BPBD: 14.437 Warga Kudus Terdampak Banjir, 3 Orang Meninggal

BPBD: 14.437 Warga Kudus Terdampak Banjir, 3 Orang Meninggal

Dian Utoro Aji - detikJateng
Senin, 12 Jan 2026 16:12 WIB
Situasi banjir Pantura Kudus - Pati pagi ini, Senin (12/1/2026).
Situasi banjir Pantura Kudus-Pati, Senin (12/1/2026) pagi. (Foto: Dok. Polres Kudus)
Kudus -

BPBD Kabupaten Kudus menyebut 14.437 jiwa terdampak banjir dan longsor di wilayah itu. Hingga kini tercatat ada tiga korban jiwa dalam musibah ini.

"Total jumlah terdampak 4.610 KK dengan 14.437 jiwa, ada korban jiwa 3 orang," jelas Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (12/1/2026).

Ahmad menerangkan, banjir di Kudus disebabkan curah hujan yang tinggi yang memicu meluapnya sejumlah sungai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kronologi kejadian karena curah hujan yang tinggi dan menyebabkan sejumlah sungai di Kudus seperti Piji, Dawe, dan Gelis meluap," jelasnya.

Adapun wilayah yang terdampak meliputi 6 desa di Kecamatan Mejobo, 2 Desa di Kudus Kota, 1 desa di Jekulo, dan 5 desa di Kaliwungu.

ADVERTISEMENT

Sementara wilayah terdampak tanah longsor meliputi Kecamatan Dawe ada 24 titik longsor di 10 desa. Kemudian di Kecamatan Gebog ada 19 titik di 2 desa, serta Kecamatan Bae ada 2 titik di 1 desa.

Korban meninggal bernama AW (27) warga Desa Bacin, Kecamatan Bae. Korban terseret air arus sungai yang meluap pada Minggu (11/1).

Korban lainnya adalah S (45) warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog. S tertimpa tebing longsor pada Minggu (11/1).

Serta terbaru seorang anak berinisial INU berusia 5 tahun yang hanyut di Sungai Perak, Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tertutup material lumpur dan juga ranting-ranting yang terbawa arus," jelas Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Semarang dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (12/1).

Ahmad Munaji mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bermain di sungai. Orang tua pun diimbau agar mengawasi anak-anaknya agar tidak bermain di lokasi banjir.




(aku/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads