Warna-warni Budaya Dunia di Bawah Sejuknya Lembang

Warna-warni Budaya Dunia di Bawah Sejuknya Lembang

Whisnu Pradana - detikJabar
Minggu, 19 Jul 2026 15:34 WIB
Delegasi 4 negara pamer kebolehan pukau wisatawan The Great Asia Africa Lembang
Delegasi 4 negara pamer kebolehan pukau wisatawan The Great Asia Africa Lembang (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Suara tabuhan snare drum yang nyaring memecah keheningan pagi di kawasan The Great Asia Africa (TGAA), Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Di bawah langit Minggu (19/7/2026) yang sejuk, puluhan orang tampak berbaris rapi, menapaki jalanan berliku dengan balutan busana tradisional yang mencolok mata.

Pemandangan ini bukan sekadar parade biasa. Ada delegasi dari Rusia dengan keanggunannya, penari India yang enerjik, pembawa bendera Filipina, hingga rombongan dari Malaysia yang berjalan beriringan. Sambil melempar senyum dan lambaian tangan, mereka menyapa para wisatawan yang berjejer rapi di pinggir jalan, sibuk mengabadikan momen langka tersebut melalui gawai masing-masing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iring-iringan parade kebudayaan ini memulai langkahnya dari gerbang utama TGAA. Mereka melintasi replika paviliun Korea, India, dan Afrika, sebelum akhirnya bermuara di area Jepang. Di titik inilah, delegasi dari empat negara tersebut unjuk kebolehan, memamerkan kekayaan seni tanah air mereka.

Sorotan utama jatuh pada delegasi India yang membawakan Tari Garba. Tarian tradisional asal Gujarat ini bukan sekadar gerak tubuh, melainkan sebuah bentuk peribadatan yang sarat makna spiritual. Biasanya, Garba dipentaskan secara melingkar selama festival Navratri untuk menghormati Dewi Durga.

ADVERTISEMENT

"Luar biasa sekali kami bisa menampilkan Tari Garba, yang sebetulnya berasal dari Gujarat. Tari ini bermakna siklus kehidupan dan pemujaan energi feminin atau Shakti," kata perwakilan delegasi India, Yagnik Chauhan saat ditemui, Minggu (19/7/2026).

Sekitar sepuluh penari tampil memukau dalam balutan ghagra choli yang penuh warna dan bordiran indah bagi wanita, serta kediya bagi pria. Gerakan mereka yang penuh semangat seolah ingin memastikan pesan dan energi dari tarian tersebut sampai ke hati setiap penonton.

"Pengalaman yang sangat luar biasa bisa berpartisipasi pada gelaran kebudayaan di Indonesia. Negara yang cantik, kami sangat senang bisa hadir di sini," tutur Yagnik dengan rona bahagia.

Delegasi 4 negara pamer kebolehan pukau wisatawan The Great Asia Africa LembangDelegasi 4 negara pamer kebolehan pukau wisatawan The Great Asia Africa Lembang Foto: Whisnu Pradana/detikJabar

Public Relations The Great Asia Africa, Intania Setiati, menjelaskan bahwa kemeriahan ini merupakan bagian dari West Java International Fun Folk Festival. Agenda ini dirancang sebagai jembatan untuk memperkenalkan kebudayaan mancanegara kepada wisatawan domestik.

"Jadi ini merupakan ajang mengenalkan kebudayaan dan kesenian negara lain. Hari ini di West Java International Fun Folk Festival yang hadir merupakan perwakilan dari Rusia, India, Malaysia, dan Filipina," ujar Intania.

Lebih dari sekadar hiburan, akulturasi budaya di destinasi favorit Lembang ini menjadi sarana diplomasi akar rumput untuk mempererat hubungan antarnegara di luar jalur formal pemerintahan.

"Jadi ini upaya menjaga hubungan baik negara-negara melalui peran budaya dan seni. Mereka perform tarian, drumband, berinteraksi langsung dengan pengunjung. Semua sangat antusias, pengunjung berebut berfoto dengan para penampil. Mudah-mudahan bisa jadi agenda rutin disini," tambah Intania.

The Great Asia Africa sendiri memang dikenal sebagai destinasi yang merangkum eksotisme budaya dua benua. Di sini, pengunjung bisa merasakan atmosfer autentik Korea Selatan, India, Jepang, hingga Tiongkok tanpa harus terbang ke luar negeri. Tak hanya soal visual, berbagai wahana seperti Skyride, kereta danau, hingga replika Tembok Cina turut melengkapi pengalaman berlibur.

Salah satu sudut yang paling mencuri perhatian adalah African Pavillion. Dengan konsep bangunan yang mengadopsi suasana pedesaan pedalaman Afrika-lengkap dengan rumah tanah liat dan atap jerami, area ini menjadi magnet bagi para pemburu foto estetis yang ingin merasakan sensasi petualangan di benua hitam.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads