- Bacaan Dzikir untuk Wanita Haid 1. Membaca Hauqalah 2. Membaca Sayyidul Istighfar 3. Membaca Tasbih 4. Membaca Tahmid 5. Membaca Tahlil
- Keutamaan Dzikir dan Doa Saat Haid 1. Menjaga Kedekatan dengan Allah SWT 2. Memperbesar Peluang Dikabulkannya Doa 3. Menjadi Sarana Penghapus Dosa 4. Memberikan Ketenangan Hati 5. Mendatangkan Keberkahan Hidup 6. Melindungi dari Gangguan Setan 7. Pahala yang Terus Mengalir
- Tata Cara Membaca Dzikir dan Doa Saat Haid agar Doa Dikabulkan
Haid atau menstruasi merupakan fase alami yang dialami hampir semua perempuan. Saat dalam fase ini, muslimah tidak diperbolehkan menunaikan sholat. Namun, untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT, ada dzikir yang bisa diamalkan sehari-hari.
Menurut laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), haid adalah darah yang keluar dari rahim perempuan pada waktu tertentu, biasanya berlangsung lima hingga tujuh hari dengan siklus antara 28 hingga 35 hari.
Dalam Al-Quran, haid disebut adza, kondisi yang menimbulkan ketidaknyamanan atau nyeri, namun tidak termasuk penyakit. Islam memberikan keringanan bagi perempuan yang sedang haid, seperti dibebaskan dari sholat dan tidak diperbolehkan menyentuh mushaf Al-Quran secara langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, masa haid bukan penghalang untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah. Perempuan tetap bisa melakukan berbagai amalan, terutama dzikir, sebagai bentuk ibadah harian yang membawa pahala.
Berikut rangkuman bacaan dzikir untuk wanita haid yang bisa jadi amalan harian penuh pahala, beserta keutamaan dan cara mengerjakannya.
Bacaan Dzikir untuk Wanita Haid
Bagi perempuan yang sedang haid dan tetap ingin mendekatkan diri kepada Allah melalui dzikir, ada sejumlah bacaan yang bisa diamalkan. Rangkaian dzikir ini dirangkum dari buku Ladang Pahala Saat Haid karya Haviva A.B. dan Wirid-Wirid Wanita Haid oleh Ridhoul Wahidi serta Gianti.
1. Membaca Hauqalah
Salah satu dzikir yang dianjurkan untuk wanita saat haid adalah hauqolah. Dzikir ini berbunyi:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّٰهِ العَلِيِّ العَظِيمِ
Laa haula walaa quwwata illaa billaah
Artinya: "Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."
Membaca hauqolah sangat dianjurkan karena memiliki dasar dari hadits yang diriwayatkan Imam Muslim. Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Hurairah:
"Wahai Abu Hurairah, maukah kamu aku tunjukkan perbendaharaan surga?"
Abu Hurairah menjawab: "Aku mau, wahai Rasulullah." Rasulullah SAW kemudian bersabda: "Bacalah Laa haula walaa quwwata illaa billaah." (HR. Muslim)
Dzikir ini mengingatkan bahwa hak manusia atas Allah adalah menyembah dan tidak menyekutukan-Nya. Dengan membaca hauqolah, seorang hamba memenuhi hak tersebut, sehingga Allah menjanjikan perlindungan-Nya dan terhindar dari siksa-Nya.
2. Membaca Sayyidul Istighfar
Selain hauqolah, dzikir yang dianjurkan untuk wanita haid adalah Sayyidul Istighfar. Dzikir ini berbunyi:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ
Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana 'abduka wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu a'uudzubika min syarri maa shana'tu. Abuu ulaka bini'matika 'alayya wa abuu u bidzanbi fahghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: "Ya Tuhanku, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku senantiasa berada dalam perjanjian dan janji-Mu. Aku mengakui nikmat-Mu dan dosa-dosaku, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat." (HR. Bukhari)
Barangsiapa membaca dzikir ini di pagi hari dengan penuh keyakinan dan meninggal sebelum sore, ia termasuk golongan ahli surga. Begitu pula bila dibaca di malam hari hingga subuh dengan kesungguhan.
Imam Hasan al-Basri menganjurkan untuk memperbanyak istighfar, termasuk memohon ampun atas kefakiran, kesulitan, atau keterbatasan dalam hidup. Membaca Sayyidul Istighfar juga menenangkan hati, membersihkan dosa, dan memupuk keimanan, sehingga sangat bermanfaat bahkan saat haid.
3. Membaca Tasbih
Dzikir selanjutnya adalah tasbih, kalimat yang menyatakan kesucian Allah dari segala cela dan kekuasaan-Nya atas seluruh makhluk. Bacaan tasbihnya:
سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ لله وَلا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallaahu wallahu akbar
Artinya: "Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar."
Kalimat ini ringan diucapkan, mudah dihafalkan, namun memiliki pahala yang sangat besar. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan, Nabi SAW bersabda:
"Dua kalimat yang ringan di lidah namun berat di timbangan dan dicintai Allah: Subhanallahil 'azim subhanallah wa bihamdihi." (HR. Bukhari)
Barangsiapa membaca tasbih ini, pahalanya lebih besar dibanding menafkahkan harta sebesar gunung di jalan Allah. Bahkan bagi yang tidak mampu berjihad, berinfak, atau beribadah di malam hari, dzikir ini tetap dicintai Allah dan sangat dianjurkan.
4. Membaca Tahmid
Dzikir tahmid merupakan bentuk sanjungan kepada Allah atas kekuasaan-Nya. Bacaan tahmid yang umum:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Alhamdulillahi rabbil alamin
Artinya: "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."
Atau bisa juga membaca:
الحَمْدُ للهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَاسْتَغْفِرُ اللَّهَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ
Alhamdulillah 'ala kulli haalin wa astagfirullaha min kulli zanbin
Artinya: "Segala puji bagi Allah atas segala perkara, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas segenap dosa."
Tahmid termasuk dzikir yang paling dicintai Allah. Nabi SAW bersabda:
"Ucapan seorang hamba yang paling disenangi Allah ada empat: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallaah, dan Allahu akbar." (HR. Muslim)
Selain itu, Nabi SAW menganjurkan bagi orang tua atau yang uzur untuk mengamalkan dzikir ini sambil duduk, karena pahalanya sangat besar dan setara dengan berbagai amal besar seperti memerdekakan hamba sahaya atau berjihad.
5. Membaca Tahlil
Dzikir tahlil adalah pengakuan bahwa tiada Tuhan selain Allah, yang menjadi satu-satunya tempat bergantung. Bacaan tahlil:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Laa ilaaha illallaah
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah."
Keutamaan dzikir ini sangat besar. Nabi SAW bersabda:
"Membaca "Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syarika lahu, 'asyra marrat," sama pahala dengan memerdekakan empat belas anak dari keturunan Ismail." (HR. Muttafaq 'alaihi)
Selain itu, tahlil juga termasuk bacaan abadi dan baik, yang menumbuhkan keimanan, membersihkan dosa, dan mendekatkan diri kepada Allah. Sa'id al-Khudry meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda:
"Bacaan yang kekal dan baik adalah: 'Tiada Tuhan selain Allah, Maha Suci Allah, Maha Besar Allah, segala puji milik Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan kehendak Allah." (HR. Nasa'i)
Selain dzikir di atas, perempuan haid juga dianjurkan membaca doa-doa harian yang mendukung aktivitas sehari-hari, sehingga tetap bisa beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah meski dalam masa haid.
Keutamaan Dzikir dan Doa Saat Haid
Meskipun sedang berada dalam masa haid, perempuan tetap memiliki kesempatan besar untuk meraih pahala melalui dzikir dan doa. Informasi dari laman Baitul Muamalat Amil Zakat dan Nazhir Wakaf menjelaskan bahwa kondisi haid tidak menjadi penghalang bagi seorang muslimah untuk memperoleh keberkahan dan kedekatan dengan Allah SWT.
Berikut sejumlah keutamaan dzikir dan doa yang dapat diamalkan selama masa haid:
1. Menjaga Kedekatan dengan Allah SWT
Walau tidak dapat melaksanakan ibadah wajib seperti sholat, dzikir dan doa menjadi sarana penting bagi perempuan haid untuk tetap menjaga hubungan spiritual dengan Allah SWT. Dengan memperbanyak dzikir, ketenangan batin dan kekuatan ruhani tetap terjaga.
Allah SWT berfirman:
"Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingat kalian." (QS. Al-Baqarah: 152)
Ayat ini menegaskan bahwa mengingat Allah tidak dibatasi oleh kondisi fisik, termasuk saat haid.
2. Memperbesar Peluang Dikabulkannya Doa
Doa yang dipanjatkan dengan ikhlas dan penuh pengharapan tetap memiliki peluang besar untuk dikabulkan, meskipun dilakukan dalam keadaan haid. Allah SWT tidak membatasi waktu dan keadaan hamba-Nya dalam berdoa.
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah SWT selain doa." (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menegaskan bahwa doa selalu memiliki nilai tinggi di sisi Allah, termasuk bagi perempuan yang sedang haid.
3. Menjadi Sarana Penghapus Dosa
Dzikir, terutama istighfar, merupakan salah satu cara memohon ampun atas kesalahan dan dosa yang telah dilakukan. Membaca Sayyidul Istighfar sangat dianjurkan, termasuk saat haid, sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa memperbanyak istighfar, Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesempitan, kebahagiaan dari setiap kesedihan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Daud)
Masa haid dapat dimanfaatkan untuk introspeksi diri dan memperbanyak istighfar sebagai langkah menuju taubat yang lebih baik.
4. Memberikan Ketenangan Hati
Perubahan fisik dan emosi sering dirasakan perempuan saat haid. Dzikir seperti tasbih dan tahlil mampu menghadirkan ketenangan batin dan menenangkan pikiran, sekaligus berdampak positif bagi kesehatan mental.
Allah SWT berfirman:
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)
5. Mendatangkan Keberkahan Hidup
Dzikir yang dilakukan secara konsisten, meskipun saat haid, tetap mendatangkan keberkahan. Amalan seperti tasbih, tahmid, dan tahlil tergolong ringan di lisan, tetapi memiliki bobot besar di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
"Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat di timbangan dan dicintai Allah adalah Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil 'Adzim." (HR. Bukhari dan Muslim)
6. Melindungi dari Gangguan Setan
Dzikir juga berfungsi sebagai benteng perlindungan dari gangguan dan bisikan setan. Meski dalam kondisi haid, dzikir tetap menjadi perisai spiritual yang kuat.
Rasulullah SAW bersabda:
"Perbanyaklah dzikir kepada Allah hingga kalian disebut gila karena seringnya berdzikir." (HR. Ahmad)
7. Pahala yang Terus Mengalir
Setiap dzikir dan doa yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan mendatangkan pahala berlipat ganda, meskipun di tengah keterbatasan fisik.
Rasulullah SAW bersabda:
"Orang yang berdzikir kepada Allah di tengah orang-orang yang lalai seperti orang yang hidup di antara orang-orang mati." (HR. Bukhari)
Tata Cara Membaca Dzikir dan Doa Saat Haid agar Doa Dikabulkan
Masih merujuk sumber yang sama, terdapat beberapa adab yang dianjurkan agar dzikir dan doa lebih bermakna saat haid menurut panduan para ulama, termasuk Imam Al-Ghazali, yaitu:
- Memilih waktu-waktu mustajab, seperti hari Jumat, sepertiga malam terakhir, atau malam Lailatul Qadar.
- Melakukan dzikir dengan khusyuk dan penuh kesadaran, meski di sela aktivitas harian.
- Menghadap kiblat saat berdoa sebagai bentuk adab dan penghormatan.
- Mengawali doa dengan pujian kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
- Membaca syahadat dan memohon ampunan sebelum menyampaikan doa.
- Berdoa dengan sikap rendah hati, penuh harap, dan kelembutan.
- Tidak berputus asa terhadap rahmat Allah SWT.
- Menyertakan doa untuk orang lain setelah berdoa untuk diri sendiri.
- Menggunakan Asmaul Husna saat berdoa untuk memperbesar harapan dikabulkannya doa.
- Tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan meski sedang haid.
Demikian bacaan dzikir untuk wanita haid dan bisa jadi amalan harian penuh pahala, lengkap dengan keutamaan serta tata cara berdoanya.
Semoga amalan-amalan ini dapat menjadi penguat iman, menghadirkan ketenangan hati, serta membawa keberkahan dan pahala bagi setiap muslimah yang mengamalkannya.
Artikel ini ditulis oleh Angely Rahma, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
