2 Mahasiswa UNS Lecehkan Mahasiswi Modus Gim Truth or Dare Diskors 1 Semester

2 Mahasiswa UNS Lecehkan Mahasiswi Modus Gim Truth or Dare Diskors 1 Semester

Tara Wahyu NV - detikJateng
Selasa, 30 Des 2025 10:21 WIB
2 Mahasiswa UNS Lecehkan Mahasiswi Modus Gim Truth or Dare Diskors 1 Semester
Universitas Sebelas Maret. Foto: Dok detikJateng
Solo -

Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) menjatuhkan sanksi bagi pelaku pelecehan seksual dengan modus gim truth or dare. Ada empat pelaku yang dijatuhi sanksi oleh pihak kampus.

Juru bicara Universitas Sebelas Maret (UNS), Agus Riewanto, mengatakan pemeriksaan dilakukan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Dari empat pelaku, dua di antaranya merupakan alumni UNS.

"Ada empat pelaku pelecehan seksual. Dua orang alumni dan dua mahasiswa aktif," katanya saat dihubungi detikJateng, Selasa (30/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus menjelaskan bahwa keempat pelaku telah terbukti melakukan pelanggaran etika akademik. Oleh karena itu, Rektor menjatuhkan sanksi administratif tingkat sedang.

"Sanksi administratif tingkat sedang bagi yang masih berstatus mahasiswa aktif berupa skorsing kuliah selama satu semester dan dilarang menjadi pengurus pada kegiatan intrakampus," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sedangkan bagi pelaku yang berstatus alumni, mereka dilarang menerima beasiswa dari lembaga mana pun di lingkungan UNS.

"Bagi yang berstatus alumni UNS, dilarang menerima beasiswa dari lembaga mana pun jika melanjutkan perkuliahan pascasarjana di UNS," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sempat viral kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh mahasiswa UNS. Dugaan tersebut diunggah oleh akun media sosial Instagram @kentingansantuy yang menceritakan kronologi kejadian.

Berdasarkan unggahan tersebut, awalnya korban berada di kos temannya untuk mengerjakan tugas bersama dua orang lainnya. Namun, karena teman korban enggan diajak mengerjakan di luar, mereka tetap mengerjakan tugas di kos tersebut.

"Pada malam yang sama, rombongan dari acara voli yang baru selesai bertanding datang ke kos tersebut, yang merupakan tempat korban dan teman-temannya sedang berkumpul," tulis akun tersebut seperti dikutip detikJateng, Rabu (3/12)

Karena suasana sudah terlalu ramai dan merasa tidak nyaman untuk mengerjakan skripsi, mereka memutuskan untuk bermain gim. Permainan tersebut dilakukan dalam kondisi sadar.

"Dikarenakan sudah terlalu ramai dan tidak nyaman untuk mengerjakan skripsi, mereka memutuskan bermain gim agar suasana tidak membosankan. Hal ini dilakukan tanpa alkohol maupun obat-obatan terlarang. Gim yang dipilih adalah Truth or Dare (ToD). Namun, tanpa alasan yang jelas dan tanpa diketahui korban sebelumnya, arah permainan ToD malah berubah menjadi dare yang bernuansa seksual," tulisnya.

Dalam cerita tersebut, korban sudah menolak berkali-kali, namun para pelaku tetap memaksa dan membuat korban kalah terus-menerus. Para pelaku melecehkan korban dengan dalih sportivitas. Korban yang merasa dilecehkan sempat melawan, namun tetap dipaksa oleh para pelaku.




(afn/dil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads