Kemenkes Sebut Gejala 'Super Flu' Serupa dengan Flu Musiman

Nasional

Kemenkes Sebut Gejala 'Super Flu' Serupa dengan Flu Musiman

AN Uyung Pramudiarja - detikJateng
Jumat, 02 Jan 2026 16:24 WIB
Viruses in human lungs, 3D illustration. Conceptual image for viral pneumonia, flu, MERS-CoV, SARS, Adenoviruses and other respiratory viruses
Ilustrasi flu. (Foto: Getty Images/Enes Evren)
Solo -

Sebanyak 62 kasus influenza subclade K atau 'Super Flu' dilaporkan di Indonesia. Gejala dari flu tersebut ternyata serupa dengan flu musiman.

Dikutip dari detikHealth, Jumat (2/1/2026), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan 62 kasus Super Flu itu dari hasil pemeriksaan pada 25 Desember 2025. Di sisi lain, tren influenza di Indonesia menurut dua bulan terakhir.

Plt Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI dr Prima Yosephine mengatakan tren penurunan influenza itu teramati dari surveilans sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Pada tren SARI, teramati kondisi yang stabil tanpa indikasi peningkatan kasus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisi tersebut di atas menunjukkan bahwa adanya peredaran subclade K tidak mempengaruhi kondisi epidemi influenza di Indonesia," jelas dr Prima dalam keterangannya untuk detikcom, dikutip dari detikHealth, Jumat (2/1/2026).

Kondisi subclade K diketahui mengalami peningkatan di Amerika Serikat sejak pekan ke-40 2025 seiring masuknya musim dingin. Kemudian di beberapa negara Asia juga dilaporkan temuan subclade K sejak Juli 2025. Di antaranya China, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand. Sama seperti di Indonesia, tren kasus influenza di negara Asia itu juga mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir.

ADVERTISEMENT

"Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan," terang dr Prima dalam siaran persnya.

Juru bicara Kemenkes RI drg Widyawati, MKM menjelaskan, genome sequencing sudah dilakukan terhadap 348 sampel dari 843 spesimen positif influenza.

Dari proses itu ternyata ada 152 kasus influenza tipe A/H1 atau 44 persen, 172 kasus tipe A/H3 atau 49 persen. Dari angka tersebut, sebanyak 62 kasus atau 36 persen di antaranya merupakan subclade K.

"Sisanya 24 yaitu 7 persen adalah tipe B/Victoria," jelas Widyawati.

Disebutkan juga perempuan menjadi kelompok paling banyak terinfeksi dengan persentase 64 persen. Sementara itu, anak-anak usia 1-10 tahun menyumbang 35 persen kasus.

Imbauan Kemenkes

Kemenkes menyarankan sejumlah upaya untuk meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh, yaitu:

  • Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti cuci tangan
  • Istirahat yang cukup
  • Makan makanan bergizi
  • Melakukan vaksinasi influenza tahunan, terutama pada kelompok rentan yakni lansia, ibu hamil, dan komorbid.

"Vaksin Influenza tetap efektif untuk mencegah sakit berat, rawat inap, dan juga kematian," pesan Widyawati.

Widyawati juga menyarankan jika merasa sakit agar beristirahat di rumah, menerapkan etika batuk dan menggunakan masker. Selain itu disarankan segera ke pelayanan kesehatan.

"Segeralah ke fasyankes jika gejala memburuk lebih dari tiga hari, demam tinggi menetap, sesak napas, dan sebagainya," pungkasnya.




(alg/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads