Malam Jumat pertama di bulan Rajab sering dipandang sebagai momentum awal untuk memperbaiki kualitas ibadah. Banyak muslim memanfaatkan waktu ini untuk memperbanyak amalan sunnah sebagai bentuk persiapan batin sebelum memasuki bulan-bulan besar berikutnya.
Dalam kepercayaan Islam, malam ini dikenal memiliki sejumlah amalan yang kerap dikerjakan secara turun-temurun. Sebagian bersifat ibadah personal, sebagian lain berkaitan dengan kepedulian sosial. Semuanya berangkat dari semangat mendekatkan diri kepada Allah di bulan yang dimuliakan.
Agar tidak terlewat dan bisa dijalankan dengan lebih tertata, simak amalan-amalan yang biasa dilakukan pada malam Jumat pertama Rajab berikut ini, detikers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin utamanya:
- Malam Jumat pertama Rajab sering dimanfaatkan untuk memperkuat ibadah sunnah.
- Amalan yang dikerjakan mencakup sholat, dzikir, hingga zakat.
- Rajab dipahami sebagai fase awal menata diri sebelum Syaban dan Ramadhan, sehingga beribadah pada malam Jumat pertama bisa menjadi permulaan.
Amalan Malam Jumat Pertama Rajab
Pada malam pertama bulan Rajab, terdapat empat amalan yang sebaiknya dikerjakan oleh kaum muslim. Mari kita simak penjelasannya berikut ini!
1. Sholat Raghaib
Dikutip dari buku Rahasia Kedahsyatan Shalat Sunah Setahun Penuh karya Ustadz M Kamaluddin dan Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan Praktis karya Nasrul Umam S, salah satu amalan yang dikenal dan sering dilakukan pada malam Jumat pertama bulan Rajab adalah sholat sunnah raghaib. Sholat ini termasuk ibadah sunnah yang dikerjakan secara khusus di bulan Rajab sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah serta memohon ampunan dan kemudahan hajat.
Para ulama dalam kitab-kitab amalan menyebutkan bahwa sholat Raghaib bukan sholat wajib, tetapi ibadah sunnah yang dikerjakan dengan harapan memperoleh keutamaan dan pahala. Disebutkan bahwa orang yang mengerjakan sholat ini akan mendapatkan ampunan dosa dan keutamaan besar, sebagaimana hadits berikut:
لا يُصَلَّى أَحَدٌ هَذِهِ الصَّلَاةَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ جَمِيعَ ذُنُوبِهِ
Artinya: "Seseorang yang mengerjakan sholat ini, niscaya diampuni oleh Allah Ta'ala seluruh dosanya, meskipun sebanyak buih di lautan, pasir, gunung, dan daun pepohonan." (HR. Ibnul Jauzi)
Niat Sholat Raghaib
لِأُصَلِّي سُنَّةَ رَجَبٍ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallī sunnata rajabin rak'ataini lillāhi ta'ālā, Allāhu akbar.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah Rajab dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Jumlah Rakaat dan Tata Cara Singkat
Sholat Raghaib dikerjakan 12 rakaat, dengan salam setiap dua rakaat.
- Rakaat pertama: Al-Fatihah + Al-Qadr 3 kali
- Rakaat kedua: Al-Fatihah + Al-Ikhlas 12 kali
Amalan Setelah Sholat
- Membaca shalawat 70 kali:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ
Allaahumma shalli 'alā Muhammadin-nabiyyil-ummiyyi wa 'alā aalih.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad yang ummi dan kepada keluarganya."
- Sujud membaca dzikir 70 kali:
سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
Subbūhun quddūsun rabbul-malā'ikati war-rūh.
Artinya: "Mahasuci dan Mahasuci, Tuhan para malaikat dan ruh."
- Duduk membaca doa ampunan 70 kali:
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ
Rabbi ghfir warham wa tajaawaz 'ammā ta'lam, innaka anta al-a'azzu al-akram.
