Menjelang pergantian tahun, banyak orang berhenti sejenak untuk menengok perjalanan hidup yang sudah dilalui. Dalam Islam, momen akhir tahun sering dimaknai sebagai waktu bermuhasabah, memohon ampun, dan menata harapan agar langkah ke depan lebih terarah dan tenang.
Doa akhir tahun menjadi bagian dari ikhtiar batin tersebut. Bacaannya berisi pengakuan atas kekhilafan, permohonan ampun, serta harapan agar Allah membimbing dan melindungi di waktu yang akan datang. Doa ini kerap dibaca menjelang pergantian tahun, baik dalam konteks Hijriah maupun Masehi, dengan pemahaman yang tepat.
Mari kita simak pembahasan berikut untuk mengetahui bacaan doa, maknanya, serta bagaimana menyikapinya secara benar. Penjelasan lengkapnya tersaji di bawah ini khusus untuk detikers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin utamanya:
- Doa akhir tahun berisi muhasabah, istighfar, dan harapan perlindungan di masa depan.
- Bacaan doa tersedia dalam versi Arab, latin, dan terjemahan untuk memudahkan pengamalan.
- Membaca doa akhir tahun masehi dibolehkan selama diniatkan sebagai doa umum, bukan amalan khusus.
Doa Akhir Tahun 2025 Menurut Islam
Dikutip dari NU Online, berikut ini merupakan doa yang dianjurkan dibaca umat Islam saat akhir tahun.
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Allâhumma mâ 'amiltu min 'amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alâ 'uqûbatî, wa da'autanî ilat taubati min ba'di jarâ'atî 'alâ ma'shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ 'amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa'attanî 'alaihits tsawâba, fa'as'aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha' rajâ'î minka yâ karîm.
Artinya: "Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."
Doa Awal Tahun 2026 Menurut Islam
Setelah memasuki tahun yang baru, kita dianjurkan membaca doa awal tahun. Berikut ini bacaannya yang dikutip dari buku Yang Perlu Dilakukan Muslimah Sepanjang Tahun tulisan Khayeera Indana Hulwah dan Aliyah Tsurayya.
اللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيمِ وَكَرَمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ وَهَذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَجُنُودِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَالإِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَاذَا الْجَلالِ وَالإِكْرَامِ (3)
وَصَلَى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Alahumma antal abadiyyul qadimul awwal, wa a'la fadhlikal azhiimi wa karomi judikal mua'awwali wa ha dzaa aamun jadiidun qad aqbala nasalukal I'shmata fiihi minasyaithoni wa awliyaa ihi wa junuudihi wal "auna a'la hadzhin nafsil ammaa roti bissuu'i wal isytighaali bimaa yuqarribunii ilayka zulfa ya dzal jalaali wal ikraami wa sholla llahu a'la sayyidinaa muhammadun wa a'la alihi wa shohbihi wasallama
Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha kekal lebih dahulu dan Maha pertama. Atas karunia-Mu yang agung, serta kedermawanan-Mu yang tidak terhingga (kami berharap). Ya Allah, saat ini tahun baru telah tiba, kami memohon perlindungan-Mu ya Allah pada tahun ini dari setiap godaan dan bisikan setan, para pengikut dan tentara-tentaranya. Kami juga memohon pertolongan-Mu ya Allah dari kejahatan diri yang selalu mengajak pada kejahatan, juga yang senantiasa menghalangi dan menyibukkan diri dari mendekatkan diri kepada-Mu sedekat-dekatnya, Ya Allah Tuhan pemilik kegagahan dan kemuliaan. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada nabi Muhammad SAW, juga kepada keluarga dan para sahabatnya."
Apa Hukumnya Membaca Doa pada Akhir Tahun Masehi?
Baik Sulthan Adam dalam buku Majmu Syarif dan Al-Matsurat maupun laman NU Online, doa akhir tahun dianjurkan dibaca pada hari-hari terakhir bulan Dzulhijjah menurut kalender Hijriah. Doa ini bisa dibaca pada akhir waktu asar di tanggal 29 atau 30 Dzulhijjah. Lantas, bagaimana hukumnya membaca doa tersebut di momen akhir tahun masehi?
Berdasarkan penjelasan yang dikutip dari NU Online, membaca doa akhir dan awal tahun hijriah pada saat pergantian tahun masehi hukumnya boleh. Tidak terdapat dalil yang melarang umat Islam untuk membaca doa tersebut di momen akhir tahun masehi, selama doa itu dipahami sebagai bentuk doa secara umum kepada Allah.
Kebolehan ini disertai dengan beberapa catatan penting. Pertama, doa akhir dan awal tahun tidak boleh diyakini sebagai doa warid, yaitu doa yang bersumber langsung dari Nabi Muhammad SAW. Kedua, doa tersebut juga tidak boleh diyakini sebagai amalan yang memiliki kesunnahan khusus pada momen tahun baru Masehi. Membacanya semata-mata diniatkan sebagai bentuk berdoa kepada Allah yang memang dianjurkan kapan saja.
Selain itu, mengisi pergantian tahun Masehi dengan doa dan ibadah tetap dianjurkan. Umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan baik seperti membaca shalawat, istighfar, Al-Quran, bersedekah, dan ibadah lainnya. Semua itu dilakukan sebagai bentuk harapan akan anugerah, perlindungan, dan kemurahan Allah di masa yang akan datang.
Pergantian tahun adalah kesempatan untuk menata ulang niat dan langkah. Dengan doa yang dipahami maknanya, harapan tidak hanya terucap, tetapi juga menguatkan sikap hidup yang lebih sadar dan bertanggung jawab. Semoga bermanfaat!
(par/aku)











































