Perbedaan patokan kalender Masehi dan Hijriah dalam menentukan awal bulan menyebabkan tanggal yang berlainan pula. Kalender Masehi menggunakan dasar pergerakan Matahari, sedangkan kalender Hijriah mengacu pada Bulan.
Masyarakat Indonesia biasa menjadikan tanggalan Masehi sebagai panduan hidup sehari-hari. Padanya, tanggal-tanggal peringatan besar, baik nasional maupun internasional, ditetapkan. Begitu pula libur nasional dan cuti bersama.
Namun, tanggalan Hijriah tetap diperlukan. Mengingat, mayoritas orang Indonesia menganut agama Islam dan syariat-syariatnya dikerjakan berdasar kalender Hijriah. Di antaranya adalah sholat Idul Fitri, puasa sunnah Ayyamul Bidh, dan penyembelihan hewan kurban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah yang tepat setiap hari. Bagaimana dengan hari ini? Simak konversi Senin, 12 Januari 2026, ke dalam tanggalan Hijriah menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah via uraian berikut.
Kalender Hijriah Hari Ini 12 Januari 2026
Kalender Hijriah 12 Januari 2026 Menurut Pemerintah
Tanggal hijriah versi pemerintah tertera dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang dirilis Kementerian Agama. Melalui kalender itu, pemerintah mengonversi 1 Rajab 1447 H menjadi Minggu, 21 Desember 2025.
Bulan haram (mulia/terhormat) ini berlangsung genap 30 hari hingga 19 Januari 2026 mendatang. Lalu, pada 20 Januari 2026, Rajab resmi digantikan Syaban, bulan yang padanya, Nabi Muhammad SAW paling banyak berpuasa.
Atas acuan itu, pemerintah mengonversi 12 Januari 2026 menjadi 23 Rajab 1447 H.
Kalender Hijriah 12 Januari 2026 Menurut NU
Dilihat dari Instagram Lembaga Falakiyah (LF) NU, @falakiyahnu, 1 Rajab 1447 H jatuh pada Senin, 22 Desember 2025. Pasalnya, sampai Sabtu, 20 Desember 2025, tidak terlihat hilal sehingga metode penyempurnaan alias istikmal dipakai.
"Sebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Rajab 1447 H bertepatan dengan Senin Pon 22 Desember 2025 M (mulai malam Senin) atas dasar istikmal," bunyi keterangan dalam Pengumuman Nomor: 110/PB.08/A.II.11.13/13/12/2025 tentang Awal Bulan Rajab 1447 H.
Atas dasar informasi tersebut, NU menetapkan 12 Januari 2026 sebagai 22 Rajab 1447 H.
Kalender Hijriah 12 Januari 2026 Menurut Muhammadiyah
Dilihat dari laman Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah menulis Rajab 1447 H dimulai pada Ahad/Minggu, 21 Desember 2025. Sama dengan versi pemerintah, Muhammadiyah menetapkan Rajab berlangsung 30 hari genap hingga 19 Januari 2026.
Sebagai informasi, KHGT adalah versi termutakhir upaya umat Islam sedunia untuk menyatukan tanggalan, dilaporkan laman Suara Muhammadiyah. KHGT berprinsip 1 hari untuk 1 tanggal di seluruh dunia sehingga tidak ada lagi perbedaan. Kalender ini mulai dipedomani Muhammadiyah sejak tahun 1447 H.
Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan 12 Januari 2026 sebagai 23 Rajab 1447 H.
Keampuhan Doa Orang yang Terzalimi
Dalam berhubungan antar manusia satu sama lain, terkadang terjadi perselisihan hingga mendorong seseorang untuk berperilaku kurang baik kepada sesamanya. Tindakan yang merugikan tersebut termasuk dalam tindakan menzalimi orang lain.
