Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas usai tertabrak Kereta Api (KA) di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan pagi tadi. Tubuhnya ditemukan di selokan pinggir rel KA.
Kapolsek Gubug, AKP Sunarto mengatakan peristiwa ini diketahui sekitar pukul 04.58 WIB. Korban tertabrak KA 96 Harina jurusan Bandung-Surabaya.
"Sekira pukul 04.58 WIB telah terjadi seorang laki-laki meninggal dunia (MD) akibat tertabrak atau tertemper Di Perlintasan Rel Kereta Api KM 31+0 Jalur Hulu Gubug-Kedungjati ikut Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug," kata Sunarto dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Senin (29/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sunarto menjelaskan peristiwa ini bermula ketika KA Harina melintas di jalur tersebut. Masinis dan asisten masinis yang melihat keberadaan korban di rel KA kemudian membunyikan klakson kereta api.
"Masinis Andy Sahrianta dan asisten masinis Agus Teguh Prakoso dari arah Bandung menuju Stasiun Surabaya. Masinis menerangkan bahwa asisten masisnis sudah membunyikan semboyan 35 (klakson kereta api) berulang-ulang," jelas Sunarto.
"Akan tetapi korban tidak mendengar hingga korban menemper kereta api. Atas kejadian tersebut kemudian masinis menghubungi Stasiun Gubug," sambungnya.
Laporan dari masinis tersebut kemudian ditindaklanjuti petugas. Sunarto menyebut dua orang pegawai PT KAI dan seorang polisi kemudian mendatangi lokasi.
"Saat berjalan mendekati TKP ditemukan batok kepala bagian atas yang berada di pinggir rel KA. Kemudian pelapor dan saksi mencari di sekitar TKP, ditemukan tubuh korban sudah berada di dalam selokan pinggir rel KA," ungkap Sunarto.
Sunarto mengatakan tidak ditemukan identitas korban di lokasi kejadian. Namun petugas menemukan sebuah sepeda motor yang diduga milik korban.
"Di sekitar TKP dan di tubuh korban tidak ditemukan identitas. Ditemukan sebuah sepeda motor merek Yamaha MX warna hijau hitam nomor polisi H-2518-EQ diduga milik korban," beber Sunarto.
Jenazah korban kemudian dievakuasi petugas ke rumah sakit. Menurut Sunarto, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Korban dibawa ke RSUD Getas Pendowo Gubug untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi. Setelah dilakukan pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan," kata Sunarto.
"Untuk sementara jenazah berada di kamar mayat RSUD Getas Pendowo Gubug sambil menunggu ada pihak keluarga yang datang atau warga masyarakat yang mengenali," pungkasnya.
(aku/alg)











































