Pesona Goa Donan Pangandaran yang Hampir Terlupakan

Pesona Goa Donan Pangandaran yang Hampir Terlupakan

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Selasa, 07 Jul 2026 06:00 WIB
Goa Donan di Pangandaran.
Goa Donan di Pangandaran. (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar)
Pangandaran -

Wisatawan yang masuk ke Pangandaran melalui jalan raya Banjar-Kalipucang pastinya sudah tidak asing dengan gua yang di luarnya terdapat gerbang candi. Pasalnya, gua itu berada tepat di belokan setelah SPBU Kalipucang. Sekilas akan terlihat bangunan bersejarah dengan lubang gua yang menjorok ke dalam.

Goa Donan merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran. Objek wisata ini menawarkan konsep jelajah gua dan edukasi sejarah kolonial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lokasi destinasi wisata ini terletak di Dusun Cintamaju, Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Jaraknya sekitar 13 kilometer dari objek wisata Pantai Pangandaran bila melaju dari arah Bandung.

Meski berada di pinggir jalan utama, Goa Donan masih belum menjadi magnet bagi wisatawan yang datang ke Pangandaran. Bahkan, bila dilihat sepintas, lokasi wisata gua ini terlihat angker dan menyeramkan.

ADVERTISEMENT
Goa Donan di Pangandaran.Goa Donan di Pangandaran. (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar)

Di depan gerbang Goa Donan, tak terlihat ada penjaga. Yang tampak hanya tiga buah patung penjaga berwajah seram dengan cat yang mulai terkelupas termakan cuaca.

Di balik patung-patung itu, ada pos penjaga dan gerbang besi berkarat yang menambah kesan angker. Tulisan 'Goa Donan' dengan gaya huruf mirip aksara Sanskerta pun terlihat kusam.

Tangga-tangga di Goa Donan pun berlumut dengan tumpukan dedaunan kering. Sepertinya perlu nyali lebih untuk masuk ke sana.

Saefullah, warga sekitar, mengatakan sepinya wisatawan yang berkunjung ke Goa Donan membuat destinasi wisata tersebut tak terawat.

"Padahal dulu begitu terawat dan ada penjaganya, saat ini gak ada yang urus, sehingga tumpukan sampah dedaunan pun terlihat menumpuk," kata Saefullah kepada detikJabar, Senin (6/7/2026).

Sementara itu, warga lainnya, Riswana Eris, mengatakan wisatawan yang datang ke Goa Donan bisa dihitung dengan jari.

"Mungkin saat ini Goa Donan tak bisa memikat wisatawan, kadang ada 5-10 orang itu pun hanya masuk sedikit," ucapnya.

Goa Donan di Pangandaran.Goa Donan di Pangandaran. (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar)

Menurut dia, kurangnya konsep pembangunan Goa Donan dan minimnya ide wisata yang ditawarkan menjadi penyebab sepinya lokasi tersebut. Untuk menarik wisatawan, pengelola pun akhirnya membebaskan tiket masuk.

"Karena satu-satunya wisatawan yang bisa diandalkan hanya dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang melakukan penelitian," ucapnya.

Sebelumnya, objek wisata Goa Donan dikelola secara swadaya oleh warga sekitar dan pemerintah desa. Fasilitas seperti WC umum, lahan parkir, dan lapak pedagang sebenarnya sudah disiapkan.

"Usaha sudah maksimal, tapi mungkin perlu pandangan lebih dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran," katanya.

Menurutnya, saat malam hari tidak ada penerangan lampu yang memadai, sehingga membuat Goa Donan luput dari perhatian. "Karena memang gak ada pengadaan untuk itu, pengelola tak punya biaya," ucapnya.

Bahkan kegelapan Goa Donan bisa membahayakan jika wisatawan tidak didampingi pemandu. "Kekhawatirannya ketemu biawak atau ular," ucapnya.

Bicara potensi atau daya tarik, gua yang satu ini sebenarnya cukup menarik. Gua peninggalan zaman penjajahan ini punya empat ruangan luas yang dulunya dijadikan Belanda sebagai gudang senjata dan bunker.

Beberapa peninggalan menjadi bukti sejarah. Selain wisata sejarah, potensi lain yang ditawarkan yaitu wisata penjelajahan gua dan edukasi.

"Kami ada keinginan untuk menjadikan bagian atas gua dijadikan rest area pengunjung Pangandaran. Bisa juga dibuatkan rumah pohon, ditata tamannya supaya indah. Ya intinya kami berharap pemerintah bisa turun tangan melakukan penataan," katanya.

Untuk sampai di sana dari arah Bandung, Tasikmalaya, atau Ciamis, Anda tinggal turun di belokan perbatasan Desa Cibuluh-Desa Tunggilis, Jalan Kalipucang, tepat di tepian jalan sebelah kanan. Aksesnya bisa ditempuh melalui jalur pedesaan maupun angkutan umum.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads