Bajak laut di lepas pantai Gabon, Afrika Tengah menculik sembilan orang pelaut. Ada empat korban di antaranya ternyata merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
Dikutip dari detikNews, para penyerang bersenjata yang menaiki kapal itu membawa lima warga Tiongkok dan empat WNI pada Sabtu (10/1) malam waktu setempat.
"Serangan ini, yang dilakukan oleh tiga orang bersenjata, menyebabkan penculikan sembilan awak kapal, termasuk lima warga negara Tiongkok dan empat warga negara Indonesia," kata kepala staf angkatan laut Hubert Bekale Meyong dalam pernyataan video yang disiarkan oleh media Gabon, dilansir AFP, Selasa (13/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal yang ditumpangi para korban adalah kapal nelayan berbendera Gabon. Peristiwa itu diklarifikasi sebagai aksi pembajakan terbaru di Teluk Guinea, yang membentang lebih dari 5.700 kilometer (3.500 mil) dari Senegal hingga Angola di lepas pantai barat Afrika.
"Kapal penangkap ikan IB Fish 7, yang mengibarkan bendera Gabon, menjadi korban serangan perompak saat sedang menangkap ikan sekitar tujuh mil laut barat daya Ekwata, di perairan Gabon," tambahnya.
Ada enam pelaut yang tetap berada di kapal tersebut setelah para bajak laut pergi. Mereka berkewarganegaraan Indonesia, Tiongkok, dan Burkina Faso. Pihak berwenang menemukan kapal itu dan mengawal ke pelabuhan Libreville. Otoritas Gabon pun melakukan penyelidikan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) mengatakan koordinasi sudah dilakukan dengan otoritas KBRI setempat. KBRI juga mengupayakan permintaan bantuan agar korban diselamatkan.
"Terkait pertanyaan tersebut, dapat kami sampaikan bahwa KBRI di Yaounde, Kamerun, yang wilayah akreditasi kerjanya merangkap Gabon, telah berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Liberville (ibu kota Gabon)," kata Jubir Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl, saat dihubungi detikcom.
(alg/apl)











































