Solusi Cegah Penyebaran HIV/AIDS Versi Wagub Jabar: Menikah-Poligami

Regional

Solusi Cegah Penyebaran HIV/AIDS Versi Wagub Jabar: Menikah-Poligami

Tim detikJabar - detikJateng
Selasa, 30 Agu 2022 16:42 WIB
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum. Foto: Whisnu Pradana/detikJabar.
Solo -

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum tengah menjadi sorotan usai memberikan solusi yang dinilai kontroversial dalam mengatasi penyebaran virus HIV/AIDS di wilayah Bandung. Uu begitu akrab disapa memberikan solusi terkait penyebaran virus mematikan tersebut. Yakni dengan cara menikah dan bahkan berpoligami.

Apa yang disampaikan Uu tersebut tidak terlepas dari fenomena HIV/ AIDS kini tengah menghebohkan masyarakat Kota Bandung. Di mana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bandung membeberkan fakta dari 5.943 kasus positif HIV di Bandung selama periode 1991-2021. 11 persen di antaranya adalah ibu rumah tangga (IRT). Selain IRT, 6,9 persen atau 414 kasus terjadi pada mahasiswa.

Menurut Uu, yang menjadi pemicu meningkatnya kasus HIV/ AIDS adalah suami yang melakukan hubungan dengan pekerja seks tanpa pengaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang kan sedang viral di Bandung ternyata ibu-ibu banyak yang kena HIV/ AIDS. Kedua, anak-anak muda banyak juga yang kena. Maka pernikahan menjadi solusi untuk memelihara seseorang dari perbuatan zina," Kata Uu, seperti dikutip dari detikJabar, Selasa (30/8/2022).

Selain itu, Uu juga memberikan saran untuk upaya lain seperti sosialisasi, penyuluhan, serta sex education atau pendidikan terkait seks harus lebih serius diberikan kepada generasi muda. Itu dilakukan agar warga Jawa Barat terhindar dari perbuatan terlarang tersebut.

ADVERTISEMENT

"Nah menurut saya disamping harus ada pemahaman tentang bahaya HIV/ AIDS, kemudian juga tentang pendidikan seks terhadap masyarakat dan juga penyuluhan dari pemerintah tentang HIV/ AIDS, masyarakat sendiri harus mempunyai keberanian untuk bersikap," sambung Uu.

Uu memberi saran bagi orang yang tidak kuat akan hasrat birahinya, segerakanlah menikah. Sebab menurutnya hasrat seksual merupakan hal biologis dan manusiawi. Akan tetapi tetap harus disalurkan dengan cara yang benar dan sesuai syariat agama.

Ia juga mengungkap salah satu solusi agar para suami tidak 'jajan sembarangan'. Jika suami tidak cukup dengan satu pasangan saja, agama Islam mengizinkan suami berpoligami, dengan syarat dan sejumlah catatan besar seperti harus mampu, adil, dan bijaksana.

"Dari pada seolah-olah dia (suami) tidak suka begitu, tapi akhirnya kena (HIV/ AIDS) ke istrinya sendiri, toh agama juga memberikan lampu hijau asal siap adil, kenapa tidak? Makanya dari pada ibu kena (HIV/ AIDS), sementara ketahuan suami seperti itu, mendingan diberikan keleluasaan untuk poligami," ucap Uu.

Menurut Uu, sosok suami harus mampu berkomunikasi dengan istrinya jika memang sang suami merasa punya kemampuan untuk berpoligami. Namun, Uu menegaskan juga bahwa pernikahan harus dilakukan dengan niat ibadah, apalagi nikah punya sejumlah tujuan, seperti menjaga turunan hingga menjaga kehormatan.



(apl/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads