Kades Ungkap Penyebab Banjir di Wonorejo Demak Tak Kunjung Surut

Kades Ungkap Penyebab Banjir di Wonorejo Demak Tak Kunjung Surut

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Rabu, 14 Jan 2026 21:42 WIB
Banjir di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Rabu (14/1/2026) sore.
Banjir di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Rabu (14/1/2026) sore. Foto: dok. Istimewa
Demak -

Sudah beberapa hari banjir di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar tak kunjung surut. Selain karena hujan yang terus datang, siphon yang tak optimal juga memperparah banjir di desa itu.

Diketahui, siphon merupakan bangunan persilangan memotong sungai yang dibangun tertutup di bawah permukaan sungai. Fungsinya yaitu membawa air dari hulu ke hilir irigasi dengan cara melewati bawah suatu rintangan, seperti saluran pembuangan, cekungan, anak sungai, atau sungai.

Kepala Desa Wonorejo, Ahmad Rozikin, mengatakan aliran air di sepanjang sungai tidak bisa mengalir lancar karena siphon di wilayah Kecamatan Gajah tidak berfungsi maksimal. Hal ini membuat air sungai limpas ke jalan dan permukiman warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penyebabnya akibat curah hujan tinggi, siphon kurang lancar, baik yang berada di wilayah Gajah maupun siphon yang mengarah ke Kedungwaru Kidul atau Kali Kenceng," kata Rozikin saat dimintai konfirmasi, Rabu (14/1/2026).

ADVERTISEMENT

Rozidin mengungkapkan banjir di wilayahnya terjadi sejak Jumat (9/1) dan menggenangi hampir seluruh wilayah Desa Wonorejo. Ia menyebut seluruh warganya terdampak banjir dengan ketinggian mencapai 30 sentimeter di dalam rumah.

"Semua warga terdampak, ada sekitar 1923 KK di sini terdampak. Ketinggian genangan bervariasi, kalau di dalam rumah 10-30 cm," katanya.

Pemerintah desa telah berupaya berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani banjir ini. Sejumlah pompa air telah diterjunkan di Desa Wonorejo.

"Alhamdulillah ini sudah diterjunkan pompa air dan sudah berjalan sekitar tiga hari ini," tutur Rozidin.

Ketinggian genangan banjir terdalam diketahui mencapai sekitar 70 cm seiring dengan hujan yang terus-menerus turun di daerah itu. Rozidin mengungkapkan sejumlah warga telah melakukan evakuasi mandiri.

"Ada beberapa warga yang mengungsi secara mandiri ke rumah saudara yang tempatnya lebih tinggi, tapi sebagian besar masih bertahan di rumah masing-masing," terang Rozidin.

Warga Dukuh Kedung Banteng, Mashudi, mengungkapkan bahwa ketinggian air terus bertambah. Ia mendorong agar siphon segera diperbaiki.

"Terus bertambah (ketinggian banjirnya). Air dari sungai depan itu kalau hujan airnya mengalir ke timur, harusnya mengalir ke barat. Kalau menurut saya itu karena siphon di Gajah kurang optimal. Harus dibenahi itu siphonnya," jelasnya.



(apu/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads