Pemerintah mencabut izin perusahaan yang melanggar aturan setelah terjaring operasi Satgas Penertiban Kawasan Hutan atau Satgas PKH. Presiden RI, Prabowo Subianto mengaku belum melihat daftar perusahaan yang melanggar itu karena takut ada rekannya terjaring dan dia terpengaruh.
Dikutip dari detikFinance, hal itu diungkapkan Prabowo saat melakukan panen raya di Karawang hari ini. Dia menyebut tidak ingin merasa bersalah jika ada perusahaan temannya yang terjaring satgas.
Selain itu Prabowo juga takut dirinya bakal terseret konflik kepentingan untuk menyelematkan perusahaan nakal itu dari hukuman jika ternyata milik orang yang dikenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin saya dikasih daftar sekian puluh perusahaan yang melanggar yang mau dicabut izinnya. 'Silakan bapak pelajari,' tapi saya bilang saya nggak mau. Saya nggak mau lihat itu. Karena saya takut ada teman saya di situ. Iya kan, nggak enak. Bisa terpengaruh saya," kata Prabowo saat melakukan panen raya di Karawang, Rabu (6/1/2026).
"Begitu saya lihat, 'eh ini Gerindra lagi.' Jadi lebih baik saya nggak mau lihat, saya nggak mau tahu," lanjutnya.
Oleh sebab itu ia memilih penanganan diserahkan langsung kepada aparat penegak hukum. Prabowo pun menegaskan tidak pandang bulu.
"Kalau sekarang saya nggak tahu, jadi saya serahkan ke aparat penegak hukum, yang melanggar tindak, sederhana," kata Prabowo.
(alg/apu)











































