Ratusan hotel di Bali dijual melalui situs jual beli online. Kelas dan harganya pun beragam hingga puluhan miliar Rupiah.
Penawaran serupa juga ditemukan di platform OLX dengan jumlah yang cukup banyak. Hotel-hotel yang dijual itu tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Badung, Tabanan, Gianyar hingga Karangasem.
Mencuatnya isu ratusan hotel di Bali dijual lewat situs online membuat Gubernur Wayan Koster bersuara. Ia membantah sektor pariwisata Bali sedang lesu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gubernur Bali itu bahkan menugaskan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bali berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Badung serta Dinas Perizinan untuk menyelidiki kebenaran isu ratusan hotel di Bali dijual online.
"Saya lagi menugaskan Kadis Pariwisata Bali untuk koordinasi sama Dinas Pariwisata Badung dan juga Dinas Perizinan untuk mendata mengenai informasi terkait sejumlah hotel yang dijual," kata Koster di Denpasar dikutip dari Antara, Sabtu (26/9/2026).
Pemprov Bali memastikan sektor pariwisata di Pulau Dewata saat ini berada dalam kondisi yang normal, stabil, dan bertumbuh secara positif tanpa ada penurunan yang signifikan.
Berdasarkan data statistik harian, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tercatat stabil di angka 20.000 hingga 24.000 orang per hari. Sementara kedatangan wisatawan domestik atau nusantara berkisar antara 12.000 sampai 14.000 orang setiap harinya.
Gubernur Koster menyatakan dengan angka kunjungan yang konsisten seperti itu, dinamika pariwisata daerah dinilai tidak menghadapi kendala berarti, apalagi menyebabkan hotel sampai dijual secara online.
Terkait hotel yang dilego, Koster menduga langkah tersebut murni berkaitan dengan dinamika internal bisnis perusahaan, bukan karena lesunya industri pariwisata Bali.
Seringkali, kasusnya sebuah entitas bisnis memiliki jaringan usaha lintas daerah di luar Bali sedang mengalami tekanan finansial berat, sehingga keuntungan dari operasional di Bali tersedot untuk menutupi kerugian di cabang lain.
"Pariwisata naik kok, ini pasti kaitannya dengan bisnis mereka, sebelum-sebelumnya ada kejadian bisnisnya tidak hanya di Bali, di Balinya bagus tapi di luar Balinya dia berat, akhirnya keuntungan di sini tersedot ke sana, tidak tahan, tutup yang di sini, dijual," jelas Koster.
Pemprov Bali juga menepis anggapan fenomena banyaknya hotel dijual online disebabkan oleh masalah kelebihan kamar akibat pembangunan hotel yang terlalu masif.
Menurut Koster, tingkat keterisian kamar hotel di Bali secara keseluruhan masih terpantau baik, selama manajemen bisnis perhotelan dijalankan dengan benar dan profesional.
Pada hotel berbintang, angka keterisian kamar saat ini disebut Koster berada di angka 80-90 persen. Kabar soal penjualan aset hotel di pulau Dewata memang belakangan viral.
Artikel ini telah tayang di detikTravel. Baca selengkapnya di sini.
(yum/yum)