Adapun contoh perlakuan zalim juga dapat terjadi di lingkungan kerja. Ada pekerja yang mulanya dijanjikan upah harian, tetapi pembayaran selalu terlambat diberikan. Ia pulang ke rumah dengan tangan kosong, anak-istrinya lesu karena belum makan. Dalam kondisi itu, doanya tak terhalangi kepada Allah SWT.
Disadur dari buku Menunda Membayar Upah hingga Keringat Kering oleh Nor Kandir, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
Artinya: "Takutlah kamu akan doa orang yang terzalimi, karena sesungguhnya tidak ada antara doa tersebut dengan Allah sebuah penghalang." (HR Bukhari no 1496 dan Muslim no 19)
Selain hadits di atas, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ المَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ: وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ»
Artinya: "Ada 3 orang yang tidak akan ditolak doanya: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi. Allah SWT akan mengangkat doa itu di atas awan dan membukakan pintu-pintu langit untuknya, lalu Rabb berfirman, 'Demi keperkasaan-Ku, Aku pasti akan menolongmu meskipun setelah beberapa waktu.'" (HR At-Tirmidzi no 3598 dan Ibnu Majah no 1752)
Karena itu, kita perlu berhati-hati dalam bersikap dan bertindak, terlebih saat berada pada posisi yang memiliki wewenang atas orang lain. Kezaliman tidak selalu berbentuk kekerasan atau cacian, tetapi bisa hadir dalam penundaan hak, pengingkaran janji, dan ketidakpedulian terhadap penderitaan sesama.
Ingatlah bahwa kekuasaan dan harta hanyalah titipan, sedangkan doa orang yang terzalimi adalah senjata yang tak terlihat. Siapa tahu, kesulitan-kesulitan yang dialami sekarang mungkin datang akibat murka Allah SWT disebabkan doa hambanya yang terzalimi.
Balasan bagi Orang-orang Zalim
Allah SWT banyak berfirman seputar balasan yang akan ditimpakan untuk orang-orang zalim. Dirujuk dari NU Online, salah satunya terletak di surat Saba ayat ke-42:
فَالْيَوْمَ لَا يَمْلِكُ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ نَّفْعًا وَّلَا ضَرًّا ۗوَنَقُوْلُ لِلَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ذُوْقُوْا عَذَابَ النَّارِ الَّتِيْ كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُوْنَ
Artinya: "Pada hari ini sebagian kamu tidak kuasa (mendatangkan) manfaat dan (menolak) mudarat kepada sebagian yang lain. Kami katakan kepada orang-orang yang zalim, "Rasakanlah olehmu azab neraka yang selalu kamu dustakan!"
Juga dalam surat al-Furqan ayat ke-27:
وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلٰى يَدَيْهِ يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِى اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُوْلِ سَبِيْلًا
Artinya: "(Ingatlah) hari (ketika) orang zalim menggigit kedua tangannya seraya berkata, "Oh, seandainya (dahulu) aku mengambil jalan bersama rasul."
Azab untuk orang zalim juga dikabarkan Rasulullah SAW melalui sabdanya. Dalam hadits itu, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menyebut orang zalim akan didatangi kegelapan pada hari kiamat.
Lafal haditsnya, dikutip dari Syarah Riyadhus Shalihin oleh Imam an-Nawawi adalah:
اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَاتَّقُوا الشُّحْ فَإِنَّ الشَّحْ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ : حَمَلَهُمْ عَلَى أَنْ سَفْكُوا دِمَاءَهُمْ وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ.
Artinya: "Takutlah kalian untuk berbuat zalim, sebab kezaliman itu mendatangkan kegelapan-kegelapan pada hari Kiamat. Juga, takutlah kalian untuk berlaku kikir, sebab kikir itu menyebabkan binasanya umat sebelum kalian. Sifat kikir menyebabkan mereka mengalirkan darah sesamanya dan menghalalkan apa-apa yang diharamkan bagi mereka." (HR Muslim)
Demikian informasi mengenai kalender Hijriah hari ini 12 Januari 2026 dan keampuhan doa orang yang terzalimi. Semoga menambah wawasan detikers, ya!
