Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Klaten diresmikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo beberapa hari lalu. Jembatan tersebut merupakan impian warga selama lima tahun terakhir.
"Di situ dulu ada jembatan yang dibangun sekitar tahun 1980 an. Tapi hancur terkena erosi dan banjir besar tahun 2021, jadi masyarakat sudah menantikan jembatan baru kurang lebih 5 tahun," ungkap Kades Cucukan, Kecamatan Prambanan, Heru Pramana kepada detikJateng, Jumat (16/1/2026) siang.
Dikatakan Heru, sejak rusak tahun 2021 rencana pembangunan jembatan belum terwujud, terlebih setelah pandemi COVID. Tahun ini rencana tersebut dilanjutkan setelah ada bantuan keuangan dari pemerintah dan Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita dapat bantuan keuangan dan dibantu Polri tahun ini dan alhamdulilah bisa diselesaikan bersama Polri. Akhirnya terwujud tahun ini, " kata Heru.
Menurut Heru, setelah jembatan penghubung dengan Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan itu terbangun lagi ada rencana mengembangkan jadi destinasi wisata. Hal itu didukung view yang indah di lokasi.
"Di sekitar jembatan itu viewnya bagus sekali. Rencana ke depan akan kami manfaatkan untuk tempat joging, untuk arena kuliner, spot mancing atau arena permainan air di situ," jelas Heru.
Sebagai penunjang, sambung Heru, jalan di sekitar lokasi juga akan diperbaiki diusulkan menjadi kegiatan program TMMD atau program kabupaten. Masih ada jalan sekitar 1,5 kilometer yang belum dikeraskan.
"Masih ada jalan sekitar 1,5 kilometer tinggal pengerasan saja karena jalannya sudah lebar. Bahkan jalan itu tembus ke jalan DPU sehingga bisa jadi jalur alternatif saat jalan Jogja-Solo crowded," kata Heru.
"Jadi jembatan ini sangat penting. Kami berterima kasih atas dibangunnya jembatan tersebut," sambung Heru.
Dengan dibangunnya jembatan tersebut, lanjut Heru, sangat membantu mobilitas warganya. Terutama yang sekolah maupun yang petani.
"Terutama anak sekolah dan para petani sangat terbantu. Sebab sebelum ada jembatan tersebut warga harus memutar cukup jauh, ada kalau sekitar dua kilometer," imbuh Heru.
Purwanto, seorang warga mengatakan jembatan tersebut sangat membantu warga karena mempersingkat jarak. Bahkan bisa menjadi jalur alternatif wilayah selatan.
" Bisa juga jadi jalur wilayah selatan karena ke barat tembus jalan ke Prambanan, Sleman. Kalau jalan Jogja-Solo ramai bisa jadi alternatif," katanya.
Posisi jembatan tersebut dari pantauan detikJateng berada di tengah persawahan di atas aliran sungai Dengkeng. Di selatan terhampar deretan perbukitan seribu begitu dekat dan di kejauhan Utara Gunung Merapi terlihat saat cuaca cerah.
Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan secara serentak 19 Jembatan Merah Putih Presisi yang telah selesai dibangun di berbagai wilayah Jawa Tengah. Jembatan sebanyak itu bagian dari 63 jembatan yang direncanakan.
"Alhamdulillah dari rencana 63 jembatan, hari ini telah diresmikan 19 jembatan secara serentak dan sisanya saat ini sedang dalam proses , baik evaluasi perencanaan maupun proses pembangunan," jelas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada wartawan usai meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Rabu, (14/1).
(apl/apl)











































