Kalender Hijriah Hari Ini 17 Januari 2026 dan Niat Puasa Qadha Ramadhan

Kalender Hijriah Hari Ini 17 Januari 2026 dan Niat Puasa Qadha Ramadhan

Nur Umar Akashi - detikJateng
Sabtu, 17 Jan 2026 08:25 WIB
Kalender Hijriah Januari 2026
Kalender Hijriah Januari 2026. (Foto: Dok. Kemenag RI)
Solo -

Perbedaan patokan kalender Masehi dan Hijriah dalam menentukan awal bulan menyebabkan tanggal yang berlainan pula. Kalender Masehi menggunakan dasar pergerakan Matahari, sedangkan kalender Hijriah mengacu pada Bulan.

Masyarakat Indonesia biasa menjadikan tanggalan Masehi sebagai panduan hidup sehari-hari. Padanya, tanggal-tanggal peringatan besar, baik nasional maupun internasional, ditetapkan. Begitu pula libur nasional dan cuti bersama.

Namun, tanggalan Hijriah tetap diperlukan. Mengingat, mayoritas orang Indonesia menganut agama Islam dan syariat-syariatnya dikerjakan berdasar kalender Hijriah. Di antaranya adalah sholat Idul Fitri, puasa sunnah Ayyamul Bidh, dan penyembelihan hewan kurban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah yang tepat setiap hari. Bagaimana dengan hari ini? Simak konversi Sabtu, 17 Januari 2026, ke dalam tanggalan Hijriah menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah via uraian berikut.

ADVERTISEMENT

Kalender Hijriah Hari Ini 17 Januari 2026

Kalender Hijriah 17 Januari 2026 Menurut Pemerintah

Tanggal hijriah versi pemerintah tertera dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang dirilis Kementerian Agama. Melalui kalender itu, pemerintah mengonversi 1 Rajab 1447 H menjadi Minggu, 21 Desember 2025.

Bulan haram (mulia/terhormat) ini berlangsung genap 30 hari hingga 19 Januari 2026 mendatang. Lalu, pada 20 Januari 2026, Rajab resmi digantikan Syaban, bulan yang padanya, Nabi Muhammad SAW paling banyak berpuasa.

Atas acuan itu, pemerintah mengonversi 17 Januari 2026 menjadi 28 Rajab 1447 H.

Kalender Hijriah 17 Januari 2026 Menurut NU

Dilihat dari Instagram Lembaga Falakiyah (LF) NU, @falakiyahnu, 1 Rajab 1447 H jatuh pada Senin, 22 Desember 2025. Pasalnya, sampai Sabtu, 20 Desember 2025, tidak terlihat hilal sehingga metode penyempurnaan alias istikmal dipakai.

"Sebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Rajab 1447 H bertepatan dengan Senin Pon 22 Desember 2025 M (mulai malam Senin) atas dasar istikmal," bunyi keterangan dalam Pengumuman Nomor: 110/PB.08/A.II.11.13/13/12/2025 tentang Awal Bulan Rajab 1447 H.

Atas dasar informasi tersebut, NU menetapkan 17 Januari 2026 sebagai 27 Rajab 1447 H.

Kalender Hijriah 17 Januari 2026 Menurut Muhammadiyah

Dilihat dari laman Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah menulis Rajab 1447 H dimulai pada Ahad/Minggu, 21 Desember 2025. Sama dengan versi pemerintah, Muhammadiyah menetapkan Rajab berlangsung 30 hari genap hingga 19 Januari 2026.

Sebagai informasi, KHGT adalah versi termutakhir upaya umat Islam sedunia untuk menyatukan tanggalan, dilaporkan laman Suara Muhammadiyah. KHGT berprinsip 1 hari untuk 1 tanggal di seluruh dunia sehingga tidak ada lagi perbedaan. Kalender ini mulai dipedomani Muhammadiyah sejak tahun 1447 H.

Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan 17 Januari 2026 sebagai 28 Rajab 1447 H.

Niat Puasa Qadha Ramadhan

Sebelum Ramadhan 1447 H menghampiri, umat Islam sudah semestinya menyelesaikan utang puasanya. Bulan Rajab dan Syaban menjadi kesempatan terakhir yang dapat dimanfaatkan.

Sama seperti ibadah-ibadah lain, puasa Qadha Ramadhan juga harus dilandasi niat. Tanpa niat, puasa tak ubahnya kegiatan biasa yang tidak bernilai ibadah. Pertanyaannya, bagaimana bacaan niat puasa Qadha Ramadhan?

Diambil dari NU Online, begini lafalnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.

Perlukah Niat Puasa Dibaca?

Pembahasan mengenai perlu tidaknya niat dibaca sudah jadi polemik panas bertahun-tahun. Yang pasti, niat hukumnya wajib ada di hati. Pendapat ini diamini semua ulama, baik yang menganggap pembacaan niat sunnah maupun tidak.

Dikutip dari buku Catatan Fikih Puasa Sunnah tulisan Hari Ahadi, Imam an-Nawawi berkata:

لَا يَصِحُ الصَّوْمُ إِلَّا بِالنِّيَّةِ، وَمَحَلُّهَا الْقَلْبُ. وَلَا يُشْتَرَطُ النُّطْقُ بِلَا خِلَافٍ

Artinya: "Tidak sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Tempat niat di dalam hati, tidak dipersyaratkan untuk dilafalkan, tanpa ada khilaf (perselisihan) dalam masalah ini." (Raudhah ath-Thalibin, II/350)

Kembali ke permasalahan perlu tidaknya niat dibaca, para ulama berbeda pendapat. Diringkas dari buku Shalatlah Sebagaimana Melihatku Shalat! oleh Yulian Purnama, ulama-ulama Malikiyyah, salah satu pendapat di mazhab Hanafi, dan pendapat Imam Ahmad menyebut melafalkan niat tidak disyariatkan.

Di sisi lain, ulama Syafi'iyyah, salah satu pendapat di mazhab Hanafi dan Hambali menyatakan bahwa melafalkan niat dianjurkan. Mana yang benar? Wallahu a'lam bish-shawab.

Yang pasti, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat tidak melafalkan niat sebelum beribadah. Sebab, jikalau ada, pastilah sudah ditemukan riwayatnya dalam hadits-hadits shahih. Ibnul Qayyim al-Jauziyyah berkata:

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasanya ketika memulai sholat beliau mengucapkan 'Allahu Akbar' dan tidak mengucapkan apa-apa sebelumnya. Beliau juga tidak pernah sama sekali melafalkan niat..." (Zaadul Ma'ad, 1/201)

Perkataan Ibnul Qayyim ini didasari sebuah hadits shahih Muslim yang datang dari Aisyah radhiyallahu anha. Ia berkata:

كان رسول الله - صلى الله عليه وسلم - يستفتح الصلاة بالتكبير

Artinya: "Biasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memulai sholatnya dengan takbir." (HR Muslim no 498)

Demikian informasi mengenai kalender Hijriah hari ini 17 Januari 2026 dan niat puasa Qadha Ramadhan. Yuk, tuntaskan sebelum Ramadhan yang mulia tiba!

FAQ tentang Kalender Hijriah Hari Ini

1. Sekarang tahun berapa hijriah?

Per hari ini, tengah berjalan tahun 1447 Hijriah, tepatnya bulan Rajab tanggal 28 (versi pemerintah dan Muhammadiyah) atau 27 (versi NU). Beberapa hari lagi, Rajab akan digantikan Syaban.

2. Hari ini tanggal berapa hijriah?

Tanggalan pemerintah dan Muhammadiyah menyatakan Sabtu, 17 Januari 2026 bertepatan dengan 28 Rajab 1447 H. Adapun NU, mengonversi hari ini menjadi 27 Rajab 1447 H.

3. Kapan batas akhir puasa Qadha Ramadhan?

Batasnya adalah sampai sebelum Ramadhan tahun berikutnya tiba. Namun, jika ada udzur, diperbolehkan melebihi batas tersebut. Apabila tanpa udzur, tetapi melebihi waktu itu, ulama berbeda pendapat. Sebagian menyebut harus tetap meng-qadha plus membayar fidyah, sedangkan lainnya hanya mewajibkan qadha-nya saja.




(sto/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads