Banjir merendam permukiman warga Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati mencapai 1 meter lebih. Beberapa warga pun telah berbondong-bondong mengungsi ke balai desa hingga saudara yang lebih aman.
Pantauan detikJateng di lokasi, Minggu (11/1/2026) pukul 20.30 WIB, genangan banjir terus meninggi di permukiman warga. Genangan banjir paling dalam mencapai 1 meter lebih.
Tidak sedikit pula rumah warga yang lantainya rendah kemasukan genangan banjir. Terlihat beberapa warga menyelamatkan barang perabotan rumah. Bahkan sudah ada yang menempati Aula Balai Desa Doropayung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Desa Doropayung, Berlin, mengaku banjir datang sejak Sabtu (10/1) malam sampai ini terus mengalami kenaikan. Semula genangan banjir hanya 20 sentimeter hingga bertambah menjadi 1 meter lebih.
"Kemarin sore masih jam 20.00 WIB masih sampai mata kaki kemudian jam 22.00 WIB itu sudah sampai ke lutut," jelas Berlin ditemui di lokasi, Minggu (11/1/2026).
Rumahnya yang semula masih kering, malam ini terendam banjir. Ia pun memilih mengungsi ke rumah saudara.
"Sampai malam ini terus bertambah, sudah kemasukan tadi belum. Ruang tamu sudah kemasukan air banjir," jelas dia.
"Ini mau mengungsi ke rumah saudara kalau tinggi nggak bisa berangkat sekolah mau mengungsi ke saudara, belum pernah ngungsi ke rumah saudara," dia melanjutkan.
Perangkat Desa Doropayung, Saleh mengatakan, jumlah warga yang terdampak semula ada 83 rumah per siang hari. Kini bertambah menjadi 100 rumah warga yang kebanjiran.
"Kondisi banjir malam ini ada kenaikan dari siang pukul 11.30 WIB ada 83 rumah yang kebanjiran ada 100 lebih karena kenaikan tinggi banjir cukup lumayan," jelas Saleh ditemui di lokasi malam ini.
"Kedalaman 75 sampai 90 sentimeter. Akses jalan kebetulan tidak bisa dilewati yang terdalam, diharapkan lewat jalan lain," lanjut dia.
Dia mengaku genangan banjir diperkirakan akan naik lagi. Mengingat curah hujan masih tinggi dan waduk Gembong yang sudah melimpas.
"Kemungkinan ada kenaikan curah hujan masih tinggi kemudian daerah atas masih tinggi dan Waduk Gembong sudah limpas jadi kita bersiap-siap lah," terang Saleh.
Saleh mengaku karena genangan banjir terus bertambah belasan warga sudah memilih mengungsi ke Balai Desa Doropayung. Tercatat ada 11 KK yang telah menempati aula balai desa tersebut.
"Kebetulan ada beberapa titik pengungsian, di balai desa sudah ada yang menempati karena sejak sore sudah ada kenaikan banjir. Ibu-ibu sudah berbondong-bondong mencari tempat, ini sudah ada 11 KK yang ke balai desa," jelasnya.
"Sebagian sudah ada warga yang mengungsi ke rumah tetangga juga," lanjut dia.
