Penjelasan tentang Isra Miraj: Pengertian, Dalil, dan Maknanya

Penjelasan tentang Isra Miraj: Pengertian, Dalil, dan Maknanya

Ikfina Kamalia Rizki - detikJateng
Senin, 12 Jan 2026 21:01 WIB
Penjelasan tentang Isra Miraj: Pengertian, Dalil, dan Maknanya
Ilustrasi Isra Miraj. Foto: Dok. iStock, Canva
Solo -

Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam dan menjadi hari peringatan penting bagi umat Islam setiap tahunnya. Peristiwa ini menjadi momen spiritual yang sangat berharga bagi Nabi Muhammad SAW dan dampaknya masih terasa hingga saat ini.

Islam mengenal Isra Miraj sebagai perjalanan Nabi Muhammad SAW yang penuh makna. Tak hanya kisah perjalanannya saja yang luar biasa besar, Isra Miraj juga memuat banyak pelajaran tentang keimanan dan juga ketaatan hamba kepada Tuhannya.

Oleh karena itu, memahami Isra Miraj tak hanya sebatas mengetahui kisahnya, namun juga memahami pesan di balik peristiwa tersebut. Lantas, seperti aja penjelasan dan maknanya serta dalil yang mendasarinya? Simak penjelasan berikut untuk informasi lengkapnya

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Isra Miraj?

Secara bahasa, Isra Miraj berasal dari dua kata, yakni Isra' dan Mi'raj. Mengutip jurnal Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan Pembelajarannya oleh Yuyun Yunita, Isra' dapat dimaknai sebagai perjalanan Nabi Muhammad SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Sementara itu, Mi'raj diartikan sebagai berangkatnya Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa ke langit ke tujuh menuju Sidratul Muntaha dan berakhir ke Mustawa.

Menurut pendapat Ibnul Qoyyim, Rasulullah diberangkatkan pada waktu malam, dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis dengan mengendarai Buraq dan didampingi malaikat Jibril. Sesampainya di Baitul Maqdis, Rasulullah sholat berjamaah bersama para Nabi. Kemudian, Rasulullah melakukan Mi'raj sampai ke langit ke tujuh. Malaikat Jibril yang mendampinginya meminta agar pintu langit dibuka untuknya.

ADVERTISEMENT

Dalam perjalanannya, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan para nabi seperti Nabi Adam, Nabi Musa, Nabi Ibrahim, dan lainnya. Beliau tiba di Sidratul Muntaha dan dibawa untuk bertemu dengan Allah SWT. Pada pertemuan tersebut, Rasulullah menerima perintah sholat secara langsung. Allah mewahyukan kepadanya perintah sholat fardu lima puluh waktu. Namun, Rasulullah meminta keringanan dan perintah sholat fardhu menjadi lima waktu.

Dalil Isra Miraj

Peristiwa Isra Miraj memiliki dasar yang kuat dalam Al-Quran. Dalil utama Isram Miraj terdapat dalam surat Al Isra ayat 1 sebagai berikut:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

subhaanalladzii asraa bi'abdihîiilailam minal masjidil haraami ilal masjidil aqshalladzii baaraknaa haulahuu linuriyahuu min aayaatinaa, innahuu huwassamii'ul-bashiir.

Artinya: Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Selain itu, dalil tentang peristiwa Miraj juga terdapat dalam surat An Najm ayat 13-18. Ayat tersebut menjelaskan tentang Nabi Muhammad SAW ketika melihat tanda-tanda kebesaran Allah di Sidratul Muntaha dan memperkuat bahwa peristiwa tersebut terjadi atas kuasa Allah SWT. Adapun ayatnya sebagai berikut:

وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ ۝١٣عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى ۝١٤عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ ۝١٥اِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰىۙ ۝١٦مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغٰى ۝١٧لَقَدْ رَاٰى مِنْ اٰيٰتِ رَبِّهِ الْكُبْرٰى ۝١٨

waa laqad ra'aahu nazlatan ukhraa. 'inda sidratil muntahaa. 'indahaa jannatul ma'waa. idz yaghsyassidrata maa yaghsyaa. maa zaaghal basharu wa maa thaghaa. laqad ra'aa min aayaati rabbihil kubraa.

Artinya: Sungguh, dia (Nabi Muhammad) benar-benar telah melihatnya (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu ketika) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Nabi Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha dilingkupi oleh sesuatu yang melingkupinya. Penglihatan (Nabi Muhammad) tidak menyimpang dan tidak melampaui (apa yang dilihatnya). Sungguh, dia benar-benar telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang sangat besar.

Makna dan Hikmah Isra Miraj

Salah satu makna utama adalah diwajibkannya sholat lima waktu bagi umat Islam. Isra Miraj juga mengajarkan tentang pentingnya keimanan, terutama ketika menghadapi hal-hal yang berada di luar jangkauan akal manusia. Karena pada masa itu, tak sedikit orang yang meragukan kesaksian Nabi Muhammad SAW. Kendati demikian, para sahabat tetap mempercayai Rasulullah dengan penuh keyakinan.

Selain itu, dalam peristiwa Isra Miraj, juga terdapat hikmah lain. Rhea Ilham Nurjanah dalam buku Mukjizat Nabi Muhammad: Al-Quran dan Isra Miraj, menjelaskan bahwa pada peristiwa tersebut, malaikat Jibril membersihkan hati Nabi Muhammad SAW. Hal ini menandakan bahwa hati yang bersih dapat membentuk pribadi yang tangguh dan bijak dalam menghadapi kehidupan.

Demikian penjelasan mengenai pengertian Isra Miraj beserta dalil dan maknanya dalam kehidupan. Semoga bermanfaat, ya!

Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(par/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads