Pesawat Ini Tabrak Burung, Jadwal Delay 14,5 Jam

Pesawat Ini Tabrak Burung, Jadwal Delay 14,5 Jam

detikTravel - detikJabar
Selasa, 20 Okt 2026 16:00 WIB
Airplane flying under blue sky and white cloud
Ilustrasi pesawat. (Foto: Getty Images/iStockphoto/npstockphoto)
Bandung -

Insiden bird strike atau tabrakan burung kembali mengganggu operasional penerbangan. Kali ini, pesawat Emirates yang melayani rute Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), menuju Delhi, India, mengalami kerusakan setelah menabrak burung saat tiba di bandara. Insiden tersebut membuat penerbangan kembali ke Dubai tertunda hingga 14,5 jam.

Mengutip Khaleej Times, Selasa (20/10/2026), insiden itu melibatkan penerbangan EK517 dari Dubai menuju Delhi pada Sabtu (17/10/2026). Penerbangan tersebut berlangsung lancar hingga pesawat tiba di bandara tujuan dan mengalami tabrakan dengan burung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benturan tersebut menyebabkan kerusakan pada pesawat sehingga Emirates harus menjadwalkan perbaikan sebelum mengoperasikannya kembali.

Penerbangan dari Delhi menuju Dubai yang semula dijadwalkan berangkat pukul 16.25 waktu setempat pada Sabtu (17/10/2026) akhirnya mengalami penjadwalan ulang. Maskapai menjadwalkan keberangkatan pada pukul 07.00 waktu setempat, Minggu (18/10/2026).

ADVERTISEMENT

Perubahan jadwal tersebut membuat penumpang mengalami keterlambatan selama 14,5 jam. Emirates tidak mengungkapkan jumlah penumpang yang terdampak, tetapi maskapai menyediakan akomodasi hotel agar mereka dapat bermalam selama menunggu penerbangan.

Emirates juga menyampaikan permintaan maaf atas gangguan operasional tersebut. Maskapai menegaskan keselamatan penumpang dan awak kabin tetap menjadi prioritas utama.

"Emirates meminta maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan. Keselamatan penumpang dan awak kabin kami adalah yang terpenting dan tidak akan dikompromikan," kata juru bicara tersebut.

Insiden bird strike di Bandara Delhi dilaporkan meningkat selama dua tahun terakhir. Sejumlah pejabat mengidentifikasi buruknya praktik pembuangan sampah dan aktivitas penjualan daging di sekitar bandara sebagai faktor utama yang memicu masalah tersebut.

Mengutip Hindustan Times, persoalan itu dibahas dalam pertemuan Komite Manajemen Lingkungan Lapangan Terbang pada bulan sebelumnya. Sampah dan sisa daging dapat menarik burung ke sekitar bandara sehingga meningkatkan risiko tabrakan dengan pesawat.

Kehadiran burung di sekitar area penerbangan menjadi tantangan keselamatan bagi pengelola bandara dan maskapai. Tabrakan dapat merusak bagian pesawat, termasuk mesin dan badan pesawat, serta mengganggu jadwal penerbangan.

Bird strike termasuk insiden keselamatan yang kerap terjadi dalam dunia penerbangan. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO) menerima ribuan laporan terkait tabrakan burung setiap tahun.

Sementara itu, Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (Federal Aviation Administration/FAA) mencatat lebih dari 15.000 insiden tabrakan satwa liar setiap tahun. Sebagian besar insiden tersebut melibatkan burung.

Risiko tabrakan meningkat ketika pesawat lepas landas, menanjak pada fase awal penerbangan, mendekati landasan, dan mendarat. Pada fase-fase tersebut, pesawat terbang di bawah ketinggian sekitar 3.000 kaki, yang juga menjadi ruang aktivitas banyak burung.

Meski demikian, tidak semua tabrakan burung menyebabkan kerusakan serius. Hanya sebagian kecil insiden, biasanya kurang dari satu dari lima kejadian, yang mengakibatkan kerusakan pada pesawat. Kecelakaan fatal akibat tabrakan burung pun tergolong jarang terjadi.

Insiden yang menimpa pesawat Emirates di Delhi menunjukkan bahwa tabrakan burung tidak hanya menjadi persoalan keselamatan penerbangan, tetapi juga dapat mengganggu jadwal perjalanan dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penumpang.

Baca berita selengkapnya di detikTravel.

(bnl/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads