Jenazah Ali Pendaki Gunung Slamet Dibawa ke RS Purbalingga

Jenazah Ali Pendaki Gunung Slamet Dibawa ke RS Purbalingga

Robby Bernardi - detikJateng
Kamis, 15 Jan 2026 15:06 WIB
Jenazah pendaki Gunung Slamet berhasil dievakuasi lewat Gunungmalang, Purbalingga, Kamis(16/1/2026).
Jenazah pendaki Gunung Slamet berhasil dievakuasi lewat Gunungmalang, Purbalingga, Kamis(16/1/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Purbalingga -

Jenazah Syafiq Ali, pendaki yang hilang di Gunung Slamet, telah berhasil dievakuasi melalui jalur pendakian Gunung Malang di Purbalingga. Jenazahnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Purbalingga.

Tim relawan gabungan yang mengevakuasi jenazah Syafiq Ali tiba di Gunung Malang pukul 14.25 WIB. Jenazah langsung dibawa ke RS Purbalingga untuk dilakukan visum.

Pantauan detikJateng di lokasi, sejumlah warga turut menyambut kedatangan jenazah Syafiq Ali di Gunung Malang, Desa Serang, kecamatan Karangreja, Purbalingga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tampak warga berbondong-bondong mendatangi mobil ambulans di titik penjemputan. Sejumlah ibu-ibu tampak menangis.

USS Basarnas Pemalang, Handika, mengatakan jenazah Syafiq Ali langsung dibawa ke Rumah Sakit Purbalingga untuk dilakukan pemeriksaan luar.

ADVERTISEMENT

"Ya, kami bersyukur, evakuasi berjalan lancar. Ini langsung dibawa ke rumah sakit Purbalingga," kata Handika kepada detikJateng, Kamis (15/1/2026).

Sementara itu ayah Syafiq Ali, Dhani Rusman, terlihat tegar menyaksikan jenazah putranya di titik penjemputan mobil ambulans.

Sebelumnya, Dhani mengaku sudah mengikhlaskan kepergian anaknya.

"Puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, karena ini semuanya tentunya atas izin Allah dan juga kerja keras dari tim relawan, tim SAR gabungan, dan seluruh pihak, baik dari masyarakat, kedinasan, maupun swasta. Juga dukungan doa dari masyarakat Indonesia hingga mancanegara," kata Dhani saat diwawancarai detikJateng.

Ia mengatakan, kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi para pendaki, yaitu agar selalu meminta izin dan restu orang tua serta mempersiapkan pendakian dengan matang.

"Harapan saya ini menjadi yang pertama dan terakhir, sebagai pembelajaran bagi kita semua. Pendaki harus betul-betul mendapatkan izin orang tua," tegasnya.

Selama proses pencarian Syafiq Ali yang berlangsung sekitar dua pekan, keluarganya hanya bisa berdoa dan berikhtiar. Dhani mengaku terharu dengan perjuangan para relawan dan warga Desa Clekatakan yang tanpa lelah membantu pencarian.

"Mereka bekerja dengan tulus ikhlas, pagi, siang, malam, hujan, badai, terus mencari anak kami. Kami sangat berterima kasih kepada kepala desa, para sesepuh, dan seluruh warga," ucapnya.

Terkait rencana autopsi, Dhani menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban dan tidak menghendaki dilakukan autopsi.

"Kami sudah ikhlas lahir batin. Ini murni musibah kecelakaan, tidak ada kaitan dengan siapapun. Kami hanya ingin mengetahui perkiraan waktu meninggalnya untuk penentuan tahlil," pungkasnya.




(dil/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads