Momen Ganjar Mendadak Jadi Dalang, Bawa Pesan Kerukunan untuk Pujakesuma

Momen Ganjar Mendadak Jadi Dalang, Bawa Pesan Kerukunan untuk Pujakesuma

Angga Laraspati - detikJateng
Minggu, 06 Mar 2022 09:52 WIB
Momen Ganjar Mendadak Jadi Dalang, Bawa Pesan Kerukunan untuk Pujakesuma
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Ada yang menarik dalam acara Pagelaran Wayang Kulit New Era yang digelar Putra Jawa Kelahiran Sumatra (Pujakesuma) di Deli Serdang, Sumatera Utara kemarin. Dalam acara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendadak menjadi seorang dalang.

Dengan wayang Gatotkaca-nya, Ganjar membuat suasana jadi ger-geran meski hadir secara virtual. Nasi Urap, menjadi panganan penuh kenangan antara Ganjar dengan Ketua Umum Pujakesuma, Eko Sopiyanto.

"Pak Ganjar kenapa kami undang, karena representasi wayang kulit asal muasalnya dari Jawa Tengah. Lha pak Ganjar, saya masih ingat makan nasi urap bareng 15 tahun yang lalu," tutur Eko seperti dalam keterangan tertulis, Minggu (6/3/2022).


Momen ini pun memicu tawa peserta yang datang secara luring maupun yang bergabung secara virtual. Budayawan Sujiwo Tejo yang ada di lokasi, juga turut hanyut dalam suasana yang hangat itu.

"Inilah istimewanya Pujakesuma. Pasedulurannya itu diingat-ingat dari sesuatu yang sederhana. Makan nasi urap bareng mas Eko," kata Ganjar.

Ganjar mengatakan hal-hal kecil dan sederhana itu menggambarkan Pujakesuma. Dalam perkumpulan, suasana kebatinannya bahagia dan tidak ada perasaan yang tak enak.

"Maka semua tetap bisa membangun keguyuban keakraban. Jadi di mana tanah diinjak, di situ langit dijunjung," tutur Ganjar.

Pujakesuma yang telah ada bertahun-tahun di Sumatera, lanjut Ganjar, diharapkan bisa tetap menghormati warga asli Sumatera.

"Sehingga warga Pujakesuma yang sudah ratusan tahun di Sumatera tentunya tetap harus menghormati saudara-saudara kita yang asli dari Sumatra," ucap Ganjar.

Pujakesuma, kata Ganjar, menggambarkan keragaman yang ada di Indonesia. Sesuai tema, Ganjar berharap Pujakesuma bisa menjaga kerukunan yang sudah terjalin selama ini.

"Tentu saja kita diberi makan, diberi minum, berkeluarga, berteman bahkan yang menikah dengan orang di sana itulah saudara kita, itulah bhinneka tunggal ika, kemudian itulah Indonesia kita yang mesti kita jaga," ujar Ganjar.

(akd/ega)