Jurus Ganjar Pranowo Turunkan Inflasi di Jawa Tengah

Dea Duta Aulia - detikJateng
Rabu, 03 Agu 2022 14:37 WIB
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut inflasi Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Juni 2022 lalu turun. Berdasarkan angka inflasi Jateng turun 0,69 persen dari bulan sebelumnya 4,97 persen menjadi 4,28 persen.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan ada sejumlah cara yang dijalankan olehnya untuk menurunkan angka inflasi. Salah satu caranya dengan optimalisasi kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan komunikasi intens dengan Bank Indonesia (BI).

"Teman-teman di tim pengendali inflasi, TPID, kita minta untuk berjaga-jaga. Kita dengan Bank Indonesia selalu komunikasi terus menerus dan kemudian indikator-indikator yang menurunkan inflasi betul-betul kita pelototi," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Rabu (3/8/2022).


Selain itu, pihaknya turut mengajak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jateng melakukan intervensi terkait pengendalian harga komoditas. Khususnya cabai dan bawang merah, sehingga harganya di pasaran tidak naik.

Ia menjelaskan, pihaknya juga berupaya untuk mengendalikan harga bawang putih untuk menekan inflasi. Pasalnya harga bawang putih rawan mengalami kenaikan karena produksinya masih lebih rendah. Untuk mengatasi hal itu, Pemprov Jateng berencana akan melakukan kunjungan ke Tegal untuk menggenjot produksi bawang putih.

"Karena itu Jumat kami akan datang ke Tegal. Kami kerja sama juga dengan BI. Di sana akan kita dorong peningkatan produk bawang putih karena komoditas ini rentan. Kalau produksi kita tambah, kebutuhan dalam negerinya gapnya tidak terlalu tinggi, maka ini akan bisa kita kendalikan," ujar Ganjar.

Untuk mengurai masalah tersebut, pihaknya juga menyiapkan aplikasi untuk memberikan data informasi harga hingga supply komoditas tersebut.

"Kita punya kok sistem informasi harga komoditi kita menggunakan aplikasi. Saya minta kawan-kawan di kabupaten, kota, dan dinas terkait update terus menerus data itu agar kita bisa tahu," jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan sesuai dengan arahan presiden untuk membantu menurunkan angka inflasi di setiap daerah.

"Pak Presiden pernah memberikan perintah kepada kita agar daerah jangan ragu untuk mengintervensi. Maka butuh regulasi-regulasi yang kita perbaiki agar dalam situasi yang tidak pasti ini kita harapkan daerah meresponsnya cepat," tutup Ganjar.

(fhs/ega)