112 Desa di Sepanjang Sungai Silugonggo Pati Terendam Banjir

112 Desa di Sepanjang Sungai Silugonggo Pati Terendam Banjir

Dian Utoro Aji - detikJateng
Kamis, 15 Jan 2026 19:32 WIB
Penampakan genangan banjir di jalanan depan SMPN 1 Juwana, Pati, Kamis (15/1/2026) pukul 17.00 WIB.
Penampakan genangan banjir di jalanan depan SMPN 1 Juwana, Pati, Kamis (15/1/2026) pukul 17.00 WIB. (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)
Pati -

Banjir di Kabupaten Pati terus meluas karena curah hujan cukup tinggi belakangan ini. Semula hanya 90 desa kini bertambah menjadi 112 desa di 7 kecamatan sepanjang Sungai Silugonggo.

Pantauan detikJateng, Kamis (15/1/2026) pukul 17.00 WIB, genangan banjir di Kecamatan Juwana meluas. Seperti di depan SMPN 1 Juwana yang semula belum terdampak, sore tadi sudah kebanjiran. Akses jalan menuju Alun-alun Juwana pun ditutup karena genangan banjir cukup dalam.

Selain itu ketinggian air di Desa Bajomulyo, Bumimulyo, Kedungpancing, dan Doropayung Kecamatan Juwana mengalami kenaikan jika dibandingkan kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, menjelaskan saat ini ada 112 desa yang terendam banjir. Namun, kini area yang terendam banjir mayoritas di sepanjang Sungai Silugonggo, sedangkan genangan di kecamatan Wedarijaksa, Tlogowungu, Jaken, mulai berangsur surut.

"Wilayah terdampak banjir yang sempat 20 Kecamatan tinggal 6 Kecamatan yang dialiri Sungai Silugonggo mulai dari Sukolilo, Kayen, Gabus, Pati, Jakenan dan Juwana," kata Martinus kepada wartawan di Pati, Kamis (15/1/2026).

ADVERTISEMENT

"Ditambah di Dukuhseti bagian utara itu cakupan wilayah terdampak," lanjut dia.

Menurutnya, banjir terparah saat ini berada sepanjang Sungai Silugonggo. Curah hujan tinggi menyebabkan Sungai Silugonggo meluap ke permukiman warga.

"Desa yang terdampak sepanjang Sukolilo sampai Juwana ada banyak yang terdampak ada 112 desa terdampak banjir, ini dimungkinkan akan bertambah," jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa titik pengungsian mengingat genangan banjir terus bertambah. Lokasi pengungsian di antaranya berada di Desa Doropayung, Bumimulyo, Kedungpancing, Kalidoro, Mustokoharjo.

"Lokasi pengungsian di Balai Desa Doropayung, Sidoarjo, Kalidoro Mustokoharjo," jelasnya.

"Jumlah pastinya belum didata, semakin banyak lokasi, dipastikan jumlahnya akan terus bertambah ini," Martinus melanjutkan.

Pemkab Pati saat ini telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama dua pekan ke depan. "Status tanggap darurat bencana dari tanggal 10 -24 Januari 2026," jelasnya.

Lebih lanjut, BPBD juga telah mendirikan beberapa lokasi dapur umum untuk membantu warga yang terdampak banjir.

"Dapur di Kecamatan Juwana, Tayu, Kantor BPBD Pati, Sukoharjo, dan lainnya," tutupnya.



(ams/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads