20 Desa di Kendal Terendam Banjir, Warga Mulai Mengungsi

20 Desa di Kendal Terendam Banjir, Warga Mulai Mengungsi

Saktyo Dimas R - detikJateng
Jumat, 16 Jan 2026 10:25 WIB
Kondisi banjir di Kendal, Jumat (16/1/2026).
Kondisi banjir di Kendal, Jumat (16/1/2026). (Foto: Saktyo Dimas R/detikJateng)
Kendal -

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kendal Kamis (15/1) sore hingga malam mengakibatkan banjir. Air merendam akses jalan, sekolah dan ratusan rumah di 20 desa di lima kecamatan.

Pantauan Jumat (16/1/2025) pagi, banjir masih menggenangi akses jalan dan pemukiman warga di sejumlah desa yang berada di lima kecamatan. Salah satunya di Desa Kumpulrejo dan Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong.

Banjir menggenangi permukiman warga sejak malam akibat hujan deras dan meluapnya Sungai Waridin serta jebolnya pintu air Sungai Waridin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hingga Jumat (16/1) pagi ini, kami mencatat ada 20 desa/kelurahan dari lima kecamatan yang masih terendam banjir. Kalau banjir di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu dan Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong akibat pintu airnya Sungai Waridin jebol," kata Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo saat dihubungi detikJateng, pagi ini.

Meski sudah mulai surut, Iwan menjelaskan ketinggian air yang menggenangi permukiman warga di 20 desa/kelurahan berada di kisaran 20 hingga 70 sentimeter.

ADVERTISEMENT

"Genangan banjir rata-rata sudah mulai surut, saat ini ya sekitar 20 sentimeter hingga 70 sentimeter," jelasnya.

Lima kecamatan yang terendam banjir yakni Kecamatan Kendal, Ngampel, Pegandon, Brangsong dan Kaliwungu.

Banjir yang menggenangi pemukiman warga akibat meluapnya lima sungai di lima kecamatan yakni Sungai Kendal di Kecamatan Kendal, Sungai Penut di Kecamatan Pegandon, Sungai Bedo di Kecamatan Ngampel, Sungai Waridin di Kecamatan Brangsong dan Sungai Aji di Kecamatan Kaliwungu.

Iwan menambahkan pihak BPBD Kendal terus melakukan pemantauan dan pendataan desa/kelurahan terdampak banjir. Sementara untuk distribusi logistik dan pendirian dapur umum dilakukan di Desa Karangmulyo, Kecamatan Pegandon karena genangan air masih cukup tinggi.

"Untuk dapur umum dan distribusi logistik dilakukan di Desa Karangmulyo karena genangan air masih cukup tinggi. Kami juga masih melakukan pendataan dan pemantauan desa/kelurahan yang terdampak banjir," tambahnya.

Sejumlah warga desa Kebonadem mulai mengungsi, terutama yang mempunyai lansia dan anak-anak karena khawatir air bertambah tinggi jika hujan masih turun.

"Ini saya mau mengungsi sama anak istri ke rumah saudara. Saya takut saja kalau hari ini hujan lagi dan sungai Waridin meluap lagi," kata salah satu warga desa Kebonadem, Budi, kepada detikJateng.

Budi menjelaskan luapan air Sungai Waridin mulai masuk ke permukiman mulai pukul 21.30 WIB. Ratusan warga Desa Kebonadem tidak bisa berbuat apapun saat air mulai masuk ke rumah.

"Air itu mulai masuk rumah saya pukul 21.30 WIB dengan cepat. Warga di sini tidak bisa berbuat apapun kecuali menyelamatkan barang-barang berharga," jelasnya.

Budi berharap Pemkab Kendal bisa segera melakukan perbaikan pintu air dan penanggulangan banjir langganan. "Ya saya cuma bisa berharap agar Pemkab Kendal bisa segera melakukan perbaikan pintu air sungai Waridin. Di sini kan langganan banjir jadi tolong dilakukan penanggulangan banjir," harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kendal, Kadar Sudaryanto, mengatakan, akan segera melakukan perbaikan sementara pintu air yang jebol dan dibendung dengan karung pasir.

"Kalau langkah yang kami lakukan secepatnya ya sementara kami perbaiki pintu air yang jebol dan mengganjal dengan tumpukan karung pasir. Kalau penggantian pintunya baru bisa kami lakukan pada hari Senin (19/1) besok," pungkasnya.




(aku/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads