Tanggal 27 Rajab selalu dikenang oleh umat Islam sebagai peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, sebuah peristiwa besar yang menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam. Setiap tahun, umat Islam di Indonesia memperingatinya dengan penuh khidmat, menjadikannya hari yang penuh berkah dan makna.
Meski begitu, banyak yang bertanya-tanya, mengapa 27 Rajab begitu penting, dan apa saja amalan serta peristiwa yang dianjurkan pada hari tersebut? Dalam kalender Hijriah, peristiwa Isra Miraj terjadi pada malam 27 Rajab, ketika Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa dan dilanjutkan dengan naik ke langit untuk bertemu dengan Allah SWT.
Penasaran apa saja amalan yang bisa dilakukan dan bagaimana peristiwa penting ini membentuk perjalanan spiritual umat Islam, detikers? Baca terus untuk menemukan lebih banyak tentang hikmah yang terkandung dalam 27 Rajab dan bagaimana hari ini bisa menjadi titik balik dalam hidup kita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin utamanya:
- 27 Rajab memperingati Isra Miraj, peristiwa agung perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Masjidil Aqsa dan ke langit.
- Amalan khusus di 27 Rajab seperti doa, tasbih, dan sholat sunnah menjadi cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Peristiwa Isra Miraj mengajarkan pentingnya sholat lima waktu sebagai tiang agama dan hubungan langsung dengan Allah.
Tanggal 27 Rajab Hari Apa?
Tanggal 27 Rajab dikenal oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai peringatan salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah Islam, yakni Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Peringatan Isra Miraj pada 27 Rajab di Indonesia telah diterima luas oleh umat Islam. Bahkan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat dalam rapatnya pada 22 Februari 2023 menegaskan pentingnya peristiwa tersebut sebagai hari yang sangat dihormati.
Menurut MPU Kabupaten Aceh Barat, Isra Miraj terjadi pada 27 Rajab tahun kesepuluh kenabian, yang diperkirakan sekitar tahun 620-621 Masehi. Pada malam tersebut, Rasulullah SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina (Isra), kemudian dilanjutkan dengan perjalanan Miraj ke langit untuk bertemu dengan Allah SWT.
Selain itu, pemerintah Indonesia melalui SKB 3 Menteri menetapkan tanggal 27 Rajab setiap tahunnya sebagai hari libur nasional. Hari libur nasional tersebut ditetapkan untuk memperingati peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.
Sesuai dengan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, 27 Rajab 1447 H bertepatan dengan Jumat, 16 Januari 2026. Karena ditetapkan sebagai hari libur nasional, masyarakat Indonesia pun akan menikmati long weekend pada pertengahan bulan pertama ini.
Amalan yang Dianjurkan pada 27 Rajab
Pada 27 Rajab, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan bagi umat Islam. Apa saja? Mari kita simak penjelasan berikut untuk memahaminya!
1. Membaca Doa Khusus 10 Hari Terakhir Bulan Rajab
DIkutip dari buku Buku Harian Umat Islam karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak tasbih sepanjang bulan Rajab. Salah satu bacaan tasbih yang dianjurkan untuk dibaca pada 10 hari terakhir bulan Rajab adalah:
سُبْحَانَ اللهِ الرَؤُوفْ
Subhaanallaahir Ra'uf
Artinya: "Maha Suci Allah, Yang Maha Belas Kasihan."
Setelah membaca tasbih tersebut, disarankan untuk membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 11 kali. Surat Al-Ikhlas berbunyi:
قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَ لَمْ يَكُنْ لَهُۥۤ۟ كُفُوًا أَحَدٌ
Qul Huwallahu Ahad Allahu Ash-Shaamad Lam Yalid Walaam Yoolad Walaam Yakun Lahu Kufuwan Ahad
Artinya: "Katakanlah, 'Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.'" (QS Al-Ikhlas [112]: 1-4)
2. Bertasbih
Berikutnya, kita juga sangat dianjurkan untuk memperbanyak. Tasbih ini dianjurkan untuk dibaca sebanyak 100 kali setiap hari selama bulan Rajab. Bacaan ini juga bisa menjadi pengganti puasa Rajab bagi yang berhalangan mengerjakannya. Bacaan tasbih tersebut adalah:
سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنْبَغِيْ تَسْبِيحُ اِلَا لَهٟ، سُبْحَانَ الْعَزَّالِ الاَكْرَامِ، سُبْحَانَ مَنْ لَبِسَ الْعِزَّةَ وَهُوَ لَهُ اَهْلٜ،
Subhaana man laa yanbaghi tasbihu illaa lahuu, subhaanal 'azzaal akraam, subhaana man labisal 'izzah wahuwa lahuu ahlun
Artinya: "Maha Suci Dzat yang hanya kepada-Nya tasbih dipanjatkan. Maha Suci Dzat yang Perkasa lagi Mulia. Maha Suci Dzat yang menyandang keperkasaan, dan hanya Dia-lah yang memang pantas menyandangnya."
3. Memperingati Isra Miraj
Umat Islam juga sebaiknya memperingati peristiwa Isra Miraj di bulan Rajab, terutama pada malam 27 Rajab. Sebab, sebagian besar ulama menyepakati bahwa Isra dan Miraj terjadi pada malam 27 Rajab tahun kesepuluh kenabian.
Isra Miraj adalah perjalanan agung Nabi Muhammad SAW yang menggambarkan kebesaran Allah. Peringatan ini bisa menjadi waktu untuk merenungkan hikmah dari perjalanan tersebut serta memperkuat iman. Selain sebagai pengingat pentingnya sholat, Isra Miraj juga memberi pelajaran berharga tentang kebesaran Allah.
4. Sholat Sunnah dan Berdoa
Dalam buku Nurul Anwar wa Kanzul Abrar fi Dzikris Shalati 'alan Nabi Al-Mukhtar karya Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri, terdapat amalan yang dianjurkan pada malam 27 Rajab, yaitu melaksanakan sholat sunnah dan membaca doa khusus. Tata caranya adalah sebagai berikut:
- Melaksanakan sholat sunnah dua rakaat seperti biasa.
- Pada setiap rakaat, setelah membaca Surat Al-Fatihah, bacalah Surat Al-Ikhlas sebanyak mungkin. Surat ini sangat dianjurkan untuk dibaca, dan kita dapat mengulanginya sesuai kemampuan.
- Setelah selesai sholat, lanjutkan dengan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak sepuluh kali dengan khusyuk dan penuh ketulusan.
Setelah melaksanakan sholat, bacalah doa khusus yang dianjurkan pada malam 27 Rajab. Berikut adalah bacaan doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca pada malam tersebut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّينَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِينَ حِينَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِينَ وَتُجِيبَ دَعْوَتِي يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ
Allahumma inni as'aluka bimushahadati asraaril-muhibbin, wabikhilwatil-lati khassasta biha sayyidil-mursalin heena asraytahu bihilailatas-sabi'i wal-'ishrin an tarhamaqalbi al-hazeen, watujeebad-da'wati ya akramal-akramin.
Artinya: "Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Kaumerahmati hatiku yang sedih dan Kau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki kedermawanan."
Peristiwa Penting yang Terjadi pada Bulan Rajab
Menurut buku Ar-Rahiq al-Makhtum karya Syekh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri, peristiwa Isra dan Miraj merupakan salah satu momen penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan Rajab. Meskipun terdapat berbagai pendapat tentang tanggal pasti peristiwa tersebut, mayoritas umat Islam meyakini bahwa Isra dan Miraj terjadi pada malam 27 Rajab, sebuah keyakinan yang telah mengakar dalam tradisi umat Islam, terutama di Indonesia.
Pada malam tersebut, Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian naik ke langit hingga Sidratul Muntaha, tempat yang sangat tinggi dan jauh dari jangkauan makhluk lainnya. Kejadian ini menggambarkan kekuasaan Allah yang luar biasa dan menjadi dasar kewajiban sholat lima waktu.
Berdasarkan Ar-Rahiq al-Makhtum dan buku Meneladani Rasulullah melalui Sejarah oleh Sri Januarti Rahayu, peristiwa Isra dan Miraj membawa banyak pelajaran penting. Salah satunya adalah peningkatan keimanan dan penguatan hubungan antara hamba dengan Allah melalui kewajiban sholat. Meski terdapat beberapa perbedaan pendapat mengenai waktu pastinya, sebagian besar ulama dan masyarakat meyakini bahwa Isra dan Miraj terjadi pada 27 Rajab.
Peristiwa ini bukan hanya mengingatkan umat Islam akan keagungan Allah, tetapi juga mengajarkan pentingnya menjalankan sholat lima waktu dengan penuh khusyuk. Sebagaimana disebutkan dalam Ar-Rahiq al-Makhtum, Isra dan Miraj terjadi dalam kondisi yang sangat berat bagi Nabi Muhammad SAW, setelah beliau kehilangan orang terdekatnya.
Perjalanan spiritual yang luar biasa ini memberikan ketenangan dan kekuatan bagi beliau, sekaligus menjadi simbol pengharapan bagi umat Islam yang menghadapi berbagai ujian hidup. Sehingga, meskipun tanggal pastinya masih menjadi ruang ijtihad, mayoritas umat Islam percaya bahwa peristiwa agung ini terjadi pada tanggal 27 Rajab, yang kini menjadi hari yang penuh berkah dan penuh makna dalam sejarah Islam.
Mari manfaatkan 27 Rajab sebagai momentum untuk memperkuat iman dan meningkatkan kualitas ibadah kita. Perjalanan spiritual Rasulullah mengajarkan banyak hikmah yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
(par/dil)