Artinya: "Wahai Tuhanku, ampunilah dan sayangilah aku. Maafkanlah segala yang Engkau ketahui, sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia."
- Sujud kembali dan menyampaikan hajat.
2. Dzikir 10 Hari Pertama Bulan Rajab
Amalan yang dikhususkan pada malam Jumat pertama Rajab adalah sholat raghaib sebagaimana dijelaskan di atas. Selebihnya, kita dapat melakukan ibadah sunnah Rajab pada umumnya. Kita bisa membaca dzikir khusus yang dianjurkan untuk dibaca pada tanggal 1 hingga 10 bulan Rajab, sebagaimana dijelaskan dalam buku Buku Harian Orang Islam tulisan Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid.
Dzikir ini dibaca sebanyak 100 kali setiap hari. Bacaan dzikir tersebut adalah:
سُبْحَانَ اللّٰهِ الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ
Subhânallâhil hayyil qayyûm.
Artinya: "Maha Suci Allah Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri mengurus seluruh makhluk-Nya."
3. Bertasbih
Selanjutnya, umat Islam juga sangat dianjurkan untuk memperbanyak bacaan tasbih di bulan Rajab. Bacaan tasbih juga dapat menggantikan ibadah puasa Rajab bagi yang tidak mampu atau berhalangan mengerjakannya. Untuk mendapatkan pahala seperti puasa Rajab, kita dapat membaca tasbih sebanyak 100 kali setiap hari.
Berikut ini adalah bacaan tasbihnya:
سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنْبَغِي التَّسْبِيْحُ إِلَّا لَهُ، سُبْحَانَ الْأَعَزِّ الْأَكْرَمِ، سُبْحَانَ مَنْ لَبِسَ الْعِزَّ وَهُوَ لَهُ أَهْلٌ.
Subhâna man lâ yanbaghit-tasbîhu illâ lahû, subhânal a'azzil akram, subhâna man labisal 'izza wa huwa lahû ahlun.
Artinya: "Maha Suci Dzat yang hanya kepada-Nya tasbih dipanjatkan. Maha Suci Dzat Yang Mahaperkasa lagi Maha Mulia. Maha Suci Dzat yang menyandang keperkasaan, dan hanya Dia-lah yang pantas menyandangnya."
4. Berzakat
Selain memperbanyak ibadah lisan, bulan Rajab juga sering dikaitkan dengan amalan zakat. Dalam riwayat dari Usman bin Affan RA yang dikutip Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny dalam buku 12 Bulan Mulia, disebutkan bahwa beliau pernah berkhutbah kepada kaum muslimin dan menyampaikan, "Sesungguhnya ini adalah bulan zakat kalian. Barang siapa mempunyai utang, bayarlah utangnya, lalu tunaikan zakat dari harta yang tersisa." Riwayat ini tercantum dalam Al-Muwaththa' karya Imam Malik dan menjadi pengingat penting tentang kewajiban menunaikan hak harta.
Mengeluarkan zakat pada bulan Rajab diyakini memiliki keutamaan tersendiri. Rajab dikenal sebagai salah satu bulan mulia, sehingga menunaikan perintah Allah di dalamnya diharapkan mendatangkan pahala yang lebih besar. Zakat bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga membersihkan hati dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah umat.
Meski demikian, zakat tetap terikat pada ketentuan syariat berupa nisab dan haul. Setiap muslim wajib mengeluarkan zakat ketika telah mencapai waktunya. Karena itu, seseorang tidak perlu menunda zakat hingga bulan Rajab atau Ramadhan jika haulnya telah tiba lebih dahulu. Zakat boleh dan sah ditunaikan pada bulan apa pun sesuai ketentuan, selama tidak diundur tanpa alasan yang dibenarkan.
Nah, itulah tadi empat ibadah atau amalan yang dapat kita kerjakan pada malam pertama Rajab. Semoga bermanfaat!
(par/par)











































