Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW menjadi momen penting umat Islam untuk memperkuat iman dan meneladani perjuangan Rasulullah SAW. Peristiwa ini tidak hanya mengajarkan tentang keimanan, namun juga menegaskan kewajiban sholat lima waktu.
Salah satu cara menyampaikan makna Isra Mi'raj dengan menyentuh hati dan lebih mudah dipahami adalah melalui puisi. Dengan bahasa yang sederhana dan penuh makna, puisi mampu menyentuh hati siapa aja yang mengikuti kegiatan peringatan Isra Mi'raj.
Berikut artikel ini sajikan kumpulan puisi tentang Isra Mi'raj yang menyentuh hati, cocok dibacakan oleh anak SD, remaja, hingga pemuda masjid dalam acara keagamaan, lomba, atau pengajian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Contoh Puisi Isra Miraj
Puisi Isra Mi'raj (1)
Karya: Andi Siti Nurhalizah
Di malam yang berkat,
Isra dan Mi'raj
Kutemani langkahmu ke bait suci nan jauh
Berkat rahmat Ilahi,
Kau merasakan pelangi cahaya
Mengalir dalam rukun iman yang abadi.
Puisi Isra Mi'raj (2)
Karya: Akifah
Malam yang suci, langit terbuka
Nabi Muhammad naik, dengan hati yang murni
Menembus awan, bintang0bintang cemerlang
Membawa pesan, dari Allah yang Maha Kuasa
Dengan Buraq, kuda terbang yang indah
Nabi Muhammad melintasi, langit dan bumi
Menyaksikan keajaiban, ciptaan Allah yang Maha Besar
Mengajarkan kita, tentang keimanan dan kesabaran
Puisi Isra Mi'raj (3)
Perjalanan Rasulullah, sangat mulia
Dari Masjid Al-Haram hingga Masjid Al-Aqsa
Di malam yang penuh cahaya
Isra Mi'raj, suatu peristiwa luar biasa
Diangkat tinggi ke langit nan biru,
Melihat alam semesta yang luas dan jitu
Perjalanan luar biasa yang penuh makna,
Mengajarkan kita untuk selalu beriman dan percaya.
Isra Mi'raj, suatu perjalanan suci
Meningkatkan teladan bagi umat ini
Rasulullah menunjukkan kita jalan
Untuk selalu taat kepada Allah yang Maha Kuasa.
Isra Mi'raj: Perjalanan Suci (4)
Karya: Layla Desvitha
Pada dinginnya malam
Kau menggigil dari peristiwa tak beringin
Sau kau sembunyikan air mata
Dari duka yang terus bertahta
Saat para penopang
Meninggalkanmu dalam kesendirian
Pada itu
DIA menghiburmu
Aroma dingin tertebar
Semua makhluk
Terlena dalam kantuk
Saat sang utusan datang padamu
Dengan tunggangan yang lebih canggih dari pesawat apapun di dunia ini
Buraq
Buraq
Membelah malam
Dengan kilatah yang tajam
Menembus jagat raya
Membelah bumi, melintasi negeri-negeri beraneka warna
Tak ada imaji
Yang sanggup membayangi
Indahnya perjalanan suci
Al-Aqsha
Al-Aqsha
Kau pun tiba ditempat kunci
Saksi bisu kehidupan para nabi
Mi'raj
Mi'raj
Kau pun melejit
Membelah langit demi langit
Ke shidratul muntaha
Di Arsy
Tempat sumber cahaya bertahta
Satu malam
Perjalanan suci kau lampaui
Mati segala akal pemikiran
Hanya dengan iman, dapat dileraikan
Lima waktu
Oleh-oleh darimu
Untuk umatmu
Sampai zaman tidak beredar lagi
Shalawat selalu untukmu
Duhai kekasih Ilahi
Puisi isra Mi'raj: Pesan dari langit (5)
Rasulullah mengajak umat ke langit
Menunjukan keagungan Tuhan yang Maha Kuasa
Isra Mi'raj, peristiwa yang tak terlupakan
Memberikan banyak pesan untuk umat manusia
Di langit, rasulullah bertemu para nabi,
Mengajakan kita tentang persatuan dan kebaikan,
Isra Mi'raj membawa kita pada pemahaman
Bahwa hidup harus penuh dengan rasa cinta
Ingatlah Isra Mi'raj, perjalanan suci ini
Yang membawa kita lebih dekat dengan Ilahi
Mari kita berdoa, beribadah, dan selalu ingat
Bahwa hidup ini adalah untuk beribadah kepada Allah.
Puisi Isra Mi'raj (6)
Isra Mi'raj adalah perjalanan yang sangat bermakna,
Mengajarkan kita untuk selalu beriman kepada-Nya
Rasulullah menunjukan kebesaran Tuhan
Melalui perjalanan yang luar biasa ini
Perjalanan dimulai di Masjidil Haram
Menuju Masjidil Al-Aqsa dengan penuh ketenangan
Kemudian Rasulullah melanjutkan ke langit
Menyaksikan kebesaran Tuhan yang tiada terhingga
Isra Mi'raj mengajarkan kita untuk selalu bersyukur
Untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya
Menjadi umat yang penuh dengan keimanan
Dan mengikuti teladan yang diajarkan-Nya.
Semoga kumpulan puisi Isra Miraj ini dapat menghidupkan suasana peringatan Isra Miraj, menguatkan semangat sholat, dan menumbuhkan generasi muslim yang berakhlak mulia serta taat kepada Allah SWT.
Artikel ini ditulis oleh Ajril Lu'lu'a Zahroh peserta Program PRIMA Magang Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)
