadwal 1 Syaban 2026 Versi Muhammadiyah
Terhitung mulai 1447 H, Muhammadiyah secara aktif menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Kalender ini adalah upaya menyatukan tanggalan umat Islam di seluruh dunia sehingga tidak ada lagi perbedaan.
Disadur dari laman resminya, 1 Syaban 1447 H tertulis jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Bulan kedelapan Hijriah ini kemudian berjalan 29 hari hingga 17 Februari 2026. Lalu, 18 Februari 2026 sudah terhitung masuk Ramadhan.
Dalam sistem penanggalan Hijriah, hari berganti saat Matahari terbenam. Alhasil, jika mengikuti tanggal Muhammadiyah, maka 1 Syaban 1447 H sudah dimulai sejak Senin, 19 Januari 2026 bakda maghrib.
Konversi 1 Syaban 2026 Versi Pemerintah
Tanggal Syaban versi pemerintah tercantum di Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 keluaran Kementerian Agama. Dalam kalender itu, 1 Syaban 1447 H ditulis jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026, sama dengan versi Muhammadiyah.
Perbedaan antara Muhammadiyah dan pemerintah tampak dari lama harinya. Muhammadiyah menetapkan bahwa Syaban 1447 H berlangsung 29 hari. Sementara itu, prediksi pemerintah menyebut lamanya 30 hari alias sampai 18 Februari 2026.
Perlu diingat, tanggal akhir Syaban versi pemerintah masih bersifat prediksi. Penetapannya baru bisa diketahui lewat hasil sidang isbat yang akan digelar pada 29 Syaban 1447 H mendatang. Sidang ini dapat disaksikan melalui siaran langsung Bimas Islam Kementerian Agama.
Ketetapan 1 Syaban 2026 Versi NU
Lembaga Falakiyah (LF) NU belum mengeluarkan ketetapan mengenai awal Syaban 1447 H. Namun, prediksinya bisa diketahui lewat Almanak 2026 yang dirilis oleh LF PCNU Kabupaten Bojonegoro.
Dalam kalender itu, 1 Syaban 1447 H diperkirakan jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Dengan demikian, prediksi NU berkesesuaian dengan penetapan Muhammadiyah dan pemerintah.
"Posisi hilal belum memenuhi kriteria imkanurrukyah sehingga 1 Syaban 1447 H diprediksi jatuh pada Selasa Pahing, 20 Januari 2026," bunyi keterangan di almanak itu, dikutip pada Senin (19/1/2026).
Menurut informasi dari kalender 2026 NU itu, Syaban tahun ini bakal berlangsung genap 30 hari. Sekali lagi perlu diingat, tanggalan dari NU masih bersifat perkiraan semata. Ketetapannya akan diumumkan LF PBNU melalui laman resmi maupun akun media sosialnya.
Kalender Lengkap Syaban 2026 M/1447 H
Berikut ini kalender Syaban 2026 lengkap konversinya bagi detikers yang membutuhkan:
- 20 Januari 2026: 1 Syaban 1447 H
- 21 Januari 2026: 2 Syaban 1447 H
- 22 Januari 2026: 3 Syaban 1447 H
- 23 Januari 2026: 4 Syaban 1447 H
- 24 Januari 2026: 5 Syaban 1447 H
- 25 Januari 2026: 6 Syaban 1447 H
- 26 Januari 2026: 7 Syaban 1447 H
- 27 Januari 2026: 8 Syaban 1447 H
- 28 Januari 2026: 9 Syaban 1447 H
- 29 Januari 2026: 10 Syaban 1447 H
- 30 Januari 2026: 11 Syaban 1447 H
- 31 Januari 2026: 12 Syaban 1447 H
- 1 Februari 2026: 13 Syaban 1447 H
- 2 Februari 2026: 14 Syaban 1447 H
- 3 Februari 2026: 15 Syaban 1447 H
- 4 Februari 2026: 16 Syaban 1447 H
- 5 Februari 2026: 17 Syaban 1447 H
- 6 Februari 2026: 18 Syaban 1447 H
- 7 Februari 2026: 19 Syaban 1447 H
- 8 Februari 2026: 20 Syaban 1447 H
- 9 Februari 2026: 21 Syaban 1447 H
- 10 Februari 2026: 22 Syaban 1447 H
- 11 Februari 2026: 23 Syaban 1447 H
- 12 Februari 2026: 24 Syaban 1447 H
- 13 Februari 2026: 25 Syaban 1447 H
- 14 Februari 2026: 26 Syaban 1447 H
- 15 Februari 2026: 27 Syaban 1447 H
- 16 Februari 2026: 28 Syaban 1447 H
- 17 Februari 2026: 29 Syaban 1447 H (akhir Syaban menurut Muhammadiyah)
- 18 Februari 2026: 30 Syaban 1447 H (akhir Syaban menurut prediksi pemerintah dan NU)
Keutamaan Bulan Syaban
Syaban bukanlah bulan biasa. Ia menyimpan sejumlah keutamaan yang tak kalah agung dibanding bulan-bulan lain. Apa saja? Ini daftar dan dalilnya:
1. Bulan Puasa Terbanyak Nabi SAW Selain Ramadhan
Dirujuk dari buku Catatan Fikih Puasa Sunnah oleh Hari Ahadi, Aisyah radhiyallahu anha berkata:
فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Artinya: "Dan saya tidak pernah melihat Nabi berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa sunnah yang lebih sering melebihi ketika di bulan Syaban." (HR Muslim no 1156 dan Bukhari no 1969)
2. Bulan Diangkatnya Amal Manusia
Diambil dari buku Himpunan khutbah Jum'at Kontemporer: Koleksi Pilihan Khutbah Jum'at dan Hari Raya Besar Islam tulisan Afiful Ikhwan, ada hadits berbunyi:
عن أسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ؟ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: "Usamah bin Zaid berkata, 'Wahai Rasulullah aku tidak pernah melihat engkau berpuasa sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Syaban. Nabi membalas, 'Bulan Syaban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan. Bulan Syaban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa.'" (HR an-Nasa'i)
3. Bulan yang Memiliki Malam Nisfu Syaban
Dikutip dari buku Kumpulan Artikel Sya'ban dan Ramadhan oleh Ammi Nur Baits ST BA, dari Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu anhu, Nabi SAW bersabda:
إن الله ليطلع ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن
Artinya: "Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)
Nah, itulah sekilas informasi mengenai tanggal 1 Syaban 2026 jatuh pada tanggal berapa menurut versi pemerintah, Muhammadiyah, dan NU. Semoga bermanfaat, ya!
