Erupsi Gunung Anak Krakatau,di perairan Selat Sunda, yang terjadi sejak Sabtu (5/9) turut berdampak pada kunjungan wisatawan ke kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Public Relations Floating Market Lembang, Intania Setiati mengatakan penurunan kunjungan wisatawan mulai terasa pada Senin (7/9). Sementara pada akhir pekan, kunjungan wisatawan dirasakan masih normal meskipun erupsi sedang parah-parahnya.
"Ya turun, berdampak ke kita. Khususnya ke beberapa wisata kita di Lembang, itu turun sekitar 40 persenan. Kalau Sabtu-Minggu, kebanyakan wisatawan sudah ada di sini, nah terasa sepi itu mulai Senin sampai hari ini," kata Intania saat ditemui, Rabu (9/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wisatawan yang berkunjung ke Lembang, tak cuma asal domestik. Banyak juga yang datang dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Lalu luar Bandung Raya seperti Palembang, Jawa Timur, Balikpapan, dan daerah lainnya.
"Yang dari Malaysia dan Singapura itu banyak juga, makanya ketika penerbangan ditutup karena erupsi ya otomatis mereka enggak bisa datang ke sini. Makanya yang berkunjung paling dari domestik," kata Intania.
Kunjungan ke kawasan wisata Lembang diprediksi akan normal beberapa pekan ke depan. Pada akhir pekan ini, kunjungan diperkirakan membaik namun tak akan seperti pekan-pekan sebelumnya.
"Prediksi minggu ini kalau penerbangan dibuka dan (Gunung) Krakatau aman kemungkinan membaik. Tapi enggak akan langsung normal, pastinya masih ada yang takut-takut berpergian," kata Intania.
Dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau kemudian dikait-kaitkan dengan kekhawatiran terhadap kondisi Gunung Tangkuban Parahu. Beberapa wisatawan mengaku khawatir erupsi juga terjadi di gunung yang jadi objek wisata di Lembang.
"Apalagi kan informasi erupsi ada sampai 4 gunung, nah yang datang ke kita cerita juga ada yang khawatir Gunung Tangkuban Parahu bisa seperti itu juga," kata Intania.
