Kronologi Pendaki Cewek Gunung Merbabu Tewas Disambar Petir

Kronologi Pendaki Cewek Gunung Merbabu Tewas Disambar Petir

Eko Susanto - detikJateng
Jumat, 26 Des 2025 13:34 WIB
Gunung Merbabu
Ilustrasi Gunung Merbabu. Foto: dok. detikJateng
Magelang -

Seorang pendaki Gunung Merbabu, Mella Irawanti Kusuma (22), meninggal dunia diduga tersambar petir. Berikut kronologi kejadian tersebut.

Kamis (25/12)

10.30 WIB

Korban merupakan bagian dari rombongan open trip dengan total 11 peserta dan dua porter. Rombongan pendaki tiba di Basecamp Suwanting sekitar pukul 10.30 WIB, Kamis (25/12).

16.01 WIB

Rombongan tersebut kemudian melakukan pendakian. Kemudian, sekitar pukul 16.01 WIB, petugas Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) menerima laporan dari porter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di mana porter yang menyampaikan bahwa salah satu pendaki tersambar petir di sekitar HM Pal 26-27.

ADVERTISEMENT

"Kami menerima informasi dari petugas Taman Nasional Gunung Merbabu terkait adanya pendaki yang tersambar petir (meninggal) di jalur pendakian Suwanting. Selanjutnya tim gabungan langsung bergerak untuk melakukan evakuasi," kata Kapolsek Sawangan AKP Glenter Pitoyo dalam tertulis, Jumat (26/12/2025).

"Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, TNI, Basarnas, petugas TNGMb hingga relawan setempat. Medan yang cukup berat dan kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri (proses evakuasi)," sambungnya.

22.00 WIB

Korban akhirnya berhasil dievakuasi dan tiba di Basecamp Suwanting sekitar pukul 22.00 WIB. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Muntilan, Kabupaten Magelang, untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) Anggit Haryoso mengatakan, Kamis (25/12), sekitar pukul 16.01 WIB, petugas piket pengamanan BTNGMb mendapat laporan terkait adanya pendaki yang terkena sambaran petir melalui HT dari porter pendamping.

"Sekitar 16.15 WIB, tim evakuasi Kelompok Tani Hutan (KTH) Suwanting Indah sebanyak 30 orang menuju titik keberadaan dan kejadian korban, yaitu di HM Pal 26-27," kata Anggit dalam keterangan tertulisnya.

"Sekitar 18.14 WIB, Tim SRU (Search and Rescue Unit) 1 sampai pada lokasi kejadian dan melakukan evakuasi terhadap korban," ujarnya.

Kemudian, katanya, pukul 21.00 WIB, pihak TNGMb bertemu dengan kakak kandung Mella untuk menjelaskan serta memberi informasi kepada ibunya via telepon.

"Pukul 21.47 WIB, ambulance mulai membawa korban setelah berhasil dievakuasi untuk dibawa menuju RSUD Muntilan. Pukul 22.33 WIB, survivor (korban) tiba di RSUD Muntilan (pemeriksaan)," tambahnya.

Jumat (26/12)

00.38 WIB

Anggit menambahkan, sekitar pukul 00.38 WIB, pihak keluarga tiba di RSUD Muntilan. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan oleh Inafis Polresta Magelang.

00.55 WIB

"Kami, Taman Nasional Gunung Merbabu menyampaikan bela sungkawa pada pihak keluarga dan akan membantu dalam proses pengurusan asuransi survivor," ujarnya.

02.15 WIB

"Jenazah diserahkan kepada pihak keluarga yang akan dimakamkan di Nganjuk, Jawa Timur," katanya.

Selain itu, katanya, BTNMb mengimbau, kepada seluruh pendaki untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, mengikuti standar operasional pendakian, serta mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di kawasan taman nasional.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang pendaki Gunung Merbabu yang diduga tersambar petir meninggal dunia. Jenazah setelah berhasil dievakuasi dibawa menuju RSUD Muntilan untuk dilakukan pemeriksaan.

Pendaki tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan, Mella Irawanti Kusuma (22), warga Jalan Jenderal Sudirman, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Jenazah korban berhasil dievakuasi petugas gabungan, Kamis (25/12) malam.

Kepala Desa Banyuroto, Yanto, mengatakan korban tersambar petir sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (25/12).

"Yang ada di basecamp mendapat informasi (evakuasi). Korban meninggal di lokasi kejadian (Gunung Merbabu)," kata Yanto.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads